MORSE #Day4 (tamat)

Hari ke empat: Minggu, 11 Februari 2018

Anak - anak sebelum tidur minta dibanguni lebih lama, karena lomba sudah usai dan ini hari terakhir. Jadi aku ngasih tambahan waktu tidur satu jam. Pagi itu aku membangunkan mereka tepat pukul 04.00 pagi. Mereka beraktivitas seperti 3 hari sebelumnya.

Yang piket ngadu kalau beras sudah tinggal 2 mug dan persediaan air minum habis. Yaudalah apa yang ada kita makan, hari terakhir aja kok nanti kalo masih lapar silakan makan di warung masing - masing.

Usai sholat shubuh berjamaah, kami males - malesan di tenda. Ya gimana, semuanya sudah selesai. Bocah - bocah itu juga bilang tidak ada air di kamar mandi, jadi pagi itu kami semua tidak ada yang mandi, hahahaha. Sembari menunggu matahari terbit, entah apa aja yang kami bahas. Akupun ingat aku dan salah satu anak cewek sempat main smackdown di dapur. Iya, nggak salah baca kalian. Timpah - timpahan gitu siapa yang menang. Kacau pokoknya :D

Pagi itu kami sarapan hanya dengan nasi sedikit plus indomie telur. Sarapan terakhir di bumper yang sungguh tidak keren. Setelah makan, sekitar pukul 07.00 wib aku menyuruh mereka berbaris untuk mulai packing barang - barang. Waktu aku masih duduk - duduk beralas stok, tiba - tiba orang Devi dan Wisda datang, ku kira mau minta makan, ternyata mereka nganterkan si kampret Miftah, ckckck

Setelah mereka semua berbaris di hadapanku, ku bagi mereka tugas masing - masing agar tidak ada yang menganggur. Ada yang spesial menyuci piring, spesial bongkar tenda, spesial bongkar pionering, spesial ngikat stok, spesial nyapu2 sekitar tenda, spesial buang sampah, spesial nyusun bekakas seperti kompor, baskom, dan lain - lain untuk dijadikan satu dan dibawa pulang.

Usai tugas mereka, semuanya duduk di dapur, menunggu kapan pengumuman upacara penutupan. Aku dan Miftah berjalan ke lapangan utama guna foto - foto di backdrop Morse. Tiba - tiba panitia mengumumkan siapa yang ingin menjadi petugas upacara silakan mendaftar, aku yang pas pengumuman itu posisiku di lapangan dan pas pulak ada Elpi di dekatku langsung ku tarik Elpi untuk mendaftar sebagai petugas. Alhamdulillah kami orang pertama yang mendaftar dan dengan PD nya aku daftarkan Elpi sebagai Pratama Upacara Penutupan Morse. Gokil. Elpi awalnya ragu tapi ku pastikan dia bisa. Ku semangati cepatlah persiapan, pake pakaian lengkap, tali komando, boni, sarung tangan dan scarf. Nanti dengerin panitianya lagi untuk gladi resik.

Aku dan Miftah berjalan ke arah tenda putri bagian belakang. Dia mengajakku mencari tenda teman - teman sekolahnya. Si Miftah ini waktu SMP orang penting di masanya, tapi hari itu dia semacam bukan siapa - siapa, udah turun marwah Boden Powel dia tahun kemarin itu, hahahahaha.
Mana ada Boden Powell pake rok -_-
Kami kembali ke lapangan menyaksikan Elpi yang sedang Gladi Resik. Beberapa menit kemudian, panitia melalui pengeras suara mengumumkan agar seluruh pembina pendamping untuk mengatur anggotanya agar berbaris ke lapangan guna mengikuti upacara penutupan. Akupun langsung menjemput adik - adikku yang masih duduk - duduk disekitaran tenda. Bocah - bocah ini kalau nggak digiring nggak mau baris.

Upacara penutupan berlangsung khidmat. Aku dan Miftah memutuskan naik menara tempat outbound panjat tebing guna mengabadikan momen upacara. Elpi sebagai pratama upacara terlihat sangat keren siang itu, mana orang tahu kalau dialah yang merajuk hari pertama sampai pulang ke rumahnya dan harus dibujuk - bujuk agar kembali ke bumper -__-
Gila anakku keren banget....
Disaksikan ratusan mata
Dan gokilnya Elpi masuk instagram @pramukahitslabuhanbaturaya lo, aku baru tahu admin akun ig itu ternyata abang - abang yang bawa tripod yang merekam Elpi samping - sampingan dengan aku dan Miftah, ckckck
Ntappp (y)
Nah usai upacara, inilah waktu yang ditunggu - tunggu, yaitu pengumuman hasil perlombaan selama tiga hari dari Kamis - Sabtu. Deg -deg kan cuyyyyy. Awalnya dibacakan hasil untuk tingkat Penggalang SD, jadi kami agak garing gitu nunggunya. Ketika SD sudah habis lalu masuk ke tingkat Penggalang SMP, baru lah semuanya tiba - tiba tegak bahunya, fokus ke suara panitia.

Lombanya ini kan satuan terpisah, jadi pengumumannya juga satuan terpisah. Putra - putra, Putri - putri. Langsung aja ya...
1. LKBB 
Untuk lomba ini Putra kami berhasil meraih juara 3, tetapi Putrinya gagal. 
Lebih tua siapa kira - kira ?
2. PIONERING
Untuk lomba ini Putra kami berhasil meraih Juara 1, dan putrinya berhasil meraih Juara 2
Juara 1 Pionering Putra
Juara 2 Pionering Putri
3. LCTP
Alhamdulillah untuk lomba bergengsi ini kami berhasil membawa pualang JUARA 1, yuhuuuuuuu
Apa nama gerakan pramuka tingkat provinsi kak ?? :D
 4. HASTA KARYA
Untuk lomba ini, Putra kami berhasil membawa pulang Juara 1 sementara Putrinya gagal.
berlawanan gini matanya -_-
5. KULINER
Alhamdulillah walau aku nggak tau rasanya, tetapi Putra kami berhasil membawa pulang Juara 1 dan Putrinya berhasil membawa pulang Juara 2
lucu sih
hahaha
6. PERMAINAN TRADISIONAL
Untuk lomba ini Putra kami yang gagal, Putrinya berhasil membawa pulang Juara 2. Ini nih lomba paling absurd..
kok isooo ???
7. KOLONI TONGKAT
Alhamdulillah untuk lomba ini Putra Putri kami berhasil membawa pulang Juara 2
Nggak sia - sia kan diceples Buk Indah saat latihan ?
Selamat Yolla berhasil membayar hutang kegagalan Senam Tongkat Compas 2
8. PENJELAJAHAN
Untuk lomba ini lagi - lagi Putra kami yang Juara 1 bung, Putrinya gagal :(
Bukan main juara 1 :D
 9. VIDEO KREATIF
Saat pengumuman ini aku sudah turun ke bawah (sebelumnya di atas terus yaiyalah seksi dokumentasi pulak bolak balik NPP kami yg dipanggil :p) panitia mengumumkan pemenang video kreatif tidak berdasarkan NPP, melainkan nama sekolah. Nah, panitia membacakan nama sekolah dimulai dari yang juara 3, juara 2, lalu masuklah Juara 1, panitia mengumumkan "JUARA 1 VIDEO KREATIF: SMP NEGERI 2 KAMPUNG RAKYAT" wooooo heboh lah kami semua trus karena aku yang ngedit ya aku dong yang maju, wkwkwkw, nggak mau kalah...
gawat gawat
Alhamdulillah kami berhasil membawa pulang 12 Throphy Kejuaraan MORSE. Gokilllllll, selusin cuy. Tapi kami kecewa atas hasil pemenang untuk lomba Musikalisasi Puisi dan Karnaval. Kecewaaaaaaaaa banget.....'Sakit Tapi Tidak Berdarah' istilahnya. Juri juri, KARNAVAL LOH KARNAVAL KOK BISA KALAAAAHH ???????????? Yang buat kami kurang terima soalnya asjsppkaeu0er';;\w=e12u33j12oei9gqwndqjbxi7q86e12 (ha itulah artikan la sendiri).

Setelah pengumuman ini kami berjalan menuju backdrop MORSE buat foto bersama, kemah terakhir bawa 12 thropy harus diabadikan cuy...
Gaya Formal
Gaya Bebas
Gaya Terbaieuq
Setelah usai foto - foto kami semuanya bergotong royong melangsir barang - barang ke gerobak. Wilayah disekitar tenda, kami pastikan semuanya bersih, tidak boleh meninggalkan sampah sebiji pun. Lalu semua naik ke gerobak dan siap - siap pulang. Usai sudah perjalanan cerita Kemsa Morse ini. Waktu kami pulang menuju sekolah, aku merasa tidak excited walau berhasil memboyong 12 kejuaraan, entah kenapa aku merasa failed mengurus anak - anak putrinya. Dari hari pertama, drama demi drama terjadi di tenda kami, berantem sesama teman dan saling prengat prengut. Waktu tidak bisa diulang, mungkin aku yang harus belajar lagi untuk mengatur manusia yang bernama perempuan. Menjadi pembina itu belajarnya seumur hidup. Karena manusia itu dinamis, zaman juga cepat berubahnya. Setiap angkatan, pasti beda cara mendidiknya.

Terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti cerita pengalaman Spendukara dari hari pertama hingga part akhir ini bisa kalian baca. Terima kasih untuk adik - adikku atas kerja kerasnya, dari mulai awal kita latihan sampai kemah ini banyak sekali kenangan yang sudah kita buat. Saya dan Pak Mugi meminta maaf yang sebesar - besarnya jika belum bisa melatih kalian dengan maksimal. Kami berterima kasih untuk semua kejuaraan yang sudah kalian raih, dari mulai COMPAS 2, KOMPRES, Kemah Apel Besar hingga MORSE. Total thropy yang sudah kalian sumbangkan untuk sekolah adalah 26 buah throphy, itu angka yang sangat fantastis dan akan menjadi beban yang berat untuk adik - adik penerus kalian. Terima kasih sudah memilih bergabung bersama Spendukara. Yang baik diambil, yang buruk harap dibuang. Selama Oktober hingga Februari ini kita sudah menemukan keluarga baru, keluarga Spendukara, dimana semua busuk - busuknya kalian, kami, kita sudah tahu, kelebihan dan kekurangan kita saling melengkapi. Terima kasih sudah memberi warna baru.

Saya tidak menjamin esok kalian masih sehangat hari ini atau tidak untuk Spendukara. Berdasar pengalaman, hanya beberapa yang akan tetap mengingat dan pulang ke rumah. Kami akan digantikan oleh pembina kalian yang baru, kalian juga akan digantikan oleh adik - adik kelas kalian. Kita akan sibuk dengan orang yang berbeda. Waktu kita tersisa dua bulan lagi. Sebelum kemah pelepasan kalian diadakan, mau diisi dengan cerita apa dua bulan dari hari ini ? Adik - adik sendiri yang tahu jawabannya.

Tamat.

0 comments:

Post a Comment

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.