Mengapa memilih bekerja sebagai agen asuransi ?

Hidup itu penuh dengan kejutan. Hari ini kita bertemu dengan siapa itu sudah rencana Tuhan. Hari ini kita sedih, senang, sudah diatur oleh-Nya. Sebagai manusia kita harus selalu berfikir positiv dan bersyukur.

Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan kehidupan yang begitu berarti. Dimulai dimana saya ditempatkan, dengan siapa saya akan bertemu, dan kapan saya akan merasakan sedih dan senang.

Banyak pengalaman2 yang saya rasakan yang kesemuanya itu adalah rencana Dia yang sangat mutlak. Tidak ada yang namanya kebetulan.

Dulu saya bersekolah di SMK jurusan Penjualan. Tetapi PKL nya di Kantor Pajak. Dulu saya sekolah di SMK jurusan penjualan tetapi kuliah di jurusan Pendidikan Geografi. Nah sekarang, saya sudah lulus dari Geografi saya malah memilih menjadi seorang agen asuransi. Siklus hidup saya selalu menyimpang yah? he he he

Saya sudah lulus, tetapi saya malah memilih menjadi seorang agen. Kenapa ?

Bukannya saya tidak menghargai ijazah sarjana dari Unimed. Tetapi untuk keadaan sekarang ini saya memang belum kepikiran untuk bekerja sebagai ‘pegawai’. Saya terinspirasi dari dua adik saya yang tahun depan berturut2 akan masuk ke perguruan tinggi. Saya tidak mau mereka hidup pas2-an seperti saya saat menjadi mahasiswa, saya tahu sakitnya bagaimana ketika tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Orangtua saya masih mampu memenuhi kebutuhan kami, tapi tidak untuk keinginan kami. Mereka masih memikirkan masalah financial yang seharusnya tidak mengorbankan kebahagiaan anak2nya. Dan ironisnya, si anak dipaksa harus mengerti. Saya tidak mau adik saya merasakan hal itu. Maka dari itu saya berfikir untuk bekerja yang perhitungan penghasilannya tergantung usaha kita. Bukan di gaji. Dan alhamdulillah, saya bertemu Prudential sebelum saya lulus kuliah. Jadi saya tidak perlu repot2 mengantar lamaran kesana kemari, interview di perusahaaan ini atau itu. Begitu lulus, saya sudah tahu saya akan kemana.

Banyak teman2 yang menganggap saya mengambil tindakan diluar kewajaran. Banyak yang berkata sinis ‘kau kok lari ke asuransi pulak?’, banyak malah yg bilang ngapain capek2 kuliah kalo akhirnya cuma jd sales’. Yah, menurutku wajar sih mereka bilang begitu. Tidak ada yang salah dengan kata2 mereka. Itu hak mereka berkomentar. Tetapi kita sebagai manusia mempunyai cita2 sendiri, mimpi2 sendiri, kita juga punya hak buat melukis masa depan kita sendiri. Kata2 negativ yang keluar dari mulut mereka di dengerin aja deh, jangan dijadiin beban, toh kita bernafas juga gak dari hidung mereka.

Sebenarnya dimanapun kita bekerja itu sama saja. Semua tergantung niat, serius, disiplin, dan tanggung jawab kita kepada pekerjaan tersebut. Mau bekerja dimana pun pasti memerlukan keempat point itu. Saya disini bukan membanggakan profesi saya dan menjelekkan pekerjaan lain. Tulisan ini dibuat cuma untuk berbagi bagaimana seorang anak perempuan berusia 21 tahun yang sedang menjalankan rencana yang sudah disusun, memilih sendiri jalan hidupnya, dan menentukan sendiri masa depannya. Tidak terprovokasi oleh lingkungan sekitar.

Saya juga masih agent baru, belum ada case. Tapi dengan ter-publishnya tulisan ini saya harus termotivasi supaya segera mendapatkan case. Kenapa ? Supaya saya bisa membuktikan kepada teman2 bahwa saya tidak salah pilih.

Penyemangat hidup saya pernah bilang ‘Nggak ada yang gampang pada saat mengawali, tapi itu yang harus kita taklukkan. Pada waktunya, segala kegagalan atau keberhasilan hidup kita, kita sendiri yang akan menanggungnya, bukan orang lain, atau dia teman yang sangat akrab.’

Salam sukses,

@ikalaraii


0 comments:

Post a Comment

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.