SINDI PRAMESTI

  
with Ningsih, Dea, Ambar
with SINDI PRAMESTI

I N D A H I K A L A R A I I

Assalamualaikum.wr.wb
Pertama sekali terimakasih buat Buk Indah Ikalaraii karena sudah mau membaca tulisan ini. Tulisan yang sudah ibuk tunggu mungkin kurang lebih 3 minggu (kalau nggak salah ya buk). Nggak tahu mulai dari apa dan dari kisah yang mana, terlalu banyak kisah yang kita buat bersama orang-orang yang gambarnya di atas :D

Buk Indah itu orang nya baik, cantik, kece, guru ter-update dan guru yang paling kompak dengan kami. Pada hari pertama ibuk mengajar di kelas VIII-1 jujur sindi masih nggak sor sama ibuk karena mungkin baru kenal yaak:D. Lama kelamaan ya sor juga sih buk. Dan ketika detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari dan begitu seterusnya hingga saat ini dua tahun kita lewatkan bersama, bukan hanya sebagai guru dan murid tapi juga sebagai teman se-Geng :)

Kalau kita mendengar kata dua tahun itu pasti lama, tapi ntah mengapa saat kita yang melakukannya itu teramat singkat waktunya. Waktu dimana telah kita habiskan bersama mereka (Dea, Ambar, Ningsih). Bukan hanya sekedar tertawa bareng tapi lebih dari tertawa bareng. Contohnya seperti makan bareng, jalan-jalan bareng, begadang bareng, tidur bareng, mandi bareng, foto bareng, banyak lagi buk tapi capek ngetiknya buk. dua tahun kita lewati bersama-sama buk, tapi pada hari ini tepatnya pada tanggal 10/05/2017 kita mengadakan perpisahan, dimana kami dilepas dari SMPN 2 KAMPUNG RAKYAT. Ntah gimana rasanya hati ini, semua campur aduk antara senang, sedih, galau.....Seperti anak yang ditinggalkan orangtua dan keluarganya.

Sindi nggak tau apa yang ibuk rasakan pada saat ini, pada saat perpisahan yang kita adakan di sekolah tadi. Mungkin ibuk sedih kehilangan kami semua orang - orang terdekat yang benar - benar dekat dengan ibuk. Dan pada saat ibuk merasakan itu saya juga sedang merasakannya. Sesuatu hal yang tidak bakal bisa kita ulangi lagi, sesuatu hal yang tidak bisa kita rasakan kembali kepada orang yang berbeda. Kami memang bandal, pacaran, ini itulah tapi itulah kami, kami lebih suka jadi diri kami sendiri daripada harus jadi orang lain. Tapi rasa sayang kami ke Ibuk itu nggak bisa diucapkan dengan kata-kata dan tidak bisa dinilaikan dengan bendaa !!!

Jika nanti kita berpisah, nggak bisa bareng - bareng lagi ibuk harus ingat satu hal, ingatlah kami yang pernah buat ibuk bahagia, ingat kami yang suka jail ini. Ibuk nggak bakal bisa dapat apa yang telah kami berikan kepada ibuk, walaupun bukan benda mungkin kenangan lebih dari cukup buat ibuk selalu mengingat kami semua. Cara kita bersenang-senang itu berbeda dengan orang lain, kita lebih suka nguumpul terus berenang bareng baru makan bakso. Itu udah lebih dari cukup buat menambah kisah kita dari pada harus ngumpul di cafe indah dan mahal tapi hanya buat gaya - gayaan semata!!! Sindi senang bisa kenal ibu, dan mungkin bukan Sindi saja mungkin siapapun yang kenal ibuk pasti senang (mungkin ya buk).

Terima kasih buat Buk Indah yang sudah mendidik Sindi sampai Sindi selesai sekolah di SMP. Terima kasih buat ibuk yang udah doain Sindi semoga bisa jadi PASKIBRA NASIONAL (semoga saja ya Allah). Kini kita harus berpisah meninggalkan sekolah tercinta ini. Tapi hati sindi nggak akan berubah, ibuk tetap jadi guru rasa teman yang lebih dari indah. Meski nanti jarak memisahkan kita, Sindi mungkin saja melupakan pelajaran-pelajaran yang ibuk ajarkan. Tapi Sindi nggak akan pernah lupa dengan semua yang kita lalui bersama mereka semua buk. Terima kasih buat dua tahun mengajar kami dan dua tahun menjadi teman kami.

Sukses buat kita semua termasuk ibuk juga. Semoga nggak ada yang bisa gantiin kami dan semoga cepat NIKAH juga ya bukk:D Ditunggu undangannya lo yaa :)))

Mungkin hanya sampai sini cerita Sindi sama ibuk atau kami sama ibuk. Harapannya semoga ibuk selalu ingat kami dimana pun kami berada ya buk. I WILL LOVE YOU AND I WILL MISS YOU

 Wassalamualaikum.wr.wb

REMINDER

April bagi saya adalah bulan yang sangat spesial sepanjang 2017 ini. 
Berat rasanya untuk segera move on dari apa - apa yang sudah dikerjakan pada bulan ini.
Hal paling berkesan di bulan April adalah project kolaborasi saya bareng anak murid semuanya terlaksana dengan baik dan manis. Sungguh, saya tidak menyangka 5 video dan 5 tulisan berhasil diposting pada bulan ini. Sangat - sangat mengapresiasi diri sendiri. Prok prok prok :))))

Bulan ini juga dilaksanakan US plus USBN. Setelahnya saya dan murid - murid juga mengadakan perpisahan di kelas terakhir, huhuhu. Ada juga hal yang paling nggak bakal bisa dilupain, yakni saya sudah salah langkah terhadap suatu keadaan, dimana saya menjadi penyebab kebahagiaan sekaligus kesedihan seseorang. Sampai hari ini saya masih merasa bersalah dengan diri saya sendiri :'(

Hidup terus berlanjut, sekarang sudah masuk bulan Mei. Saya mengetik ini dimalam mereka telah selesai melaksanakan UN. Bagi saya, minggu ini adalah minggu paling berat. Kenyataan kalau saya akan ditinggal oleh mereka itu sudah di depan mata, bahkan saya masih nggak nyangka kalau tadi adalah hari terakhir mereka memakai seragam putih biru. Nggak kebayang sedihnya minggu depan :(

Btw, dari semua rasa syukur saya terhadap bulan April. Saya mau mengucapkan terima kasih kepada murid - murid yang sudah terlibat, khususnya untuk murid yang sudah mau menjadi partisipan dalam project - project saya.

Untuk project #MuridMenulis, saya berterima kasih kepada:
1. #MuridMenulis 1 Rizky Indah Syahfitri
2. #MuridMenulis 2 Musa Marluga
3. #MuridMenulis 3 Miftahul Zannah
4. #MuridMenulis 4 Vontinesa Amanda
5. #MuridMenulis 5 Neneng Anjarwati
6. #MuridMenulis 6 Anyar Kesuma Ningtyas
7. #MuridMenulis 7 Sindi Pramesti
8. #MuridMenulis 8 Daniel Damanik

dan untuk project #MuridMenjawab saya juga berterima kasih kepada:
1. #MuridMenjawab 1 Rizky Indah Syahfitri
2. #MuridMenjawab 2 Miftahul Zannah
3. #MuridMenjawab 3 Dea Andini, Nur Aria Ningsih, Sindi Pramesti dan Witri Ambarwati
4. #MuridMenjawab 4 Siswa-siswi IX-1, dan
5. #GuruMenjawab Indah Ikalaraii (yak, saya sendiri)

Alhamdulillah ke semua project mendapat respon yang baik dari teman - teman semuanya. Senang rasanya bisa mencoba hal baru bersama mereka. Dan alhamdulillah salah satu resolusi 2017 checked :))))

Besok, 09 Mei sekolah melaksanakan Isra Miraj. Lalu 10 Mei dilaksanakan Perpisahan kelas IX, lalu 13 Mei dilaksanakan pelepasan Pramuka. Bisakah kalian bayangkan betapa galaunya guru yang sedang menulis ini ?

Saya putuskan April 2017 sebagai REMINDER dalam hidup saya. bahwa saya, sebagai guru pernah begitu menspesialkan beberapa murid (yang sebenarnya sih nggak boleh, tapi ya gimana) murid - murid ini terlalu spesial untuk tidak diabadikan. Kenangan saya bersama mereka saya kemas dalam bentuk digital. Misi saya, beberapa tahun ke depan, jika saya membuka atau mereka membuka, semuanya akan tersenyum dan saling merindukan satu sama lain. 

Hari ini UN sudah selesai, perpisahan sudah di depan mata. Selamat melanjutkan perjalanan murid - muridku.
Terima kasih untuk dua tahun yang sangat manis
Ingat ibu selalu ({})


@ikalaraii

Murid Menulis #8

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca


SAYA DAN BUK INDAH


Sebelumnya para pembaca tidak perlu tahu siapa saya, intinya saya seorang pelajar di SMP N 2 Kampung Rakyat. Disini saya akan bercerita tentang saya dan guru yang bisa dibilang dekat dengan saya, yaitu, Buk Indah Ikalaraii.

Menurut saya Buk Indah itu guru yang meng-asyik-kan, guru yang selalu update, dan guru yang selalu tau apa yang terjadi dengan IX-1 dan masih banyak lagi ciri khas dari Buk Indah, tapi kalau saya sebutkan satu per satu nggak bakalan habis habis sampe 7 hari 7 malam.

Awal perjumpaan saya dengan Buk Indah itu dikelas VIII, waktu itu kebetulan ibuk itu mengajar IPS di kelas kami, hari demi hari berlalu Buk Indah semakin kenal dengan saya, dan juga sebaliknya. Ada satu hal yang sangat saya ingat dari Buk Indah pada saat mengajar pertama kali dikelas saya, yaitu cara mengajar ibuk itu. Cara mengajar pertama ibuk itu dikelas saya banyak pake kata ‘’ YA KAN ‘’  ‘’YA KAN’’ pada saat menerangkan di depan kelas sampe sampe saya dan teman saya sesekali tertawa pada saat ibuk itu menerangkan. Ya mungkin karena waktu itu ibu itu masih guru baru, jadi masih grogi.

Buk Indah juga mengajar pramuka pada saat saya kelas VIII, kalau sudah mengajar pramuka otomatis sering juga ikut berkemah. Kalau ibuk itu ikut kemah rasanya senenggggg banget, ntah kenapa saya seneng kalau ibuk itu ikut kemah, ntah karena ibuk itu nggak sering marah marah, ntah karena ibuk itu pandai masak, ntah karena yang lain lain, nggak tau sayanya.

Beranjak dari kelas VIII ibuk itu masih tetap sebagai guru IPS kami dikelas IX. Pada saat saya kelas IX, gudep kami mengadakan perkemahan dalam rangka Memperingati Hari Jadi Pramuka. Pada saat perkemahan itu kami juga mengadakan perlombaan, dan yang membungkus hadiah perlombaan itu kami berdua di ruang UKS. Pada saat membungkus hadiah perlombaan, saya merasa sangat senang karena bisa bercerita banyak dengan ibuk itu secara intens. Pada saat kami bercerita ada kalimat yang tidak terlupakan yang saya keluarkan dari mulut saya, yaitu ‘’ buk, nggak akan ibuk dapatkan lagi murid seperti saya buk ‘’, lantas dengan cepat ibuk itu langsung merespon ‘’ kau juga nggak akan kau dapatkan guru seperti ibuk lagi ‘’. Kalimat kami berdua itu masih sangat saya ingat, dan mudah mudahan dapat saya ingat sampai kapanpun.

Kemah terakhir kami diluar yaitu di Gundaling. Disitu saya merasa tidak senang banget karena disitu saya harus jaga jarak dengan Buk Indah. Bukan karena ibuk itu yang meminta, tetapi itu semua saya lakukan karena inisiatif saya sendiri. Beberapa hari setelah kemah di Gundaling itu, Buk Indah marah kepada saya karena mengetahui ternyata saya telah menyembunyikan sesuatu dari Ibuk itu, intinya ibuk itu kecewa lah terhadap saya.

Entah sampai kapan, yang pasti lebih dari dua minggu ibuk itu tidak mau menyapa saya, dan yang lebih sakitnya pada saat acara manggang - manggang di rumah Sindi, ibuk itu tidak memberikan sepatah katapun kepada saya (rasanya nyesek banget). Setelah pulang dari rumah Sindi, saya merasa kehilangan ibuk itu. Saya langsung mengambil novel yang dipinjemin ibuk itu waktu pembagian raport kemarin, sudah dua bulan novelnya sama saya tapi saya nggak pernah punya niat untuk membacanya karena tebel banget. Dikarenakan malam itu saya kangen dan cuma itu satu - satunya tentang Bu Indah yang bisa saya 'sentuh', jadi malam itu saya putuskan mulai membacanya. Cerita novelnya tentang SHADOW ECONOMY. Dalam waktu seminggu saya baru selesai membacanya. Setelah selesai membaca novel itu timbul satu pertanyaan, yaitu “Mengapa ibuk ini menyuruh saya untuk membaca novel ini ?”, awalnya pengen nanyak langsung sama ibuk itu, tapi karena masih marah yaaa dipendam aja dulu pertanyaannya.

Hari demi hari berlalu, tak saya sangka datang sms dengan nomor baru dengan isi smsnya “Selamat yaa (nama saya) walau ibuk kecewa samamu, tapi ibuk selalu bangga dengan prestasimu”, pada saat membaca sms itu hati saya sangat gembira tidak karu karuan, karena saya tahu, pasti itu dari Buk Indah. Huhuhu seneng banget sayanya. Btw, itu ucapan selamat untuk hasil ujian Try Out pertama saya yang masuk 4 besar dari 190 sekian siswa. Nah, setelah malam itu kami balas - balasan sms, disitu saya sadar 100% bahwa ibuk itu sayang sama saya, dan saya memutuskan lebih memilih ibuk itu dan mengahapus cerita tentang 'penyebab' marahnya ibu itu kepada saya. 

Ibuk itu pernah bilang kepada saya kalau "KAULAH MURID RASA PACAR", saya nggak tahu maksudnya, tapi saya seneng, kayaknya memang cuma saya sih yang bisa sms-an sama ibuk itu dari habis maghrib sampai menjelang tengah malam :))

Tanggal 27 April kemarin ibuk itu masuk terakhir di kelas kami, kami membuat video di dalam kelas, saya didaulat ibuk itu jauh - jauh hari sebelumnya untuk bisa memainkan kunci gitar untuk 5 lagu permintaannya. Di detik - detik terakhir sebelum lonceng berbunyi, saya duet dengan teman perempuan saya, kami menyanyikan lagu batak yang berjudul Mardua Holong, menurut saya sih biasa aja, tapi ternyata menurut Buk Indah lain. Pulang sekolah saya menerima sms dari ibuk itu yang bilang kalau 'ibuk itu merasa patah hati saat melihat penampilan saya yang seolah - olah bilang saya meninggalkannya' ibuk itu bilang kalau ibuk itu nangis dan mengucapkan terima kasih sudah memberikan penampilan terakhir terbaik saya untuknya, huhuhu, sempat baper sayanya baca sms ibuk itu :'))))

Mungkin tulisan ini diposting oleh Bu Indah saat kami besok akan melaksanakan Ujian Nasional. Entah masih bisa bertemu entah enggak. Entah masih sama rasanya entah enggak :(

Ohiya satu lagi, Buk indah itu paling nggak suka kalau saya nyuruh ibuk itu cepat - cepat nikah. Nggak tahu kenapa, ibuk itu bilang 'menikah itu bukan solusi semua masalah hidup' saya nggak paham sih, tapi mungkin besok - besok saya akan paham.

Yaudah deh, akhir cerita saya, saya ingin lebih lama bersekolah di SMP N 2 Kampung Rakyat hanya karena saya tidak ingin berpisah dengan Buk Indah. Agak lebay sih, tapi ya gimana. Berat meninggalkan guru cantik satu itu :)))) saya harus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Saya akan selalu ingat pesan ibuk itu kepada saya dan teman - teman saya kalau 'jadilah seseorang yang bisa dibanggakan saat reunian SMP nanti'

Semoga Buk Indah nggak pernah lupa kepada saya. Buk indah adalah satu - satunya guru yang tak pernah bosan memberikan motivasi kepada saya, semoga ibuk itu sehat selalu, dan segera mendapat jodoh yang bisa membahagiakannya (karena kebahagiaan ibuk itu sebentar lagi akan hilang, kami - kami ini adalah sumber kebahagiaan Buk Indah).

Akhir kata,

Dari murid (yang kata mereka adalah) kesayangan ibuk,

A

Murid Menulis #7

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca

MASA - MASA INDAH DI KLASSIK (KELAS ASIK)

Assalamualaikum wr.wb 
Sebelumnya terima kasih kepada Buk Indah Ikalaraii karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk membuat cerpen ini. Judul cerpen saya ini adalah “Masa-Masa Indah Di Klassik”.

Pertama kali masuk di kelas IX-1 itu rasanya agak berbeda, karena pisah sama teman semeja ku di kelas VIII. Yang aku rasakan saat itu adalah apakah aku akan memiliki teman semeja seperti dia lagi?? Dan pertanyaan itu terjawabkan saat aku masuk di kelas IX-1. Memiliki teman semeja baru yang tidak kalah baiknya dengan teman semejaku di kelas VIII. Dan saat masuk di kelas IX-1 suasana kelas baru, teman semeja baru, teman lama dan teman baru, dan wali kelas yang baru. Saat hari pertama masuk di kelas itu,masih seperti biasa karena di kelas itu masih banyak dan mungkin hampir sebagian adalah kawan lama (sebenarnya bosen sii lihat mereka terus:D).

Suasana kelas masih garing karena belum akrab dengan teman-teman baru (sebenarnya sih karena takut sama guru baru). Masa-masa garing pun terlewati dan masuk pada masa-masa dimana kisah IX-1 itu muncul. Mulai ada yang dipanggil Markonah, Maritem, Orang Korea, Cinlok di kelas, dan mulailah muncul kata-kata ''ciyeeeee' yang dicetuskan oleh orang yang kami anggap pendiam di kelas VIII dulu.

Di kelas IX-1 orang-orang nya itu baik, bersaingnya secara sehat, kreatif, kece dan kompak (bahkan sampai ada yang iri dan plagiatin kelas ini). Di kelas ini bertemannya tidak pandang apapun, miskin, kaya, pintar dan bodoh pun tetap berteman. Kelas yang dipenuhi kebahagiaan dan saya bahagia ada dikelas ini. Kelas yang dipenuhi canda tawa , saya bahagia kenal dan bisa dekat sama mereka semua. Saat sudah mendekati perpisahan seperti ini, mulai timbul lah rasa sedih dan galau. Karena sudah banyak sekali kenangan yang kita buat bersama di kelas IX-1 ini teman. Ketawa bareng kalian itu adalah suatu hal yang nggak pernah aku lupakan. Jailin kalian di kelas adalah kerjaanku setiap hari di kelas (maafkan buat yang sering aku jailin). Dari yang digelitikin, dijegal, digarai waktu nulis,diciyee ciyeee-in dan bahkan sampai ada yang nangis saat diciyeee-ciyeeee-in (semoga kamu baca ini ya Mrs.M) Dan aku si penulis cerpen ini juga lagi ngejalani cinlok di kelas ini (bagi yang tau harap tutup mulut). PD kali aku yaa, wkwk

Tamatlah sudah cerita kita di SMP ini. Lanjutkan lah perjalanan hidup yang masih panjang kawanJ Jangann lupakan history yang pernah kita lalui bersama. Sesungguhnya setiap pertemuan pasti ada perpisahan, ada awal dan ada akhir, dan disinilah akhir dari pertemuan singkat kita di Klassik. Terima kasih buat kalian semua orang-orang yang bersangkutan di dalam kelas IX-1 ini. Jangan pernah lupakan kenangan kita yang sering ketawa bareng, foto bareng, makan bareng, belajar bareng, ngerumpi, bercerita yang nggak pernah ada ujungnya, bercanda, menghina orang di kelas bareng. Bakal rindu suasana kelas yang ributnya kayak pajak ikan, semoga kita menjadi orang sukses di kemudian hari, amiinn. Dan terima kasih telah mengukir kisah indah bersamaku di kelas IX-1 ini. Buat kamu terima kasih karena sudah bantu aku buat cerpen ini dan terima kasih sudah nemeni aku begadang malam ini.

Pesan saya buat teman-teman Klassik yaitu agar kiranya tidak pernah lupa satu sama lainnya, tidak pernah lupa akan masa-masa indah di klassik (walaupun kita masih SMP tapi masa-masa kita melebihi masa SMA). Mungkin ini yang pertama dan terakhir kalinya teman-teman mempunyai masa-masa seindah masa Klassik, tapi masa-masa kita di klassik ini telah habis, yang tersisa hanya suasana indah klassik dalam benak kita. Kita tidak tahu kapan mengulang masa-masa kita di klassik lagi.

SUKSES TERUS BUAT BIG FAMILY IX-1 KLASSIK

Murid Menulis #6

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca

D I A
Assalamualaikum Wr. Wb

Salam kenal buat pembaca, dan terima kasih untuk Ibu Indah telah memberi kesempatan untuk saya. Cerita ini berawal dari kegiatan kepramukaan. Dari kelas VII sampai kelas VIII SMP aku dan dia menempati ruang kelas yang bersebelahan. Dan sampai saat ini aku menyebutnya DIALAH ORANG MISTERIUSKU

Pertama kali kenal itu sewaktu aku masih kelas VII. Terlihat dari wajahnya, dia itu anak yang baik, sopan, semualah sama dia. Yang paling membuat aku tertarik dengan dia adalah bulu matanya yang lentik. Di kelas VIII dia menjabat Ketua Osis, dan di Pramuka dia juga menjabat Pratama Putra. Aku dan dia, dibilang sebatas teman, tapi rasanya lebih. Dibilang lebih, nyatanya cuma sebatas teman.

Sampailah suatu hari dimana hari itu akan ada perkemahan, tapi isinya hanya game. Persami itu benar - benar aneh dan mengejutkan. Disana semua dibagi menjadi rata; Putra I, Putri II, Putra I, Putra II. Hal yang bener - bener aneh itu, semua berkelompok, tangan diberi tali dan disatukan. Bener - bener nyesek. Mau ngapa - ngapain selalu bersama sampai dipagi hari tangan pun tetap diikat, merasa diri ini seperti kambing. Dibalik kesulitan itu kami mendapat pelajaran bahwa semua pekerjaan tidak akan berhasil tanpa bantuan orang lain. Dan kebersamaan itu adalah hal yang paling penting.

Karena sibuk dengan penutupan, akhirnya tempat air minumku tertinggal di dapur. Aku meminta bantuan kepada dia, tetapi sayang tempat airnya sudah hilang. Akupun mengikhlaskan. Singkatnya, dari botol air minum itulah terjadi komunikasi.

Tepatnya tanggal 15 Maret kemarin, karena kepepet aku meminta bantuan kepada dia untuk mengantarkanku pulang. Dan akhirnya terjadi kesalahpahaman. Mereka mengira aku mempunyai hubungan dengan dia tetapi itu tidak.

Dulu aku mempunyai teman dimasa TK, inisialnya A. Sekarang dia satu kelas dengan DIA. Sejak ada berita kalau DIA dekat dengan dia, kok rasanya aneh gitu, pengen marah, tapi bukan siapa - siapa. Kata anak jaman sekarang itu namanya Galau (maklum lagi puber). Tetapi entah kenapa, kalau aku lagi seperti ini guru mata pelajaran IPA selalu menasehati, ya isi nasehatnya sama seperti yang kualami. Entah akunya aja yang GR ya...

Hari pun berlalu, bel berbunyi, semua murid keluar dari ruangan kelas. Hari itu adalah hari dimana seperti biasa latihan pramuka. Tanggal 24 Maret aku menerima pesan dari dia, isinya 'Nanti pramuka sama aku ya'. Aku cuma tersenyum dan berfikir bahwa dia cuma bercanda. Tanpa panjang lebar terdengar percakapan dari luar.....
Dia:'Om, (dia nyebut namaku) nya ada ?' tanya dia kepada ayahku. Aku cuma bisa diam dan melihat dari pintu kamar.
Ayahku: 'Itu di kamar' jawab ayahku. Sambil menuju pintu rumahku dia mengeluarkan bingkisan dan berkata
Dia: 'Maaf ya, tanggal 28 aku nggak bisa dateng' sambil memberikan sesuatu kepadaku. Wah - wah, itu bener - bener momen WOW ku sama dia,
Aku: 'Apa ini ? Wiiiiiii masa kau nggak dateng. Makasih ya...' jawabku sambil masuk kamar.

Setelah pulang Pramuka aku membuka bingkisan itu (ku harap orang yang ku maksud membaca ini). Ternyata isinya............ku buatlah benda itu merupakan bayanganmu. Kuning tubuhnya, biru celananya, hitam sepatu dan sarung tangannya, memakai kacamata abu - abu, yaps... itulah dia Minionsku....KRZ.

Lama semakin lama dia telah berubah semenjak aku tahu kalau dia masih mempunyai rasa sama dia. Sebenarnya sih nggak masalah samaku kalau dia masih punya rasa sama dia, kan DIA bukan siapa - siapaku. Sampai sekarang hubunganku dengan DIA berantakan, rasanya pengen nangis tapi percuma juga kalau aku nangis, cinta itu kan nggak harus memiliki. Akhirnya sedikit demi sedikit aku menjauh dari DIA. Ya dengan cara sesadis mungkin, tak pernah membalas senyumnya, menghindar kalau jam istirahat. Padahal kalau kamu tahu setiap malam aku selalu menunggu pesan dari kamu, sekarang aku harus menerima kenyataannya bahwa kau bukanlah orangnya. Masih ingatnya dirimu waktu kelas VII dulu kau selalu jalan di lantai yang sudah di pel ???

Pesanku, makasih banyak ya...udah jadi teman baikku. Mungkin cukup sampai sini saja aku kenal sama kau.

Sampai sinilah ceritaku semoga teman - teman dapat mengambil sisi baiknya. Semua kehidupan di dunia ini nggak ada yang selalu mulus, pasti senantiasa silih berganti ibaratkan roda yang berputar. Dirimu juga pernah bilang sama aku, "jangan terlalu cepat mempercayai apa yang kamu dengar,karena kebohongan lebuh cepat menyebar daripada kebenaan".

Cukup sampai disini saja ceritanya, ku akhiri, Wassalamualaikum, Wr. Wb 

Murid Menulis #5

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca

GAGAL CINTA, AYO HIJRAH !!

Assalamualikum warrahmatullahi wabarakatu 
Sebelumnya saya berterimakasih kepada Allah Swt yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya masih bisa merasakakan nikmatnya hidup. Dan tak lupa pula saya berterima kasih kepada Buk Indah Setia Astuti atau sering disebut dengan Bunda Ikalaraii.

Oke saya mulai saja, saya siswi SMP N 2 Kampung Rakyat, dulu itu saya aktif buanget sama yang namanya pramuka, sampai - sampai saya dengar akan dilaksanakannya kemah besar besaran di sekolah kami. Nah ketika saya mendengar berita itu saya tambah giat untuk pramuka dan mengikuti kegiatan lomba pramuka tersebut. Nah ketika kami semua sudah memilih kelompok atau regu kami, kami pun latihan dan terus latihan sampai akhirnya hari yang kami tunggu tunggu pun datang.  Sesampainya aku disekolah aku pun disuruh sama seseorang senior kami untuk membangun tenda, kakak itu sangat tegas dalam melaksanakan perintah dari atasannya, kek mana ya... serasa kagum gitu lah liatnya hahahahaha.....

Keesokan harinya lomba Pionering (tali temali) dilaksanakan, dan aku menjadi salah satu peserta lomba pionering itu. Sebelum lomba dilaksanakan aku dan kawan kawanku yang mengikuti lomba pionering diajari oleh kakak senior yang kemaren menyuruh kami untuk bangun tenda. Satu persatu simpul simpul diajarkan olehnya, dan ntah kenapa waktu kakak senior yang lain ngajari aku aku itu gak mudeng mudeng, tapi kalau aku diajari kakak ini kok mudeng ya...? apa karena kakak ini terlalu tegas, manis dan ganteng untuk kulihat..???

Teng..... jam untuk perlombaan pun dimulai,aku pun berdoa dan berserah diri kepada Allah apapun yang terjadi aku akan tetap bersyukur. Ketika aku sudah memulai ada salah satu simpul yang aku lupa, aku kebingungan terus, trus ntah kenapa kakak itu tiba tiba memberitahu ku simpul yang aku lupa,apa emang kakak itu peka????? Ahahaha.....

Kakak itu terus dan terus menyemangati ku sampek pertandingan selesai,,, 3 hari berlalu diperkemahan, lomba demi lomba sudah kami lewati dan saatnya untuk kami mendengarkan pengumuman juara. Pada saat juara pionering akan diumumkan aku pun berdoa dan terus berdoa agar apa yang aku dan teman temanku kerjakan mendapatkan juara. Dan ternyata hasil kami mendapatkan juara 1. Wahhhh jingkrak jingkrak dibarisan itu ahahahahaha, maklum aja lah namanya juga senang. Ini pasti karena Allah dan mungkin juga karena aku saat dilatih oleh kakak itu semangat  bangettttt. Dan mungkin karena aku gak mau membuat kakak itu kecewa.

Hari demi hari aku lewati dengan perasaanku yang terus bergejolak memikirkan kakak itu... ntah kenapa aku meminta nomor kakak itu untuk jadi kawan curhatan tentang perasaanku dengan kakak itu. Tapi kakak itu kek gak ambil open sama sms ku, kek mana ya??? Agak sedih jugak loyaa.. dan lama kelamaan berita tentang sahabatku ada hubungan lebih dari seorang teman aku merasa bahwa kakak itu gak pantas buat aku miliki,, perlahan aku mulai menjauhi kakak itu dan fokus sama pramuka dan belajar ku.

2 tahun berlalu dan sekarang aku duduk dibangku kelas IX. Dan rasanya berpacaran itu bisa dibilang cukup puas untuk kalangan remaja diusiaku, pacaran itu gak boleh sebenernya, aku udah dilarang sama mamakku untuk pacaran, aku jadi liar karena pacaran, nggak nurut sama mamak sama bapak. Cuma gara gara yang namanya pacaran yang udah jelas jelas buat kita itu jauh dari hidayah Allah... saat malam petang gelap gulita, hujan besar disertai angin yang kencang, kurenungkan semua itu,, {oiya ya?? Gak ada gunanya juga aku pacaran dan mencintai makhluk Allah orang yang belum tentu akan menjadi imamku kelak.} dan aku sudah melihat banyak juga teman temanku yang sudah mulai menutup aurat dan hijrah. Akupun agak iri lihat mereka, rasanya mereka itu anggun dan cantik saat mengenakan pakaian yang menutup aurat, dan dengan modal niat dan berdoa akhirnya aku pun perlahan bisa menutup aurat ku dan mulai melaksanakan sholat 5 waktu...

Hijrah itu tak peduli dengan apa yang orang katakan, selama apa engkau mengalami proses sekalipun engkau bergerak layaknya siput, itu adalah lebih baik dan lebih disukai Allah...tetapi ntah setan jenis apa yang membuat ku menjadi kembali ke aku yang dulu, aku yang suka buat status status gak jelas di fb, aku yang suka marah marah dan gak sabaran jadi orang... apa ini karena faktor lingkunganku atau karena aku belum betul betul niat??? Tetapi untung saja aku tidak pernah meninggalkan sholat dan mengaji ku walaupun banyak cemoohan orang - oang yang sebentar lagi akan berubah menjadi tepuk tangan... dan tidak ada kata terlambat untuk hijrah menuju kebaikan . islah itu hijrah perubahan. Bermula dengan niat yang diabadikan. Tingkatan rohani berteraskan iman, menghadap wajah rabbu alami..islah itu mulai dari pada membangun diri dengan pekerti memperbaiki sampai mati itulah perjuangan yang sejati lalu tawakkal kepada yang kekal.

Ya itu aja sih yang mau kuceritakan, intinya aku udah capek pacaran trus mau hijrah, tapi ya semuanya butuh proses. Doakan aku ya teman - teman.

Okeee cukup sekian curhatan saya, maaaf jika ada yang tersinggung.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Terima kasih....

Salam maal hijrah....

Murid Menulis #4

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum.Wr.Wb

Haii semua.....Sebelumnya saya berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan saya izin untuk menuliskan cerita saya ini dan saya berterima kasih juga kepada Bu Indah yang telah memberikan saya kesempatan untuk menuliskan cerita saya ini. Saya mohon maaf apabila cerita saya ini kurang nyambung, mohon dimaklumi karena saya masih berada ditahap belajar yang masih butuh kritikan dan saran kalian semua. Oke tanpa berpanjang lebar mari kita baca ceritanya bersama-sama..

KISAH KLASIK SAHABAT PUTIH BIRU

Kurang lebih 3 tahun kita bersama, menjalin hubungan yang sudah seperti keluarga dengan mengukir kisah cerita yang tidak akan mudah untuk hilang diingatan, tapi kini kita telah menemui titik puncak, titik puncak yang akan membawa kita diujung kata perpisahan, bersama titik keberhasilan yang ingin kita dapatkan sebelumnya, yaitu kelulusan dengan nilai yang maksimal.

Entahlah harus senang atau sedih. Tiga tahun bersama menjalani aktivitas di ruangan kelas yang ributnya kayak pasar, nggak jarang suara ribut terdengar seantero kelas, ngumpul untuk ngerumpi bareng temen, beli minum dengan patungan (iuran), gelisah ditambah panik saat PR belum selesai sementara lonceng masuk lima menit lagi, dan masih banyak lagi kenangan-kenangan lain yang kalau semua dijabarkan disini aku yakin gak bakal muat.

Pasti aku akan selalu rindu dengan hal yang kayak gitu, aku pasti bakal merindukan masa-masa berkumpul yang nantinya nggak akan pernah aku rasain di kelas itu lagi. Mulai dari ketawa bareng sampai diketawain bareng - bareng, dari ngomongin orang sampai diomongin orang di depan mata, mulai dari ngejailin sampai dijailin, mulai dari ngutang sampai ditagihin, dari mulai men-ciyee - ciyee-in sampai di-ciyee-ciyee-in. Nggak bakal bisa lagi nulis yang aneh-aneh tentang nama-nama temen di papan tulis sampai dijitakin sama orangnya, misalnya Rizky tukang ngupil dan Mifta galak *ampunbos*, atau ngerjain teman dengan nulis nama gebetan mereka di papan tulis *ehehe. Dan yang terakhir adalah bakalan rindu pramuka dan kangen kemah bareng kalian, bakal rindu dengan muka yang dicoretin dengan arang bareng kalian, bakal rindu mandi bareng sama kalian, bakal rindu ngerjain teman kemah yang nanya arah jalan tapi malah dikasih tahu arah yang salah *semoga Dea, Etika, dan Sindi baca ini*

Seburuk atau sebaik apapun kita ketika di sekolah pasti kita akan merindukannya, namun sayang masa-masa ini akan berlalu secara perlahan. Antara Aku, Kamu, dan Seragam Putih Biru. Menjadikan sebuah kisah klasik untuk masa depan dan selalu kita kenang dan kita bicarakan disuatu saat kelak.  Mungkin seragam putih biru ini akan aku lepas dari tubuhku, tapi persahabatan dan ingatanku kepada kalian nggak akan pernah lepas dan hilang menjadi kuning kaya seragam putih yang terlalu lama di lemari. Memang nggak mudah untuk pisah sama kalian, sahabat yang sudah lama bersama. Iya memang nggak semua teman yang pernah dikenal saat ini harus ada disamping aku, bahkan semua teman itu akan menghilang berganti dengan teman-teman di lingkungan baru karena semuanya punya mimpi yang sama. Sambutlah mimpi dengan cara apapun yang kita inginkan.

Aku pernah berharap masa ini jangan pernah berlalu, tapi ada satu pijakan yang harus kita lalui untuk menuju masa depan. Kenanglah masa - masa indah kita ini sahabat dan jadikan kisah ini kisah klasik menuju masa depan, karena waktu ini yang akan kita kenang dimasa depan. Bersenang - senanglah selalu tersenyum dan tertawalah untuk perpisahan ini karena ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah awal dan suatu saat nanti kita akan bertemu kembali untuk menceritakan masa - masa indah kita ini. Mau nggak mau aku harus bisa menjadi orang yang lebih dewasa, satu per satu teman - teman main bareng, teman - teman curhat, dan teman - teman yang lain bakal ninggalin aku untuk menggapai cita - cita mereka. Aku bakal masuk ke dunia baru masuk ke situasi yang menempatkanku sebagai orang yang harus bisa bekerja keras dan lebih mandiri. Aku harus bisa melangkah sendiri mulai dari sini meraih masa depan yang nggak tau bakal kayak gimana situasinya.

Terimakasih sahabat, karena kalianlah aku bisa percaya diri, terima kasih sudah menjadi tempat untuk mencurahkan rasa hatiku, terima kasih yang selalu ada disaat duka maupun suka dan aku minta maaf apabila selama 3 tahun ini aku punya salah sama kalian semua. Tapi yang kalian harus tahu adalah aku akan selalu menyayangi kalian semua….

Terimakasih untuk Bapak dan Ibu Guru pahlawan tanpa tanda jasa, yang selama 3 tahun telah memberi pengetahuan yang luas, yang membuat kami tertawa bahagia dan meneteskan air mata bahagia, jasa dan nama kalian akan selalu hidup dalam sanubariku…..

Untuk teman - temanku yang sedang membaca ini, aku punya lagu yang cocok untuk suasana hati yang lagi kita rasakan sekarang......lagu ini kalau bisa dihapal ya, biar kita nyanyikan bareng - bareng di kelas, didetik - detik perpisahan. Lagunya silakan download sendiri...


Sheila on7-Sebuah Kisah Klasik Menuju Masa Depan

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori dimasa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi
Bersenang-senanglah
Karena hari ini yang ‘kan kita rindukan
Dihari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang ‘kan kita banggakan dihari tua
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita slalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang kan kita rindukan diharnanti
Sampai jumpa kawanku
Smoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Kalian akan selalu menjadi sahabat klasik yang takkan pernah ku lupakan, semoga kelak kita menjadi orang sukses dan bisa bertemu kembali dengan menceritakan hal baru. Mungkin hanya sampai disini cerita yang dapat saya tuliskan. Salam rindu buat teman - teman semua. Akhir kata.
Wassalamu’alaikumWr,Wb.
Byee..byeee semua…..

LEGA

Selesai sudah saya mengantarkan mereka menuju titik akhir putih biru. Akhir yang ditutup dengan soal essay (yang membuat sebagian orang) agak sensi mengerjakannya. Hari ini kalian sudah memberikan yang terbaik untuk mata pelajaran saya. Terima kasih untuk kerja kerasnya, terima kasih untuk kerja samanya dua tahun ini. Kalian terbaik.

Selamat melanjutkan perjalanan. Semoga sukses dengan pilihan hidup masing - masing. Jangan lupakan saya.

Guru IPS kalian
*ps: itu senyum lega melihat soal pilihan berganda

Maret

Ada bulan yang saya skip dari blog ini. Semua aktivitasnya tidak saya tulis karena saya benci dengan bulan itu. Bulan ini saya kembali. Tepatnya, akhir bulan ini saya kembali.

Maret bagi saya bulan yang tidak ada ekspektasi. Saya biarkan mengalir sesuai kehendak-Nya. Saya tidak punya goal apapun di bulan ini.

Okey, Maret awal saya dikecewakan dengan keadaan, yang membuat saya menjalani bulan ini dengan penuh rasa malas. Tidak adanya kejelasan, tidak ada hormat, tidak ada penghargaan dan lain sebagainya.

Seminggu berlalu, saya harus membuat keputusan. Ada beberapa yang harus saya tinggalkan dengan segala konsekuensinya. Di minggu kedua Maret, saya juga memutuskan untuk kembali berjualan. Alhamdulillah warung abang saya semakin hari semakin banyak pengunjung sehingga saya tidak harus mengeluarkan effort lebih untuk promosi.

Semuanya berjalan tanpa rencana, seseorang yang sudah tidak mungkin untuk disapa juga telah kembali. Cerita anak murid yang sungguh di luar dugaan juga membuat Maret ini penuh warna, mengingatkanku kembali ke masa SMP kelas 9 dulu. Project Cerpen 2017 juga semakin seru, bulan ini ada 2 partisipan dari murid cewek dan cowok yang mana pembacanya juga banyak, bulan depan target saya ada 10 cerpen dari mereka. Semoga terwujud. Amin. 

Maret ditutup dengan penuh kejutan. Tiba - tiba disuruh hadir menjadi peserta penyusun naskah soal USBN IPS. 90% pesertanya adalah guru - guru senior, PNS semua, hanya 10 % yang masih honorer, senang sekali bertemu dan belajar dari mereka. 

Hari ini juga ditutup dengan kegiatan yang manis. Program 'Semua Bisa Pintar' Kemendikbud memberi semangat baru, nggak hanya untuk siswa, guru pun termotivasi dari keempat komik itu. Surat dari anak - anak juga isinya seru - seru untuk dibaca. Lalu, malam ini saya mendedikasikan diri menulis raport bulanan, yang mana ada 4 bidang studi lagi yang nilainya belum masuk. Awal April akan disibukkan ngebut nulis nilai sepertinya.

Semoga April lebih menyenangkan, SK APBD segera keluar, anak - anak bisa menjawab soal - soal USBN. Dan semoga rencana saya membuat video wawancara bareng mereka juga kesampaian, semoga bisa terwujud sebelum USBN. Amin.



Selamat datang April :)

Guru Menulis #2

*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca


TA (TANIA, ADIAN)

Tan, kau pramuka nggak ?
Panassssssss
Mentel kali kau, datang nggak ?
Insyaallah

Tania melempar hapenya ke atas tempat tidur setelah membalas Whatsapp dari Lika. Aplikasi cuaca di smartphone Tania menunjukkan angka 34 derajat celcius. Bukan waktu yang tepat sebenarnya untuk beraktifitas di luar ruangan. Sejak pulang sekolah Tania sudah merebahkan dirinya di atas kasur empuknya sambil ditemani deru mesin pendingin ruangan. Tania bukan anak yang manja, berasal dari keluarga yang berada tak lantas membuatnya enggan berpanas - panasan. Yang membuatnya malas mengikuti latihan pramuka kali ini bukan karena cuaca, melainkan karena hatinya yang uring - uringan disebabkan oleh sesuatu.

Tania membaca ulang percakapan dirinya dengan salah satu teman sebayanya, laki - laki, yang merupakan satu sekolah bahkan satu kelas dan anak pramuka juga.
Dia menutup aplikasi Line sambil menghela nafas dalam - dalam. Tania lalu bangkit dari tempat tidur dan mengacak - acak rambut, serta teriak - teriak sendiri di dalam kamar.

'Aaaaaarrgghhhhhhhh, KENAPA JADI KAYAK GINIIIIIIIIIIIIIIII ??????'
Tania menuju kaca hias yang selalu dia gunakan sebelum pergi sekolah, dia ngomel2 dengan pantulan bayangan dirinya sendiri..
Aku harus gimana coba, Adiaaaaaaannnnnnn I HATE YOUUUUUUUUU !!!!!

Tania Sudirman adalah seorang ketua osis di sekolahnya, disegani adik kelas dan diam - diam banyak teman sebayanya kagum dengannya. Kemampuannya berbicara di depan umum juga sangat diacungi jempol untuk anak se-usianya. Tania sudah langganan juara pidato sejak masih berseragam putih merah. Semua guru menyukainya. Bagi Tania semua pelajaran itu mudah kecuali Matematika dan IPA. Bukan karena otaknya tidak sampai, melainkan dari SD dia tidak pernah tertarik dengan bidang study itu. Hal ini sempat membuat guru Matematikanya kecewa, ibu Aris bilang 'Semua guru memuji kamu, tetapi kenapa saya tidak merasa kalau kamu pantas dipuji ? bagi saya kamu biasa saja. ' yang dibales dengan 'hehe' saja oleh Tania.

Di Pramuka, Tania juga termasuk orang penting. Dia menjabat sebagai Pratama Putri. Kepiawaiannya dalam memimpin teman - temannya membuat tugas pembina putrinya sedikit berkurang. Walau tegas tetapi tetap sopan. Banyak kakak kelas dulu yang mencoba mendekati dirinya, tetapi tidak ada yang lolos uji, hati Tania dari kelas VIII sudah tertambat di satu orang, yang sekarang sedang berada satu kelas dengannya.

'Tadi Adian nyariin kau' sapa Lika kepada Tania yang baru tiba di sekolah
'Ngapain dia nyariin aku ?' jawab Tania ketus padahal sedang penasaran
'Meneketehe' jawab Lika asal

Tania melihat Adian sedang duduk di bawah pohon mangga sendiri, sambil menunggu waktu latihan pramuka dimulai, dia membunuh waktu dengan memainkan game dari smartphonenya. Adian melihat ke arah meja piket sekolah, dia terkejut saat melihat Tania sudah berdiri disana dengan menatap dia sangar. Sebenarnya dia ingin bicara dengan Tania, tapi apa daya, Adian hanya berani mencari Tania ketika orangnya belum hadir, kalau sudah di depan mata gini nyalinya langsung ciut.

Latihan hari ini tentang tata cara upacara dalam Pramuka Penggalang. Tania ditugaskan pembinanya untuk mengajari adik - adik kelas, teman - teman sebayanya tetap menjadi peserta, sementara adik kelas menjadi petugas. Tania walau hatinya sedang galau nggak karu - karuan, tetapi dia adalah Pratama ulung, profesional, tidak ada kata tidak fokus bagi Tania kalau sudah memimpin.

'Tan, aku mau ngomong' kata Adian memberanikan diri saat latihan sudah bubar
'Ngomong aja kau, ngapain pake permisi' jawab Tania galak
'Kau kenapanya ?' kata Adian merasa tak berdosa
'Kenapa kau nanya aku kenapa ?' Tania kesal
'Kenapa kau nengok aku macam hantu ? macam musuh ?' Tanya Adian serius
'Kau pikirlah sendiri' jawab Tania yang terlalu singkat padahal sebenernya dia ingin marah - marah ke Adian tapi entah kenapa malah kalimat  itu yang keluar
'Yaudalah kalo gitu, aku pulang dulu' Jawab Adian singkat meninggalkan Tania lebih dulu
Tania menggerutu

Adian dan Tania adalah teman sekelas. Mereka selalu bekerja sama dalam hal apapun, terlebih pramuka. Keduanya adalah pratama di pangkalan sekolah mereka. Selalu menjadi Panitia dan Wakil panitia jika sekolah mengadakan Persami. Keduanya berbakat dalam hal memimpin. Akhir - akhir ini, Tania selalu uring - uringan kepada Adian, disebabkan karena Adian yang tiba - tiba berubah sikap menjadi lebih manis kepada Tania. Sering mengirim pesan singkat, sering menyapa lewat messenger, bahkan tak jarang sering curi pandang kepada Tania. Ini yang membuat Tania bingung harus bersikap bagaimana. Semuanya berawal dari teman - teman mereka yang selalu men-ciyeee ciyee-kan mereka di kelas ketika sedang beradu argumen ketika belajar. Minggu ini puncaknya Adian melihatkan rasa yang lain kepada Tania yang membuat Tania salah tingkah sekaligus pusing tujuh keliling.

'Buk, ini pesan terakhir Adian, aku harus gimana ? Udah ku bales sih, tapi aku nggak mau semuanya jadi bedaaaaaa' curhat Tania kepada guru yang sangat dipercayainya
'Wah wah, gerak cepat kali si Adian ini ya, hmmmm' jawab gurunya yang sama sekali tidak memberi kan solusi
'Jadi gimana buk ? desak Tania
'Kau balasnya terlalu emosi, ya siap - siap aja dia bakal jadi orang yang beda, tapi ngomong2 smsnya dewasa ya Tan, nggak nyangka dia bisa serius gini'
'Wih ibuk lo.....'

Tania merasa nggak ada ngaruhnya curhat dengan guru kepercayaannya, akhirnya dia mengambil laptop lalu menuliskan uneg - uneg yang ada di hatinya. Rinciiiiiiiii sekali dia menulis tentang Adian. Saat kapan pertama kali dia di ciye2-in, saat kapan pertama kali tugas bareng, pertama kali Adian mengirim sms, sampai pertama kali Tania tahu kalau diam - diam Adian menyimpan foto profil fb nya Tania, dibagian ini dia senyum - senyum menulisnya karena Tania langsung teringat momennya. Ah, maniiiiiiis sekali, sampai pada hari itu, tatapan itu dan pernyataan itu, semuanya jadi berantakan. Beda. Aku benciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.

Tania menghela nafas dalam - dalam, dia lalu menutup laptop dan untuk pertama kalinya seorang Tania harus mengeluarkan air mata demi urusan hati yang kacau dibuat seseorang. Tania yang terkenal galak, akhirnya malam itu menyerah kepada bantal, dia menangis sekencang - kencangnya dengan menjatuhkan mukanya di atas bantal agar teriakannya tidak terdengar oleh ibunya.

Adian brengsek ! gerutu Tania yang tidak terima kenapa dia bisa sampai menangis.
Tetapi hati tetaplah misteri, dia benci sekali mengingat Adian malam ini, tetapi anehnya dia juga sangat rindu. 'Kau lagi ngapain Adian ?' tanya Tania dalam hati sambil menatap smartphonenya yang terletak di atas meja belajarnya. 'Aku rinduuuu' keluh Tania.

Murid Menulis #3


*Project cerpen 2017. Satu bulan akan ada dua cerpen sumbangan dari saya dan murid pilihan saya. Tayang setiap akhir bulan di blog ini. Selamat membaca

MERASA KEHILANGAN SETELAH DIA BENAR-BENAR PERGI

Assalammualaikum  wr. wb dan selamat malam semua.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Bu Indah Ikalaraii yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menceritakan kenangan tentang seseorang. Tema tulisan ini di request sendiri oleh Buk Indah (biar abadi katanya), serta tulisanku ini juga sebagai media perantaraku untuknya, yang mungkin dia belum sepenuhnya tahu bagaimana sebenarnya perasaanku kepadanya.

Aku menulis ini di malam hari, tanggal 23 Maret 2017. Keadaanku malam ini lagi galau segalau - galaunya orang galau (biasa la ya lagi puber). Ceritaku ini tentang cara aku mengenal dirinya secara singkat, karena kalau secara panjang lebar nanti kalian bosan.

Aku mengenalnya sejak masuk SMP, kelas 7 kami sekelas, dan hubunganku dengannya biasa aja dan aku pun gak terlalu mengenalnya karena waktu itu belum ada ketertarikan dengan sifatnya. Lanjut ke kelas 8, aku masih sekelas juga dengannya. Kami mulai akrab karena kami sama - sama masuk di organisasi favorit sekolah, dan bisa dibilang kami orang penting diorganisasi itu, hehe.  

Aku sering kalau lagi tugas bawel kali suka marah - marah aja kerjanya kayak ibu kost yg minta tagihan bulanan gitu lah, untung aja dia udah stel telinga tebal - tebal jadi budek kalo aku marahin. Aku juga pernah boncengan sama dia, itupun karena terpaksa  sebab kami harus bertanggung jawab atas hilangnya fasilitas sekolah sehabis kami mengadakan acara. Karena nama kami inisialnya sama, kami juga kalau ujian duduknya selalu belakangan, tepatnya aku dibelakang dia. Sering kalau pas ujian, jika masing - masing dari kami sudah selesai menjawab soal - soal, kami gunakan sisa waktu ujian untuk ngobrol berdua (secara pelan2 pastinya) dan menceritakan hal - hal yg positif seperti tentang sekolah, pelajaran, dan lain - lain. Kalau nggak salah tanggal 21 April 2016 aku pernah menjalankan tugas dan dia tepat diposisi sebelah kiriku, yah terjadilah ejekan pilih kanan atau kiri #ehem.  Banyak lagi sih, cuma udahan deh, nanti dia besar kepala pula kalau tahu aku begitu mengingat semua tentangnya......

Lanjut ke kelas berikutnya.
Yapsss....kelas 9 dan masih dengan situasi yang sama, aku juga masih satu kelas dengannya. Nah, di kelas ini baru banyak momen - momen yg susah untuk dilupakan. Dan jika aku teringat pasti rasanya hatiku ini campur aduk. Awal masuk di kelas ini keadaanku lagi down banget, aku cuma fokus untuk belajar, belajar, dan belajar. Tapi ya nggak juga sih, kadang masih suka wifi-an juga. Awal kenanganku sama dia, aku pernah cari tempat bareng untuk anggota kami berteduh, yah, hanya aku dan dia, tapi awalnya sih bertiga karena satu orangnya lagi sibuk dengan urusan lain akhirnya hanya ada aku dan dia. Trus juga aku pernah mempercayakan dia untuk menjaga jam tanganku waktu kami ada acara di luar daerah, dan untungnya muat ditangannya. Pas waktu mau bertempur, aku memakai jam tangannya karena jam dia ada stopwatchnya.

 Oiyah,waktu dia ulang tahun bulan 10 kemarin, aku nyesel banget waktu itu aku ngucapinnya cuman sekedar aja, cuma kata - kata ciyeee, ulang tahun diaaa kemek - kemeklah (btw, kemek2 itu artinya makan - makan),  dia cuma ngasih jawaban senyum. Kesel deh. Aku juga pernah duduk 1 meja dengannya, karena waktu itu lagi ujian pelajaran yg kusuka dan kebetulan di acak duduknya, gurunya jahil deh, tapi aku seneng.

 Dia juga sering nge-chat aku, masih inget banget pas libur sekolah mau tahun baruan kemarin, coba deh kalau kamu (orang yang aku maksud dalam cerita ini) sedang baca tulisan ini, kamu buka messenger deh, lihat obrolan kita dari awal sampai akhir, banyak hal yg kita obrolkan dan ku akui seru dan gak membosankan. Dari obrolan tersebut aku ingat dia nanya - nanya masa kelamku, dan tanya2 soal orang yang aku suka, dan otomatis aku harus bertanya gantian dong tentang orang yang dia suka, dan inti dari jawabannya Dia akan memperhatikan dulu orang yang dia suka, tapi katanya dia sudah yakin nggak bakal diterima, karena katanya mustahil.  Dulu sih aku nggak ngerti apa maksud mustahil itu.

Aku juga pernah meminta temanku untuk memvideokan kami sewaktu sedang memimpin sebuah rapat, dan sekarang masih ada videonya, sama Bu Indah kalau nggak salah. Dan seiring berjalannya waktu, banyak berbagai ejekan muncul dan mulai menyebar ke orang - orang. Trus juga kalau dia sedang tidak ikut keluar kota bersama kami, sering aku dipaksa untuk berkomunikasi lewat video call oleh teman - temanku, aku sih sering nggak mau, dan dia juga nggak mau sih, aku nggak mau karena aku malu aja melihat mukanya muncul selebar layar, malu mau ngomong apa, hehe, aku cuma nitip pesan ke dia aku minta doanya supaya aku sukses dalam memimpin tugas.

Kami juga sering ngobrol, tapi obrolan yang penting paling beberapa kata, selebihnya hanya becanda, dan pernah aku meminta nasihat tentang bagaimana caranya bisa Percaya Diri saat tampil di depan umum, kalau dia sering nanya - nanya samaku tentang tips juara dan tentang belajar. Dia juga pernah bantu aku pada saat aku kesulitan menyelesaikan tugasku, dia juga pernah kerumahku karena waktu itu aku belum punya laptop sehingga aku harus minjem laptopnya untuk menyelesaikan tugasku. 

Dan sekarang aku bingung dengan sikap dia akhir - akhir ini, dia nggak seperti yang dulu, cuek dan gak peduli samaku. Sekarang dia berubah menjadi manis, aku bingung. Contoh perubahannya waktu aku suruh dia melas untuk minta jawaban waktu UTS kemarin. Aku nggak nyangka ternyata dia nurutin kemauanku, dia beneran pasang wajah melas, hahaha. Dan waktu aku marah karena aku merasa dimanfaatin, dia dengan lembut bertanya (manggil namaku) kau kenapanya? wuihhh klepek - klepek dengernya, karena dia nggak pernah gitu sebelumnya, ah udah kayak orang gila aku hari itu :(

Trus juga dia pernah tumben - tumbenan pulang sekolah sms aku, alasannya pas ku tanya 'karena nggak ada kawan' dan dia juga bertanya - tanya tentang pendapatku untuk orang - orang yang pacaran beda keyakinan, serta banyak lagi perubahan yg dia lakukan. Dan akhirnya aku tau mengapa dia bersikap seperti itu kepadaku. 

Kemarin itu aku sempat dinasehati guru untuk jaga jarak dengannya, tanpa sadar, pulang sekolah aku langsung mengirim pesan ke dia panjang lebar, aku bilang agar kami membuat jarak satu sama lain. Ternyata balasan pesannya juga nggak kalah panjang, dan isi pesannya sempat membuat jantungku berhenti sebentar. Isi pesannya mengatakan bahwa dia gak bermaksud untuk manfaatin aku, apalagi orang sepertiku nggak mungkin bisa dimanfaatkan, dan nggak diduga - duga dia juga mengungkapkan perasannya kepadaku selama ini, perasaan yang katanya sudah lama dipendam. Dia nggak pernah mau bilang karena takut merusak keadaan, sekarang aku paham dengan kata - kata Mustahil dia dulu :(

Aku menghela nafas panjang,  setelah siang itu, setelah kami berbalas pesan, aku berfikir mungkin dengan menjaga jarak adalah keputusan paling baik untuk aku dan dia. Awalnya aku hanya menganggap itu semua lelucon, masak iya dia menaruh hati samaku? Emangnya apa kelebihanku yang membuat dia suka samaku? Dan sejak kapan? Pertanyaan itu yang terus menghantuiku, karena yang ku tahu aku pernah bilang ke dia kalau aku ini cewek yg lebay + bawel + cerewet + suka marah2 +++lah tapi dengan begitu biasanya orang penasaran, waktu aku bilang gini apa coba jawaban dia ? Katanya tapi aku kok nggak penasaran yah,  huuuhh...pengen ku pites rasanya dia, tapi ya gitulah dia, kadang nyebelinnya minta ampun, tapi ngangenin, hiks.. Dan aku harus menjawab ungkapan perasaannya, intinya 'kami harus menjaga jarak, karena semuanya nggak mungkin'. Aku tahu pasti dia sakit hati, tapi ya gimana, aku mengerti perasaannya, aku lakuin itu semua untuk kebaikan nama baik kami bersama, aku nggak berniat untuk menyakitin dirinya. Akupun bingung harus ngelakuin apa besok di sekolah, semua hal yang mau ku lakuin yang berhubungan dengannya rasanya canggung. Dan besok aku harus gimana ? Biasanya di kelas aku nyanyi kuat - kuat, bertingkah lebay, dan besok aku nggak berani berbuat apa - apa semua rasanya canggung, Oh My God, tolong akuuuuuuuu :'(

Kalau boleh jujur, aku itu suka banget dengan kepribadian dan sifatnya yang bijaksana serta bertanggung jawab. Trus yang membuat aku lebih kagum dengannya itu, dia orangnya udah punya tujuan hidup yang jelas, planning hidupnya sudah dibuat dari sekarang sampai nanti dia dewasa, dia  juga siap banting setir mengambil keputusan lain jika ada hal yg nggak memungkinkan, kayak soal sekolah misalnya, dia maunya dimana, orangtuanya maunya dimana. Pokoknya dia beda lah sama teman laki - lakiku yang lain. Tapi kalau naruh perasaan ke dia kayaknya enggak mungkin, malah nggak pernah kepikiran karena memang nggak mungkin, akupun tahu kalau semuanya itu mustahil seperti minyak dengan air, dengan cara apapun pasti kami nggak akan pernah bersama. 

Kenapa coba dia harus ungkapin itu ? Kalau dia bisa menahan sedikit aja sampai nanti selesai UN kan mungkin aku akan biasa aja karena kami nggak bakal ketemu lagi, trus juga hubunganku saat ini sama dia pasti baik - baik aja kayak biasanya. Dan besok adalah hari pertamaku yg serasa membingungkan serta dilanda kesunyian. Awalnya aku masih nggak percaya jika aku bisa galau begini cuma gara - gara dia. Dan UTS kemarin mungkin akan menjadi kenangan ujian terakhirku bersamanya, mungkin ujian - ujian besok, kami akan seperti orang yang nggak kenal. Bakalan rindu banget kalau teringat momen lucu waktu dia nggak sengaja nginjek kakiku pas kami ujian semeja bareng :(

 Aku minta maaf apabila selama ini aku pernah berkata kasar yang bikin kau tersakiti. Aku terkenal galak tapi entah kenapa aku bisa nulis ini semua. Terima kasih sudah menjadi kenangan yang sepertinya akan sulit kulupakan. Yasudahlah, waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 wib, aku harus tidur, dan bersiap - siap besok akan menjalani hari - hari yang pastinya sangat ku benci karena sudah tidak ada dirimu lagi. Selamat tidur dan '0k good night' (kata terakhir yang selalu kau kirim ke aku jika kita selesai berbalas pesan, malam ini aku rindu kata2 itu :(

23 Maret 2017


AKU                                                              


Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.