Murid Menulis #8

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca


SAYA DAN BUK INDAH


Sebelumnya para pembaca tidak perlu tahu siapa saya, intinya saya seorang pelajar di SMP N 2 Kampung Rakyat. Disini saya akan bercerita tentang saya dan guru yang bisa dibilang dekat dengan saya, yaitu, Buk Indah Ikalaraii.

Menurut saya Buk Indah itu guru yang meng-asyik-kan, guru yang selalu update, dan guru yang selalu tau apa yang terjadi dengan IX-1 dan masih banyak lagi ciri khas dari Buk Indah, tapi kalau saya sebutkan satu per satu nggak bakalan habis habis sampe 7 hari 7 malam.

Awal perjumpaan saya dengan Buk Indah itu dikelas VIII, waktu itu kebetulan ibuk itu mengajar IPS di kelas kami, hari demi hari berlalu Buk Indah semakin kenal dengan saya, dan juga sebaliknya. Ada satu hal yang sangat saya ingat dari Buk Indah pada saat mengajar pertama kali dikelas saya, yaitu cara mengajar ibuk itu. Cara mengajar pertama ibuk itu dikelas saya banyak pake kata ‘’ YA KAN ‘’  ‘’YA KAN’’ pada saat menerangkan di depan kelas sampe sampe saya dan teman saya sesekali tertawa pada saat ibuk itu menerangkan. Ya mungkin karena waktu itu ibu itu masih guru baru, jadi masih grogi.

Buk Indah juga mengajar pramuka pada saat saya kelas VIII, kalau sudah mengajar pramuka otomatis sering juga ikut berkemah. Kalau ibuk itu ikut kemah rasanya senenggggg banget, ntah kenapa saya seneng kalau ibuk itu ikut kemah, ntah karena ibuk itu nggak sering marah marah, ntah karena ibuk itu pandai masak, ntah karena yang lain lain, nggak tau sayanya.

Beranjak dari kelas VIII ibuk itu masih tetap sebagai guru IPS kami dikelas IX. Pada saat saya kelas IX, gudep kami mengadakan perkemahan dalam rangka Memperingati Hari Jadi Pramuka. Pada saat perkemahan itu kami juga mengadakan perlombaan, dan yang membungkus hadiah perlombaan itu kami berdua di ruang UKS. Pada saat membungkus hadiah perlombaan, saya merasa sangat senang karena bisa bercerita banyak dengan ibuk itu secara intens. Pada saat kami bercerita ada kalimat yang tidak terlupakan yang saya keluarkan dari mulut saya, yaitu ‘’ buk, nggak akan ibuk dapatkan lagi murid seperti saya buk ‘’, lantas dengan cepat ibuk itu langsung merespon ‘’ kau juga nggak akan kau dapatkan guru seperti ibuk lagi ‘’. Kalimat kami berdua itu masih sangat saya ingat, dan mudah mudahan dapat saya ingat sampai kapanpun.

Kemah terakhir kami diluar yaitu di Gundaling. Disitu saya merasa tidak senang banget karena disitu saya harus jaga jarak dengan Buk Indah. Bukan karena ibuk itu yang meminta, tetapi itu semua saya lakukan karena inisiatif saya sendiri. Beberapa hari setelah kemah di Gundaling itu, Buk Indah marah kepada saya karena mengetahui ternyata saya telah menyembunyikan sesuatu dari Ibuk itu, intinya ibuk itu kecewa lah terhadap saya.

Entah sampai kapan, yang pasti lebih dari dua minggu ibuk itu tidak mau menyapa saya, dan yang lebih sakitnya pada saat acara manggang - manggang di rumah Sindi, ibuk itu tidak memberikan sepatah katapun kepada saya (rasanya nyesek banget). Setelah pulang dari rumah Sindi, saya merasa kehilangan ibuk itu. Saya langsung mengambil novel yang dipinjemin ibuk itu waktu pembagian raport kemarin, sudah dua bulan novelnya sama saya tapi saya nggak pernah punya niat untuk membacanya karena tebel banget. Dikarenakan malam itu saya kangen dan cuma itu satu - satunya tentang Bu Indah yang bisa saya 'sentuh', jadi malam itu saya putuskan mulai membacanya. Cerita novelnya tentang SHADOW ECONOMY. Dalam waktu seminggu saya baru selesai membacanya. Setelah selesai membaca novel itu timbul satu pertanyaan, yaitu “Mengapa ibuk ini menyuruh saya untuk membaca novel ini ?”, awalnya pengen nanyak langsung sama ibuk itu, tapi karena masih marah yaaa dipendam aja dulu pertanyaannya.

Hari demi hari berlalu, tak saya sangka datang sms dengan nomor baru dengan isi smsnya “Selamat yaa (nama saya) walau ibuk kecewa samamu, tapi ibuk selalu bangga dengan prestasimu”, pada saat membaca sms itu hati saya sangat gembira tidak karu karuan, karena saya tahu, pasti itu dari Buk Indah. Huhuhu seneng banget sayanya. Btw, itu ucapan selamat untuk hasil ujian Try Out pertama saya yang masuk 4 besar dari 190 sekian siswa. Nah, setelah malam itu kami balas - balasan sms, disitu saya sadar 100% bahwa ibuk itu sayang sama saya, dan saya memutuskan lebih memilih ibuk itu dan mengahapus cerita tentang 'penyebab' marahnya ibu itu kepada saya. 

Ibuk itu pernah bilang kepada saya kalau "KAULAH MURID RASA PACAR", saya nggak tahu maksudnya, tapi saya seneng, kayaknya memang cuma saya sih yang bisa sms-an sama ibuk itu dari habis maghrib sampai menjelang tengah malam :))

Tanggal 27 April kemarin ibuk itu masuk terakhir di kelas kami, kami membuat video di dalam kelas, saya didaulat ibuk itu jauh - jauh hari sebelumnya untuk bisa memainkan kunci gitar untuk 5 lagu permintaannya. Di detik - detik terakhir sebelum lonceng berbunyi, saya duet dengan teman perempuan saya, kami menyanyikan lagu batak yang berjudul Mardua Holong, menurut saya sih biasa aja, tapi ternyata menurut Buk Indah lain. Pulang sekolah saya menerima sms dari ibuk itu yang bilang kalau 'ibuk itu merasa patah hati saat melihat penampilan saya yang seolah - olah bilang saya meninggalkannya' ibuk itu bilang kalau ibuk itu nangis dan mengucapkan terima kasih sudah memberikan penampilan terakhir terbaik saya untuknya, huhuhu, sempat baper sayanya baca sms ibuk itu :'))))

Mungkin tulisan ini diposting oleh Bu Indah saat kami besok akan melaksanakan Ujian Nasional. Entah masih bisa bertemu entah enggak. Entah masih sama rasanya entah enggak :(

Ohiya satu lagi, Buk indah itu paling nggak suka kalau saya nyuruh ibuk itu cepat - cepat nikah. Nggak tahu kenapa, ibuk itu bilang 'menikah itu bukan solusi semua masalah hidup' saya nggak paham sih, tapi mungkin besok - besok saya akan paham.

Yaudah deh, akhir cerita saya, saya ingin lebih lama bersekolah di SMP N 2 Kampung Rakyat hanya karena saya tidak ingin berpisah dengan Buk Indah. Agak lebay sih, tapi ya gimana. Berat meninggalkan guru cantik satu itu :)))) saya harus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Saya akan selalu ingat pesan ibuk itu kepada saya dan teman - teman saya kalau 'jadilah seseorang yang bisa dibanggakan saat reunian SMP nanti'

Semoga Buk Indah nggak pernah lupa kepada saya. Buk indah adalah satu - satunya guru yang tak pernah bosan memberikan motivasi kepada saya, semoga ibuk itu sehat selalu, dan segera mendapat jodoh yang bisa membahagiakannya (karena kebahagiaan ibuk itu sebentar lagi akan hilang, kami - kami ini adalah sumber kebahagiaan Buk Indah).

Akhir kata,

Dari murid (yang kata mereka adalah) kesayangan ibuk,

A

0 comments:

Post a Comment

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.