#HighLight2016

Di penghujung tahun ini, marilah sejenak kita refleksi ke 364 hari ke belakang. What did we do ? 

Januari
Bulan ini, bulan dimana aku lagi semangat2-nya mengajar. Menyuruh anak - anak membuat resolusi mereka masing - masing, dan kami bermain drama. Materi di bulan ini adalah Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, jadi mereka aku rekamin satu per satu dan ku aplud di yutub....yang terbaik dramanya sih dari kelas VIII-1 ya, mereka total dalam bertugas, dan kalo dilihat lagi mereka pada masa itu, ya ampun, bocah banget.....beda sama yang sekarang.


trus juga bulan ini ponakan pertamaku lahir, tepat tanggal 11 Januari, kece banget la...ada lagunya cuy, ntar dia gede pasti bersyukur lahir di tanggal ini. Dan ponakanku ini buat aku insecure, ntar aku punya anak bakal seganteng dan seputih dia nggak ya...????

Februari
Jadi di bulan ini aku bener - bener rajin buanget. Rumahku sama sekolah itu cuma berjarak 50 meter, kami masuk itu 07.45 wib jadi kalo aku berangkat 07.15 wib pun nggak ada masalah. Bulan - bulan ini, aku menjadi penghuni sekolah pertama. Tapi ini hanya bertahan sampai Maret, aku masih inget, April awal ada guru ips baru, trus kami berbagi jam, yang terjadi adalah, aku les pertama selalu kosong, jadiiiiii #GerakanJam7SampaiDiSekolah berakhir. Bye bye...

Maret
Bulan yang seru, bulan yang menjadi cikal bakal aku dekat sama anak - anakku sampai sekarang. Bulan ini kami kemah LT-II kemah pertama kami yang memiliki banyak kenangan. Bulan ini juga setahunnya aku menjadi guru di SMP N 2 Kampung Rakyat. Hehe

April
Kalo Maret bulan yang seru, kalo April ?
April adalah bulan yang keren. Di bulan ini ada satu kegiatan pramuka yang mendongkrak semangat dan popularitas kami. Tulisanku tentang kegiatan ini juga sudah mendapatkan pembaca lebih dari 700 views hampir menyentuh 1k, wow. Biar beneran nyentuh, silakan klik link ini ya >> #KELOPAK2016
Mei
Mei adalah bulan perpisahan sekaligus pengalaman baru. Di bulan ini dilaksanakan perpisahan kelas IX, dan setelahnya dilaksanakan perpisahan pramuka untuk dewan penggalang. Pengalaman barunya, saat momen jurit malam pas perkemahan, disinilah saya untuk pertama kalinya tengah malam duduk - duduk di hutan dan mendengar suara ketawa dari apa yang mereka bilang; kuntilanak. Serem serem seru, dan nagih. Cerita lengkapnya silakan dibaca disini >> Persami dan Pelepasan Dewan Penggalang

Juni
Bulan ini cukup spesial karena masih bertemu dengan ramadhan. Kegiatan di bulan ini hanya buka bersama dan nerima raport. I have no stories on my blog for this month.

Juli
Bulan - bulan ini banyak yang menjadikan warung abangku sebagai tempat buka bersama. Ada beberapa alumni yang merayakannya, dan yang paling saya ingat (karena mereka yang paling niat dan aku didaulat ngasih kata sambutan) adalah alumni 2009. Anggotanya banyak....

dan bulan ini juga lebaran, momen kebersamaan pertama dengan anak - anak saat halal bihalal bareng, aku nggak tahu apakah lebaran 2017 akan sehangat ini atau tidak..

Agustus
Bulan ini didaulat menjadi pembaca Undang Undang Dasar pada perayaan 17 Agustus 1945 yang ke-71. 

and then....bulan ini juga kami merayakan Hari Pramuka ke-55, kemah hari pramuka adalah kemah pertama saya menjadi panitia dan menjadi pembina upacara, berkesan, seru, dan memorable...

September
Bulan ini juga diisi dengan kegiatan pramuka. Bulan ini aku berangkat pelatihan KMD (Kursus Mahir Dasar) Guru SMP Angkatan 1 di Cadika, Pakam, Sumut. Banyak dapet teman baru, pengalaman baru, dan pulang - pulang sudah sah jadi pembina pramuka, hehe...

dan setelah pulang pelatihan ini, di sekolah aku juga dilantik menjadi Pramuka Pandega, tapi ada kekeliruan sedikit, secara umur asli aku memang masih Pramuka Pandega, tapi secara administrasi aku sudah Pembina, jadi.....aku disuruh milih, mau jadi Pandega atau Pembina, aku memilih Pembina ☺

Oktober
Bulan kelahiran. Bulan - bulan ini sibuk persiapan Perkemahan Compas. Jadi 12 hari sebelum 12 Oktober itu pusing melatih Senam Tongkat Pramuka. Sampai ke tanggal 12 Oktober terjadilah momen seorang guru diceploki telor sama anak muridnya...

..pokoknya kalau di masa depan aku jadi bu menteri atau bu kepsek, yang nyeplok telur ke kepalaku dan nyiram tepung mereka pasti bangga banget la....yakali guru digituin. Tapi ya i don't mind, tahun depan nggak bakal dapat momen seperti itu lagi.....video sore itu udah ku aplud ke yutubku, video favorit sepanjang 2016, love you guysssss :*
ini juga foto sewaktu dirayain di kelas....

dan ini kenangan kemah terakhir di 2016


November
Highlight bulan ini hanya Hari Guru ke-71 saja, selebihnya biasa...

Desember
Bulan ini kami mendapat kesempatan mengikuti #BelaNegara . Entah kenapa aku suka sekali sama momen disini, begadang bersama anak murid. Dan bulan ini juga penerimaan raport, merasakan sibuknya nulis raport dan me-rank-ing.

Photo of the month, saya suka sekali melihat diri saya disitu, haha

Okey, selesai sudah refleksi 2016, tahun ini ada 25 postingan. Highlight tahun ini sebenernya ada di Pramuka. Aku nggak tahu kalo aku nggak ikut pramuka cerita tahun ini bakal seseru ini atau tidak. Yang pasti tahun ini banyak kenal orang baru dari pramuka. Makasih Pramuka. Makasih 2016.

Tahun depan bakal lebih keren sepertinya. Tahun depan umurku mencapai seperempat abad, 25 cuy, harus disambut dengan seru itu. Masih belum ada niat buat menikah tahun depan. Tahun depan juga kegiatan Pramuka keren - keren. Salah satu diantaranya ada LT-III, semoga kami mendapat tiket di LT-III untuk berangkat ke LT-IV, semoga juga kami bisa lolos sampai LT-V. Amin sejuta amin ya Allah. Itu bakal jadi prestasi yang membanggakan di 2017 kalau beneran terjadi.

Tahun depan juga adalah tahun perpisahan, saya akan ditinggal oleh mereka, bakal sedih banget pisah sama mereka. Sudah saya bayangkan harunya ketika melepas mereka menjadi Dewan Penggalang nanti :'(

Setelah mereka mungkin saya membatasi dan menjaga jarak dengan anak murid. Nggak bakal sedekat seperti sekarang ini. Seru sih, cuma banyak makan hatinya. Jadi lebih baik biasa - biasa saja.

Dan semoga tahun depan bisa ngasilin duit dari nulis. Blog ini sudah ku daftarin adsense, cuma belum di respon sampai sekarang :(. Doain di accepted ya, siapa sih yang nggak mau gajian dari google ☺ Amiinnnn,

Dan kepada 2017, saya nggak minta kamu untuk lebih keren dan lebih hebat. Saya yang akan berusaha menjalaninya lebih baik. Apapun yang kamu kasih tahun depan, mau jatuh, gagal dan sakit, semoga saya bisa melaluinya dengan pikiran positiv. Kalaupun saya harus bahagia terus, bangga, semoga saya tidak menjadi orang yang tinggi hati.

Selamat tahun baru.

Tentang Jerman

Dari tadi malam kegiatanku marathon film, dari Jilbab Traveler sampai siang ini nonton Rudy Habibie. Bosen banget dah di rumah, sumpah. Sebenernya sudah lama thumbnail Rudy Habibie itu memanggil - manggil di dasbor youtube, tapi baru tadi siang berniat untuk meng-klik linknya.

Ngomongin Rudy Habibie aku nggak ngomongin nasionalisme ya, bukan juga ngomongin review filmnya, aku nulis ini cuma mau bilang aku makin ngepeeeensssss sama Jermaaaaaaannnn.

Okeoke, ku kasih tahu dulu ya....jadi semester kemarin materi IPS kelas IX itu tentang Perang Dunia, yah you know lah bicara Perang Dunia nggak mungkin nggak berbicara tentang Jerman. Ada satu materi yang membahas tentang Nazi, which is Hitler tokoh penting di dalamnya. Jadi sewaktu materi ini sedang berjalan, model pembelajaranku itu ku buat sistem diskusi. Mengingat akan mendapat pertanyaan - pertanyaan absurd dari anak - anak, aku juga mempersiapkan diri di rumah dengan melihat video - video sejarah, searching materi di internet, dan googling kata2 yang aku nggak ngerti artinya.

Nah, semakin aku mencari tahu tentang Jerman, semakin aku penasaran dan semakin kagum. Hitler terkenal dengan tokoh dunia paling kejam, dia sudah membunuh ribuan manusia. Tapi berbekal googling kita juga tahu sisi baiknya Hitler, kita tahu lewat terjemahan buku Mein Kamf (Perjuangan Saya). 

Penasaran dengan Jerman, penasaran dengan sejarah Tembok Berlin, dengan Ras Aria, membuatku terus dan terus mencari tahu sampai akhirnya bertemulah aku dengan vlog-nya Gita Savitri Devi. 


Pernah nggak sih kalian lagi sukaaaaaa banget sama sesuatu, trus nyari tahu dia sampai kemana - mana, pas nemu sumber dari rasa ingin tahu kita rasanya happy banget ? Itu yang ku rasain pas nemu vlog-nya Gita ini. Dia gambarin Jerman itu jelas banget men, rinci, apalagi dia bawainnya dengan gayanya yang jutek dan judes, makin penasaran tahu nggak, makin merasa 'Isss Jerman berkelas banget ya'.

Berkat Gita, aku menilai Jerman itu sebagai 'The Character Building Country' negara tempat orang - orang membentuk karakter pribadinya. Video yang ku skrinsut di atas itu adalah videonya Gita jelasin ke penonton yutubnya semua hal tentang Jerman. Dan aku sebagai orang yang ngepens sama negara ini cukup envy menontonnya, pengen ngerasain cuy.

Banyak sebenernya mahasiswa - mahasiswa Jerman yang ngevlog juga, tapi entah, aku memilih Gita sebagai sumber referensi paling favorit. Orangnya cerdas dan berkarakter, cantik pula, jadi kalo lagi nonton vlognya aku merasa butiran debu.

Soooooo, apa ya hubungannya sama Rudy Habibie ?
Di film, ada beberapa dialog yang bertanya ke Rudy, 'kenapa Bahasa Jermanmu bagus ?' atau 'kenapa kamu bisa berbahasa Jerman ?' ketika mendengar itu aku langsung inget vlog si Gita yang membahas tentang bagaimana susahnya di semester - semester awal dia ikut perkuliahan. Dia bilang, 'kuliah di Jerman itu susah men, selain lu harus mengerti materi pelajarannya, lu juga harus ngerti bahasanya, karena dosen - dosen itu nggak pakai bahasa inggris', intinya di tahun awal perkuliahan, dia bener2 jungkir balik lah buat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dia juga bilang bagaimana bedanya sistem pendidikan di Jerman dengan di Indo, dan yang paling ku suka dari reviewnya tentang Jerman adalah nasehat pamannya untuk dia 'Git, kalo kamu lulus dari Jerman trus dapet ijazah, ijazah itu hanya kertas Git, bukan ijazah itu yang penting. Yang paling penting itu kamu sudah tumbuh menjadi orang yang beda, yang lebih baik lebih hebat, lebih berkarakter dari semula kamu datang ke Jerman'. dan entah kenapa, aku yang denger aja terinspirasi apalagi si Gita.

Gara - gara Rudy Habibie secara nggak langsung aku jadi mereview vlog-nya si Gita disini. Gapapa juga sih, dia perempuan seumuranku yang sangat inspiratif. How lucky you are, Gita !! Terima kasih orang sekeren kamu mau nulis dan ngevlog di sosmed, walau lu jutek dan judes tapi swear deh aku nagih dengan tulisan dan cerita - ceritamu. Tetaplah menginspirasi.

#BelaNegara

Disuatu malam, hape saya berdering, terlihat nomor baru tertera di layar. Sebagai orang yang sudah sering dijodoh - jodohkan, saya agak males menerima telpon dari nomor yang tidak dikenal, jadi saya abaikan nomor baru yang menelepon saya malam itu. Ternyata nomor itu milik Kak Hendar, beliau mengirimi saya pesan yang berbunyi 'Indah, ini Kak Hendar, kalau ada waktu kabarin ya, pengen ngobrol' saya sehabis membaca pesan itu langsung 'what ? ngobrol ? gue salah apalagi daahhhh' ku ingat2, aku ada ngapain ya akhir - akhir ini sampai Kak Hendar pengen ngobrol ? Orang dewasa kalau mau negur kan kayak gitu bahasanya.

Malam itu saya tidak memiliki pulsa. Besok pagi di sekolah saya bilang ke Pak Mugi kalau Kak Hendar menelpon dan mengirim saya pesan, ternyata Pak Mugi sudah tahu kenapa beliau menelepon dan menceritakan semuanya ke saya. Aaahhh kirain aku ada salah apa, sempat deg - deg kan.

Singkat cerita, ternyata ada pemilihan Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Bela Negara, saya dan Pak Mugi diminta untuk menjadi pengurus di bidang Pendidikan. Saya oke2 saja, dan mohon perhatian fokus tulisan ini bukan ke pengurus ya, melainkan ke anak - anak saya yang diberi kesempatan untuk tampil diacara penting tersebut. Sebelumnya terima kasih banyak ya untuk Kak Hendar dan kawan - kawan yang sudah mempercayakan anak - anak untuk mensukseskan acara ini.

Jadi intinya, terpilihlah 9 orang Paskib dan 16 orang Paduan suara untuk tampil diacara itu.
Selasa, 20 Desember 2016 setelah maghrib kami dijemput Bus Pinang Indah menuju penginapan di daerah Desa Asam Jawa Kampung. Kami diberi 4 kamar untuk Putra dan Putri yang jumlahnya 25 orang. Malam itu untuk pertama kalinya kami tidur bareng tidak di tenda.

Hal yang kami lakukan sepanjang malam adalah: Cerita Hantu.
Oke, yang diberangkatkan ini kan anak - anak Pramuka ya, jadi kami sudah sering tidur bareng tapi baru kali ini tidur bareng yang kelihatan mukanya. Biasanya masuk tenda, yaudah tidur, dilarang main hape ataupun cerita - cerita lagi. Jadi malam Rabu kemarin, kami layaknya teman satu geng yang sedang tidur di rumah salah satu dari kami dan kami habiskan untuk bergosip. Yaps, nggooosippp, dari mulai bahas si A sampai membahas hantu - hantu yang ada di rumah Wisda. Random sih tapi seru. Sekitar pukul setengah dua kami baru memberhentikan kegiatan yang tidak berfaedah itu. 

Paginya bangun2 aku masih ngantuk, sambil ngulet2, geser sana geser sini sampai akhirnya aku memutuskan untuk mandi. Setelah mandi semuanya sibuk memakai seragam yang sudah ditentukan, lalu kami dandan....

Selesai dandan, kami langsung sarapan dan latihan - latihan sebentar sebelum di pick-up menuju hotel.
Setelah sampai di hotel, kami ya foto - foto dulu la, hehehe
saya yang mana coba ?
Paskibra terpilih
Acara dimulai sekitar pukul 10.30 wib, dengan materi tentang #BelaNegara dan pemateri terdiri dari beberapa pengurus Dewan Pimpinan Wilayah. Super ngantuk men pas acara ini, lu kurang tidur dan paginya duduk di ruangan ber-AC ? Kelar deh mata lo...

Setelah selesai, lanjut break ISHOMA sampai jaaaaaaaaaam 14.30 wib. Yes, ngaret abis.
Acara inti, dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri dan Maju Tak Gentar yang dibawakan oleh Paduan Suara dari Spendukara. Lalu lanjut kata sambutan oleh Dewan Pimpinan Pusat, Pak Jenderal Sony Santoso, lalu pelantikan kami, cailah....
Sekali lagi, saya yang mana ???
perdana masuk koran
Nah, setelah pelantikan ini tampillah Paskib kebanggaanku, hehehe, keren banget la anak - anakku kemarin dilihat orang - orang penting, ini pengalaman yang sangat sangat berharga untuk mereka.....
hanya bisa skrinsyut
Sindi Pramesti sebagai Pembawa Bendera, Fery Andrian sebagai Danton. Pasangan yang serasi.

Setelah prosesi ini, kami semua lega karena usai sudah menunaikan kewajiban dengan sangat bagus, dan bersiap - siap untuk pulang. Siang itu saya haid, dan senggugutan, jadi iya tak iya yang mengikuti acara itu :(

Acara selesai, kami berfoto - foto ria, berfoto sama Pak Jenderal tapi fotonya masih sama Kang Fotografer, belum diminta softcopynya...
#TimPaskibra
#TimPaduanSuara
Kalau melihat kedua foto di atas, saya berfikir: dulu saya SMP ngapain ya ? kok anak - anak ini masa2 SMPnya enak - enak kali.
Pertanyaan untuk foto ini: Siapakah sebenarnya yang berfoto sama artis ?
Mana guru mana murid ?
eksis with GoPro
bersama Vontinesa Amanda
Kece badaiiii
dan yang terakhir..
ngAlay di Lift :D
Jadi pertanyaannya, apa yang didapat setelah acara itu ?
Nah ini pertanyaannya subjektif ya, masing - masing dari kami pasti memiliki jawaban yang beda - beda. Kalo dari saya sih, diawal2 kepemimpinan Pak Jokowi, sudah beredar hestek #BelaNegara dan pada tahun 2015 sekolah kami kedatangan petinggi TNI guna mensosialisasikan pentingnya #BelaNegara. Jadi saya sudah paham arahnya kemana, ketika dilantik menjadi Sekretaris di Komisi Diklat dan Pembelajaran pun saya oke2 aja karena ada kaitannya sama pekerjaan saya. Nah, kemarin ketika Pak Jenderal usai memberikan materi dan membuka sesi tanya jawab, sebenarnya saya ingin bertanya 'Pak, kita tahu setelah Pilpres 2014 masyarakat kita terpecah menjadi dua kubu. Bahkan sampai hari ini masih ada yang tidak terima bahwa Presidennya adalah Pak Jokowi. Bagaimana kita harus mengajak orang2 seperti untuk membela negara sementara dia sendiri membenci kepala negaranya ? Pertanyaan itu hanya saya ajukan ke Pak Mugi, saya males tunjuk tangan karena saat itu sedang senggugutan.

Pukul 17.00 wib kami keluar hotel, dan di pick-up bus menuju penginapan kami. Anak - anak makan dan sholat Ashar dulu, setelahnya baru kami pulang menuju rumah masing - masing. Ketika kami naik bus ini, belum heboh 'Om Telolet Om'. Kami tahu kehebohan klakson bus setelah sampai rumah. Tetapi kalau sudah heboh pun kami tetap kecewa, karena bus yang kami naiki ini tidak mempunyai klakson, padahal klakson bus yang lagi ngehits itu adalah klakson khasnya Bus Pinang Indah. Ah, tak rezeki....

Gajian

Setelah melewati masa - masa kritis; kerja iya, diupah kagak, akhirnya hari ini cair juga.
Yaps, kami dari bulan September baru inilah gajian, itupun yang cair hanya 3 bulan, dikurangin pulak jumlahnya, huhuhu. Dari yang per les kali 50rb, sekarang jadi kali 20rb, pening la mau liburan pake apa. Ngangkrak di rumah.

Selain gajian, hari ini juga nerima rapot. Aku yang semester ini mendapat tugas sebagai wali kelas, akhirnya merasakan juga rasanya membagikan rapot sama anak - anak. Dulu sewaktu menjadi siswa selalu deg - deg kan namanya ada diurutan ke berapa akhirnya hari ini aku yang membuat mereka deg - deg kan. Seruuu.

Tapi ada satu yang menarik perhatian. Datang dari kelas unggulan Spendukara. Miftah yang empat semester berturut - turut selalu berada di peringkat pertama sekaligus juara umum, hari ini harus menerima kenyataan kalau dia harus berada di posisi ketiga. Perbedaan nilai hanya terpaut 1 angka saja, itu kelas emang benar - benar superrrrrrr.

Untuk Indah sang juara 1 sekaligus umum saya akui nilai IPS dia memang naik drastis dari kelas 8 kemarin. Semester ini namanya selalu berada diurutan atas, bahkan UAS kemarin dia top score dari 50 soal, hanya salah 2. Saya angkat topi.

Untuk Rizky yang dari peringkat 4 naik ke 2, posisi itu memang layak untuk dia. Sama saya belum pernah dibawah 90 nilai rapotnya, semester kemarin saya masih terkesan dengan jawabannya untuk pertanyaan Hitler.

Dan untuk Miftah, nah ini yang menarik, gimana rasanya dari juara umum bisa turun ke posisi 3 dengan beda nilai hanya 1 ?
Miftah ini sehari - harinya bisa dibilang selalu sama saya. Hanya dia lah yang termasuk orang - orang pintar yang memilih bertahan dan tetap aktif di Pramuka. Bagi saya, dengan semua kesibukan yang dia jalanin, dengan ke-profesional-an dia membagi waktu antara belajar dan berkegiatan, dia termasuk orang2 yang beruntung. Berprestasi sekaligus berpengalaman. Bagi saya anak ini tumbuh dewasa sudah melebihi usianya. Pengalamannya dalam memimpin, mentalnya, jauh diatas teman - teman sebayanya. Saya beritahu dia jangan berkecil hati, sesungguhnya dia patut berbangga atas dirinya sendiri masih bisa berprestasi dengan banyaknya kegiatan. Jangan melihat keburukan hari ini dan menghilangkan keindahan - keindahan kemarin.

Dan untuk anakku, selamat untuk Tia Miranda Sirait, Riska Wahyuni dan Juriani yang berhasil masuk 3 besar. Tetap semangat, tiru kompetisi kakak - kakak di kelas IX-1 supaya memotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
juara 1 dari kiri ke kanan
Dan kabar gokilnya lagi, Gendowor berhasil meraih juara 1 kelas di kelas IX-4 hahahaha, sungguh ini berita yang luar biasa, kabarnya sewaktu dia pulang mamaknya menangis terharu di rumah, dan saya pun langsung berniat mentraktirnya makan siang sebagai bentuk apresiasinya, hahaha.
ber-empat
itu Gendowor
habiskan saja satenya, gurunya abis gajian
Setelah makan - makan, kami memutuskan untuk mandi - mandi, tapi eitsss...saya nggak ikutan, hehe
gaya duluuu
with Huan dan Gendowor
with Wulan dan Huan
mengulang masa kecil pokoknya
seruuuu
Setelah mandi kami pulang ke rumah masing - masing. Selamat berlibur ya semuanya. Setelah ini akan ada postingan tentang acara #BelaNegara yang kami ikutin kemarin trus ada postingan tentang #Highlight2016. Pantengin terus ya, see youu !!!

Pulang

Kalian pernah nggak sih nangis sesenggukan ketika sholat ??

Tadi malam aku ngetwit seperti yang tertera di gambar.
Akhir - akhir ini banyaaaaaaakkkkkk kali pikiran, kejadian2 yang semuanya ku simpan sendiri. Puncaknya kemaren sore ketika aku di usir dari sekolah tetangga dengan alasan nggak bawa uang. Aku masih merasa dihina sampai sekarang. Itu puncak aku sakit hati, kesal, sesak, yang membuatku nggak bisa tidur karena nggak ada teman tempatku bercerita.

Begitu Sholat Maghrib tadi, semuaaaaaanyaaaa aku ceritain sama Dia sampai aku nangis sesenggukan, mukena basah dan mataku sembap. 'Why he did to me, ya Allah ????' kenapa dia kayak menabuh genderang perang ??? Kenapa dia harus mengusirku ???? Kenapa aku sampai punya alasan yang kuat untuk benci sama sekolah itu ??? Kenapa harus masalah yang ini aku sampai nangis2 dihadapanMu ?? Kenapaaaa ???? Masalah hidup terlalu banyak tetapi kenapa harus momen ini yang membuat hamba sampai 'pulang' kepadaMu ?

Aku masih ingaaaaattttt kali pertama kali aku nangis2 gini di hadapan Dia saat aku ditempatkan PPL di Kabanjahe. Disitu aku merasa menyesal, kenapa aku nggak ngambil daerah yang sama dengan kawan2 satu geng ku ?, kenapa aku harus kesana ?, gimana nanti kalo aku jadi minoritas ?, gimana nanti kalo nggak betah ?, dan gimana2 yang lainnya. Untuk mendapatkan momen menangis sambil berdoa itu nggak bisa setiap saat. Aku pernah kesal kali sama keadaan, ngadu juga sama Dia, mau nangis tapi nggak bisa keluar air matanya, kayak kosong, mungkin masalahnya remeh temeh. Pernah juga merasa kosong saat berdoa, berdoa ya berdoa, kayak butuh nggak butuh. Ketika kamu bisa berdoa sambil menangis, berarti disitu lah kamu benar - benar butuh pertolongan. Kamu akan bertanya, 'Apa yang salah ?' , 'Apa rencanaMu atas rasa sakit ini ?' lalu setelahnya kamu merasa bersyukur ternyata kamu masih punya pegangan, masih punya sandaran yang kuat, yang kokoh, yang bisa menenangkan jiwamu setelah kamu cerita semua kepadaNya.

Aku baru sadar, ternyata selama ini aku abaaaaii sekali. Aku pernah menjadikan seseorang segalanya. Aku ada masalah, cerita ke dia. Aku lagi nggak suka sama orang, cerita ke dia, lagi sakit hati, cerita ke dia, lagi apapun cerita ke dia. Dan entah kenapa rasanya setelah cerita itu yah plong, lega, ternyata cuma pengen didengerin (sama orang yang tepat) aja uneg2-ku, abis itu selesai. Tapi sekarang orang itu udah nggak ada, udah pergi, yang membuatku sempat kacau, berantakan, kehilangan pegangan, kehilangan kendali, semuanya ku simpan sendiri sampai jadi bom waktu yang setelahnya ku sesali. 

Menjadikan seseorang segalanya membuatmu menjadi pribadi yang nggak bisa apa - apa. Hal ini juga menjadi permintamaafanku kepada Dia dalam doa kalau aku telah mengabaikan perannya sebagai tempat hambanya berkeluh kesah. Aku sediiiiiiiiihhhhhhhh kali saat berdoa dibagian ini........Kenapa bisa lu ditinggalin sama orang yang lu tahu lu nggak bisa hidup tanpa dia ? Gimana rasanya lu terpaksa menjalani hari - hari sebagai orang yang kosong ?? Orang yang masih bernafas hanya karena masih diberi kesempatan bernafas padahal lu udah nggak pengen ??

Aku merasa kerdil di hadapan Tuhan kenapa baru sekarang momen itu datang. Momen dimana aku bisa menceritakan semuanya, momen dimana aku baru menyadari bahwa Dia nggak akan pernah ninggalin aku sejauh apapun aku nggak mengingat Dia. 

Lu ditinggalin sama orang trus lu diusir karena nggak bawa uang itu momen yang membuat lu nggak bisa nggak menangis kalo mengingatnya.

Terima kasih sudah mengusirku kemarin. Aku menulis hal ini bukan karena ingin memperpanjang cerita, aku hanya ingin berterima kasih karena usiranmu membuatku 'kembali' kepada Tuhanku. Semua yang terjadi di muka bumi ini atas kehendak-Nya. Mungkin lewat perantara usiranmu, Dia 'menyuruh' ku pulang.

Balada Ekonomi :(

Kalau ditanya pelajaran favorit waktu sekolah dulu, aku bakal jawab: Bahasa Inggris.
Walau sampai hari ini masih terbata - bata mengucapkan kalimat, tapi seenggaknya ini pelajaran yang amat disukai waktu sekolah dulu (errrr.....tergantung gurunya juga sih).

Aku paling nggak tertarik belajar sistem pernafasan, menghitung aliran listrik, menghitung sudut, sekeren apapun gurunya, pelajarannya ya hanya diikuti sewaktu di dalam kelas saja. 
Sewaktu di SMK, pelajaranku juga nggak ada yang menarik, entah lah kenapa takdir bisa membawaku menjadi alumni Penjualan di salah satu SMK Negeri Rantauprapat.

Sewaktu kelas III SMK, aku memutuskan untuk ikut bimbingan belajar. Memilih IPS sebagai fokus jurusanku. Selama mengikuti kegiatan belajar, pelajaran yang paling susah bagiku adalah Ekonomi. Masih ingat ngitung2 Permintaan Penawaran, Elastisitas, Teori Kuantitas Uangnya Irving Fisher, dan banyak lagi yang membuat hasil post test ku dibawah standart. Yha, Matematikaku emang lemah sih, otakku bener - bener nggak nyampe.

Sampai pada mengikuti Intensive SNMPTN, udah bimbel di tempat paling oke pun, di pusatnya lagi (Jl. Bantam, Medan) yang tentornya setiap saat punya waktu buat diajak diskusipun juga Ekonomi tetap tidak menarik perhatianku. Tapi gobloknya, sewaktu SNMPTN, pilihanku adalah Manajemen di PTN nomor wahid di salah satu provinsi yg ada di Pulau Sumatera, benar - benar nggak tahu diri, nggak ngaca, geblek banget la kalo diingat - ingat. Ya walaupun pilihan keduanya Sastra Inggris pun ya sama aja menurutku, bukan urutan yang cocok.

Setelah tahu nggak bakal lulus langsung ngambil seleksi lokal yang diadakan Unimed, untung sesudah SNMPTN kemaren aku ikut bahas2 soal di Medica M.Yamin, and you know what ???? soal ujian ekstensi Unimed adalah soal ujian SNMPTN, ya beda2 dikit la.....tapi aku yakin.

Sewaktu memilih jurusan di Ekstensi, otomatis Pendidikan Ekonomi ku coret dari daftar. Aku nggak mampu berada di fakultas itu nggak mau stres. Jadilah pilihan pertama Pendidikan Bahasa Inggris yang memang jurusan yang ku idam - idamkan, dan pilihan kedua, ku ambil Pendidikan Geografi karena sewaktu aku melihat diktat ibukku yang jurusan Geo judulnya keren2, Oceanografi, Klimatologi, Hidrologi and etc, aku mikirnya ini pasti jalan2 terus nih, dan alhamdulillah takdir mengantarkanku sebagai alumni Pendidikan Geografi Unimed (Nggak nyambung abis sama jurusan waktu SMK, mau jualan bumi lo ?)

Nah, takdir hidup membawaku sekarang menjadi guru IPS di SMP. Kita tahu, pelajaran IPS di SMP adalah IPS Terpadu yang mana satu pelajaran ada empat ilmu (Sejarah, Geografi, Sosiologi dan Ekonomi), ketemu lagi deh sama Ekonomi :( dari mulai aku mengajar sampai hari ini Ekonomi tetap menjadi PR untukku. Entah kenapa serasa kayak udah dikutuk nggak bakal bisa ngerti sama nih pelajaran kayaknya. Anak - anak nggak bakal ngerti gimana uring2-annya aku selama di rumah mempersiapkan materi, berusaha menggunakan video pembelajaran, dan berusaha menutupi segala kekurangan untuk pelajaran ini.

Bagiku, menjadi guru dengan mengampuh empat mata pelajaran (yang didalamnya terdapat satu pelajaran yang nggak disuka dari lahir) adalah tantangan tersendiri. Kita semua tahu, ketika kita mampu memahami seluk beluk perekonomian, kita akan mudah mendapat predikat cerdas, dan keren. Tetapi, cerdas dan keren hanyalah label walau ingin juga sih dilabeli kayak gitu :(, sebagai perempuan kita memang sudah semestinya paham tentang Ekonomi (kan akan menjadi menteri keuangannya keluarga toh ?) jadi mulai dari sekarang banyak - banyakin membaca apapun tentang ekonomi, aku jadi punya resolusi sendiri tentang Ekonomi untuk semester depan. 

Tulisan ini berangkat dari kegelisahanku terhadap Ekonomi. berawal dari melihat soal - soal ujian semester yang dibuat oleh Dinas Pendidikan, membawaku membuka kenangan ke masa sekolah dulu.

Ekonomi. Kalau di kampus negeri, jurusan ini tempatnya, mayoritas orang2 kaya, dan pintar. Ada satu following twitterku yang sangat sangat sangat aku sukai, namanya Dira Larasati, lulusan Ekonomi Pembangunan Unpad (cmiww) seumuran kayaknya samaku, setelah selesai mengambil masternya di Korea, dia sekarang jd dosen, dia sering ngetwit tentang istilah2 ekonomi yang ku nggak paham. Sering juga di plesetin, dikait2-kan sama isu - isu yang lagi in. Mereka - mereka kok bisa pinter gitu ya, banyak yang bilang 'udah jadi guru, yaudah sih ngapain lagi, nikahlah sana' yang disuruh nikah masih mikirin 'ini orang2 seumuran samaku kenapa bisa keren2 gini sih, nah gue ????' pertanyaan hidup yang masih mencari jawaban sampai sekarang.


Patah Hati Terhebat

Semua orang pernah merasakan pahitnya patah hati. Semua orang punya definisi sendiri tentang patah hati.

Semingguan kemaren, aku mengalami untuk yang kedua kalinya sakitnya sakit gigi. Terakhir merasakan waktu masih duduk di kelas 2 SMP. Kalau ngilu - ngilu, denyut - denyut usai makan daging udah biasa, sejam dua jam pasti udah hilang, kemarin bagai dipaksa mesti ngerasain, bangun - bangun gigi geraham atas denyut nggak karu - karuan, tiap hari mengonsumsi Asam Mefenamat, tiap malam tidurnya duduk, selalu ada baskom kecil dekat posisi tidur untuk tempat air liur, nggak pernah nyenyak, bahkan pernah tengah malam njerit - njerit saking sakitnya dan tidak ada obat untuk meredakan. Sumpah, SAKIT BANGET !!!

Aku pernah inget omongan Raditya Dika, dia bilang: "Orang yang bisa melalui rasanya sakit gigi, pasti dia bisa dengan mudah melalui sakitnya kehidupan". Aku inget dia bilang gitu antara di blog dia dulu, di caption instagram, atau di buku, samar - samar aku inget kayaknya aku baca kata - kata itu di Buku Koala Kumal deh, langsung seketika aku menuju meja belajar, mengambil buku Koala Kumal dan membaca daftar isinya, kira2 judul yang mana yang nyangkut ke masalah sakit gigi ??

Setelah dibuka - buka, sepertinya bukan di Koala Kumal aku mendengar kutipan itu. Karena setelah aku hampir membaca ulang bukunya tidak ku temukan tanda - tanda pembahasan gigi. Tetapi menariknya, setelah membaca ulang, aku menemukan Bab Patah Hati Terhebat, ada kata - kata yang ku tandai memakai stabillo warna merah jambu 'cinta itu ternyata faktor motivasi yang mujarab' entah kenapa dulu aku menandai kutipan ini.

Ketika denyut di gigi melanda, seluruh barang - barang yang ada di sekitar rasanya ingin dicampakkan. Denyutnya sampai ke kepala. Saat sedang nangis - nangis karena tak kuat menahan sakit, aku sempat merenung, sakit hati yang selama ini kurasakan ternyata tidak mempunyai arti apa - apa.Seujung kuku pun nggak ada. Sakit hati karena tidak dianggap ternyata hanya urusan remeh temeh.

Iya, remeh temeh. Di buku dan film Koala Kumal, Trisna digambarkan sebagai seseorang yang pernah mengalami Patah Hati terhebat. Sampai - sampai ia trauma dan memilih sendiri. Dia trauma karena pernah ditinggal kekasihnya untuk selama - lamanya disaat dia masih sayang - sayangnya. Mungkin Trisna belum pernah merasakan sakitnya sakit gigi selama seminggu. 

Sewaktu membaca bagian Patah Hati Terhebat ini, aku langsung berfikir, kapan aku pernah mengalami Patah Hati Terhebat ? Ku ingat - ingat selama menjalani masa cinta - cintaan ternyata aku pernah merasa seperti orang paling malang nasibnya di dunia ini, paling kasihan, paling nyesek. Sekitar setahun yang lalu, akhir bulan Desember tepatnya aku mengalami Patah Hati Terhebatku, aku yang malam entah siang sehabis buka facebook dan melihat namamu ditandai oleh temanmu pernah membuatku merasa menjadi perempuan paling sedih di dunia ini, hanya bisa melihat, hanya bisa menghela nafas, hanya bisa menangis. Aku ingat aku langsung mengunci pintu kamarku lalu aku nangis diam - diam sambil duduk bersandar di belakang pintu. Aku menangis dengan perasaan sesak di hati, kenapa harus aku yang menaruh rasa ke kamu sementara kamu tidak merasakan apapun ? 

Menangis sambil merasakan hati yang sesak adalah suatu kenikmatan tersendiri, hanya orang - orang penting dalam hidup kitalah yang bisa menghadirkan sensasi sedih seperti itu. Kata @arman_dhani 'Kamu bisa memilih kepada siapa kamu rela disakiti'. Dengan jujur saya jawab saya memilih kamu, belum ada yang bisa membuat saya begitu semangat menjalani hidup dan juga begitu kacau selain kamu. Saya masih sendiri semata - mata hanya karena saya belum siap ada orang yang menyita perhatian dan kasih sayang saya selain untuk kamu, saya belum siap menerima orang baru yang dengannya saya rela menahan rasa sakit.

Patah Hati Terhebat vs Sakit Gigi Terhebat
Dua - duanya adalah kondisi yang kalau bisa jangan dijalani oleh anak manusia. Tetapi semesta memberikan kenangan atas kedua - duanya. Patah Hati adalah kondisi dimana diri ini tidak menerima kenyataan, sementara Sakit Gigi adalah kondisi dimana kita dipaksa untuk menikmati setiap denyutnya, setiap proses redanya (setelah minum obat), merasakan bahagianya setelah normal kembali. Patah Hati dan Sakit Gigi adalah sebuah kondisi yang memaksa kita menjadi dewasa, bahwa ada hal - hal besar yang kita anggap masalah hidup paling berat ternyata hanya urusan remeh temeh begitupun sebaliknya.

Saya Patah Hati dan langsung dilibas Sakit Gigi. Kamu sudah pernah merasakan yang mana ?

--ditulis sambil mendengarkan lagu lewat headset, Sheryl Sheinafia - Kedua Kalinya--

How was your day ?

Aku sedang mengutuki diri sendiri kenapa tadi siang tidurnya lama sekali.
Sekarang mulutku menguap - nguap tetapi mataku tidak mau terpejam.
Dibujuk berkali - kali dengan cara peluk guling senyaman mungkin, tarik selimut sehangat mungkin, mendengarkan lagu segalau mungkin sampai  membaca bukupun mata ini juga tak mau berserah.
Akhirnya aku menuju meja belajarku kembali, dan menyalakan laptop.

Kuputuskan untuk mereview kejadian hari ini lewat tulisan. Semoga apa yang membuat kepikiran bisa hilang bersama kata - kata yang tertera di layar. Semoga ngantuk juga tak perlu dibujuk.

'How was your day ?'

Hari ini dimulai dari bangun tidur jam 05.00 pagi aku sudah dipusingkan dengan soal - soal Perdagangan Internasional yang ada di LKS. Materi hanya 1 lembar tetapi uji materi berlembar - lembar. Pagi ini masuk di kelas yang anak - anaknya nggak bisa di 'iya iya' kan saja. Stress mengawali pagiku di hari sabtu. Minggu ini adalah minggu pertemuan terakhir kami dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Minggu depan kami sudah melaksanakan ulangan harian terakhir, dan minggu kedua Desember kami sudah melaksanakan ulangan akhir semester. Jadi, materi harus benar - benar sampai ke mereka, minimal satu dua orang paham. Tetapi IPS itu gabungan empat mata pelajaran, dan aku baru kali ini benar - benar full mengajar di kelas IX. Jadi pengetahuan tentang materi, baru sebatas 'kenal', jam terbang-ku untuk beberapa materi khususnya Ekonomi masih terbilang PAYAH. Jadilah aku uring - uringan sendiri tadi pagi, semuanya serba buru - buru, buru - buru memakai jilbab, buru - buru berangkat karena jam di tangan sudah menunjukkan pukul 07.35 wib. 

Tiba di sekolah suasana kelas tidak seperti yang saya bayangkan. Ketegangan otak saya cair dibuat penampilan Stand up Comedy Huan, pertanyaan - pertanyaan yang membayangi saya juga tidak muncul, ekspektasi saya ternyata ketinggian.

Pada les terakhir saya menerima hadiah dari seorang murid berupa sebatang coklat dan kata - kata yang cukup indah tentang saya. Uring - uringan gegara ekspor impor seketika hilang ketika usai membaca semua deskripsinya.

Tadi siang saya tidur cukup lama, hampir tiga jam, dan rasanya nikmat sekali mengingat saya yang sudah lama nggak pernah tidur siang.

Malam selepas Maghrib salah satu murid saya datang ke rumah dan mengajak makan bakso, saya iyakan, dan pergilah kami bertiga makan bakso di warung yang terletak di pinggir jalan. Sebelum pulang ke rumah kami menyempatkan mengukur jalan (baca: jalan - jalan dulu) dan pada waktu pukul 20.30 wib kami sudah sampai di rumah masing - masing (ya, bahkan ***** saja belum dandan)

Setelah pulang saya masuk kamar dan kembali berkutat dengan dunia maya sambil dibarengi dengan membalas sms dari beberapa murid saya. Yang mana dari balas - balasan sms ini saya mendapat kritikan dari seorang murid yang mungkin menjadi salah satu faktor utama yang membuat mata saya masih melek sampai saat ini. Kritikan yang berbicara tentang tindakan pilih kasih terhadap murid di kelas.

Dan sekarang sudah 23.48 wib, tiba - tiba saya haus dan pengen minum CapCin (Cappucino Cincau), apa yang harus saya lakukan ????

Kamu

Hari ini kamu membuat saya ingin bercerita.
7 bulan yang lalu, saya memutuskan hadir lagi dikehidupanmu dengan kata pembuka ‘kangen’.
Selama 7 bulan itu saya terus yang merindukan tanpa pernah dirindukan.
Saya selalu bertanya – tanya kenapa kamu selalu menerima saya saat saya kembali lagi ?
Kenapa kamu selalu memenuhi permintaan saya saat saya menginginkanmu ?
Selama saya kembali, saya bisa menghitung berapa kali kamu mengucap rindu kepada saya.
Saya menghitung sambil menerka - nerka apakah itu rindu sungguhan ?
Sebaliknya, saya yang tidak pernah bisa menghitung berapa kali saya mengucap rindu kepada kamu ?

Mudah sekali menebak seseorang masih membutuhkan kita atau tidak.
Hari itu saya terlalu sibuk untuk sekadar membuka notifikasi di layar facebook.
Saya terlalu sibuk untuk marah – marah kepada kamu kenapa kamu tidak memberikan ucapan selamat hari lahir kepada saya.
Saya terlalu sibuk tetapi diam - diam saya berharap.

Kamu mengirim pesan, bertanya tentang aktifitas saya, yang saya jawab ‘Entah’ itu juga bentuk harapan agar kamu segera menghubungi saya dan meminta maaf.
Hari itu saya baik – baik saja karena ada hal yang lebih penting yang menyita perhatian saya.

Setelah saya merasa mempunyai waktu, saya putuskan untuk membuka notifikasi facebook dan membalas doa mereka satu persatu.
Ada nama kamu tertera disana, yang seketika langsung menyadarkan saya ternyata saya tidak begitu penting buat kamu.
Kamu punya waktu mengetik ucapan indah di social media tetapi tidak punya waktu mengetik ucapan lewat pesan pribadi ?
Fisik saya malam itu terasa capek karena 3 malam tidur di alam bebas, tetapi hati saya ternyata jauh lebih capek (dan tidak ada obatnya) ketika harus menghadapi permasalahan yang ini lagi ini lagi.
Balasan saya untuk kiriman kamu sekali lagi berbentuk harapan agar kamu segera menghubungi saya untuk meminta maaf.
Tetapi sampai bulan berganti, kamu tidak pernah merasa bersalah.

Saya sangat lelah ketika saya harus menyadari kalau saya benar – benar sudah tidak dibutuhkan.
Selama 7 bulan saya selalu mencari sudut pandang lain selama berhubungan jarak jauh dengan kamu.
Bagaimana agar kita tetap berkomunikasi, itu lah satu - satunya keinginan sederhana saya.

Saya bisa saja setelah kesibukan saya berakhir, saya menghubungi kamu, trus marah – marah, trus kamu minta maaf, trus saya maafin, trus hari ini kita masih bersama.
Saya bisa saja malam ketika hari lahir saya kemarin saya mengirim pesan panjang atas kekecewaan saya.
Saya bisa saja pagi setelah kamu berkirim pesan saya membalas ‘telpon saya sekarang’ dan urusan kita segera selesai.
Tetapi apa segampang itu menerjemahkan sikap kamu yang tidak menyempatkan waktu untuk saya barang semenit pun untuk berkirim pesan ‘selamat ulang tahun ?’

Kamu tidak pernah bilang kamu tidak membutuhkan saya lagi.
Kamu tidak pernah bilang kamu tidak menginginkan saya lagi.
Kamu tidak pernah bilang seharusnya dari dulu kita sudah selesai.
Tidak pernah.

Kamu selalu bertanya hal – hal yang sudah pasti tidak bisa saya jawab.
Kamu selalu bertanya hal – hal yang tidak memerlukan jawaban.
Kamu selalu bersikap untuk tidak pernah mengakhiri tetapi sebenarnya ingin segera berakhir.

Dari terakhir kita bertemu, kita sudah pernah berakhir – mulai – berakhir lagi – mulai lagi.
Malam ini kalau saya memutuskan berkirim pesan, saya yakin seratus persen pasti kamu balas.
Saya bilang saya ingin bicara sesuatu, saya yakin pasti kamu menghubungi saya.
Tetapi setelah itu ?
Saya sudah bisa menebak semuanya.
Kamu yang akan seperti itu lagi, lagi dan lagi.
Tanpa keputusan.

Saya menerjemahkan sendiri maksud kamu tidak memberi ucapan lewat pesan pribadi sebagai ungkapan bahwa kamu tidak lagi membutuhkan dan menginginkan saya.
Saya mengartikan kamu ingin menyudahi tetapi tidak ingin meninggalkan kenangan bahwa kamu yang minta saya pergi.

Apa yang lebih menyakitkan selain merasa tidak dibutuhkan ?

Saya sangat kacau atas perasaan ini sekarang.
Saya kangen, tetapi saya sesak.



.


Saya kembali ke 'rumah' saya ini lagi disebabkan melihat memori di beranda facebook saya. Seketika saya langsung kangen sama suasana beranda dasbor blogger. Sudah hampir setahun saya jarang membaca apa yang sedang diupdate following saya.

Saya meluncur ke beranda rumah saya sambil berharap menemukan sepotong demi sepotong tulisan galau yang mewakili perasaan saya. Tulisan yang lima tahun lalu selalu membuat saya merasa bahwa saya tidak sendirian mengalami perihnya perasaan.

Namun harapan hanya tinggal angan, sudah capek saya scrool ke bawah terus dan terus tetapi tidak menemukan apapun yang bisa disebut galau, semua - muanya tentang politik, traveling, anak yang baru lahir, sampai bisnis start up. Ternyata blogger yang suka cerita pengalaman pericntaannya sudah mati suri, postingan terakhirnya sudah setahun yang lalu.

Kabar gembira sebenarnya buat saya karena hati ini tidak jadi terbawa suasana. Hujan di luar sana juga tidak cukup mampu menjadi penyebab faktor kegalauan. Capturan memori 5 tahun yang lalu itu masih membuat saya menyempatkan menghela nafas ketika membaca, momen saya tidak persis seperti apa yang saya tulis di status itu, namun rasanya sama. Mungkin kamu tidak melihat luka menganga lebar di hati ini, tidak melihat ekspresi saya menggigit bibir kuat2, tapi kamu pasti bisa merasakan kesakitan dan kesedihan yang sedang saya rasa hingga kini.

Kursus Mahir Dasar Guru SMP Angkatan I Sumut

Waktu itu masih Ulangan Harian I IPS di Kelas VIII-5. Hari Jumat, 02 September 2016 les pertama. Pak Mugi tiba2 datang memberikan SPJ yang harus ditandatangani demi keluar gaji, lalu beliau bertanya
Pak Mugi: 'buk, mau ikut kmd ke medan ?'
sAYA: 'mau la pak'
dan blablablablabla yang akhirnya mengantarku malam minggu berada di stasiun KPB Kota Pinang dan menanti teman2 Labusel lainnya untuk berangkat ke Cadika, Pakam.

Singkat cerita kami sampai jam 04.00 dinihari hari Minggu, 04 September 2016. Ketika kami sampai di Taman Pramuka Cadika ternyata sudah ada rombongan dari Tapsel yang sudah menggembel duluan di depan kantor DKC Deli Serdang. Kemudian satu persatu kontingen per kabupatennya mulai berdatangan. Acara dimulai sore hari, untuk menunggu sore tiba kami pun ditempatkan sementara di barak. Ditempat itu kami saling berkenalan, ada yang dari Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Serdang Bedagai (Ada 17 Kabupaten yang ikut untuk angkatan 1). Waktu berlalu sampailah kepada pengumuman harus mengganti seragam pramuka.

Pukul 05.00 sore acara dimulai...pembukaan diresmikan oleh kakak yang saya lupa namanya, beliau utusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. Lalu malam hari dilanjutkan materi AD/ART dan lanjut bagi kelompok. Malam pertama kami tidur di aula, dan nggak enaknya malam itu adalah aku haid, ya ampun, hari pertama yang sungguh berat :(

Paginya, Senin 05 September 2016 dimulai dari Senam pagi, ketika pelatih bertanya siapa yang mau jadi instruktur Senam Famire aku langsung tunjuk tangan, kirain soundnya bakal segede kayak di sekolah ternyata hanya menggunakan entah speaker entah mp3 gitu la, trus mp3 nya di arahin ke mic biar kuat, darisitu aku langsung gak semangat ikut2 senam, level provinsi kok soundnya begitu.

Lalu siang hari materinya Latihan Upacara Siaga. Baru tahu itu aku kalau bentuk upacara anak SD kayak gimana, hehehe. trus abis Ishoma kami lanjut latihan upacara Penggalang. Disini aku semangat karena sudah paham gitu lo berkat gemblengan Pak Mugi, hehehe. Makanya waktu kakak Pelatih bertanya siapa yang mau jadi Pratama aku langsung tunjuk tangan, hehehe

Menyiapkan pasukan

Memeriksa barisan #part1
#part2
#part3
Penjemputan Pembina
Membubarkan Pasukan
Untuk upacara ini aku membawa upacara versi gudepku. Lalu dikomen begini begitu, akupun angguk2, ternyata salah selama ini, hmmm..hmmmm..

Lanjut kegiatan malam yang aku lupa ngapain, trus malam ini tidur di tenda sesuai regu. Oh iya aku jadi Pinru di KMD kemarin, paling muda harus mengatur guru2 senior, wkwk, kapan lagi coba ngatur2 PNS, hahahaha.

Nah, besok paginya (Selasa) kami apel, petugasnya dari kelompok C D membawakan upacara penggalang, shock-nya daku saat seluruh rangkaian upacaranya persis kayak upacaraku saat latihan kemaren yang dikomen ini itu. Lalu aku bertanya kepada pelatih tentang perbedaan yang terjadi antara C D dan A B. Lalu kata Pelatih 'kembali ke adat gudep aja, yang mana lebih enaknya', 'hah, aku langsung gak mood, langsung sinis 'apanya orang ini sesama pelatih pun nggak satu suara' trus males tunjuk2 tangan lagi.

Hari Rabu materinya Teknik Kepramukaan. Terbagi 4 pos, yaitu: Semaphore, Morse, Sandi Kotak 1, dan Tali Temali. Jadi aku masuk dalam Pasukan B. Setiap kegiatan kelompok di bagi 2 regu pa/pi. Aku regu B dan masuk B3. Dan kami dipasangkan dengan regu B1. Jadi kami selalu bersama dalam setiap kegiatan. Kami itu adalah Elang dan Sakura. Hari itu Pos Pertama kami dapat di Morse, cara mainnya sedep lucu2 seru gitu walau sampai hari ini hanya beberapa huruf lah yang baru bisa ku ingat sandinya, hehehe
Lalu pos ke 2 dapet Sandi Kotak, untung sebelum berangkat kemarin Pak Mugi sempet ngasih materi ini, jadi nggak terlalu paok kali awak disitu. Lalu setelahnya dapat Semaphore, disini juga sebelum pergi digembleng sama Pak Mugi disuruh baca kata2 yang beliau praktekkan, dan di pos ini aku dapat rumus baru dalam menghapal Semaphore, selama ini menghapal H I selalu kebalek2 ternyata ada rumusnya, hahaha dan terakhir pos tali temali, disini juga berkat bekal Pak Mugi daku PD ketika disuruh mempraktekkan buat tandu, padahal masih bingung buat simpul jangkar, wkwk.
Lanjut ke hari Rabu, pagi2 ada dua anggotaku yang sakit karena kelelahan baris berbaris. Sampai siang mereka tidur di tenda, tetapi karena siang itu materi kami Presentasi bagaimana menjadi Pembina, mau nggak mau semua harus tampil karena penilaiannya individu. Ketika aku membanguni anggota, mereka semua bergegas. Hari itu menurutku adalah hari paling lucu selama KMD, karena kedua anggotaku ternyata cerdas di depan, mampu membuat peserta didiknya terpingkal - pingkal, hahahaha (bagi regu Sakura yang membaca ini pasti langsung ketawa trus kangen, hehe). Gara2 materi ini jugalah aku jadi ngepens sama regu Elang, mereka juga nggak kalah gokil, hari itu pokoknya seru bangeeeeettttt !!!

Lanjut Kamis, Kamis materinya kalo nggak salah tentang SAKA, trus bongkar pasang tenda besi. Nyesal kali aku selama ini nggak pernah merhatiin cemana anak2 masang tenda dan membongkarnya :( jadi kami masih bingung tapi alhamdulillah lancar..
proses #part1

#part2
#part3
#part4

#part5
selesai
Lalu malamnya, yakni malam jumat, materi terakhir, yaitu lagu2 wajib dan lagu pramuka. Masing2 Pinru maju ke depan untuk mengambil salah satu kertas yang akan dinyanyikan oleh masing2 regu. Jadi malam itu kami dapat tugas lagu pramuka yang judulnya 'Apa Guna Keluh Kesah' yang saking semangat dan antusiasnya kami terhadap lagu ini sehingga hujan badai di luar sana tak kami hiraukan. 
keheboh-an malam itu
Setelah tampil semua regu, Kak Pipit memberi tugas baru lagi untuk menyanyikan secara bersaut - sautan lagu2 wajib nasional. Kami kebagian tugas menyanyikan lagu Hari Merdeka, dibantu dengan Oma kami saut - sautan sama kelompok lain yang nyanyinya lebih keras dibanding kami, wkwk, malam terakhir yang seru pokoknya, kapan2 akan saya terapkan di gudep saya itu, hahaha.

Nah, setelah selesai materi, kami pun balik ke tenda, ternyata tenda sudah banjir, dan tas kami basah semua, hahaha. Sebelumnya aku sudah ngecek tenda waktu pertama turun hujan, tapi ku buat sistem pengamanannya kayak kami kemah gitu, ternyata nggak mempan, baju basah semua, yang tersisa hanya yang terpakai di badan, untung sebelumnya abis nyanyi Apa Guna Keluh Kesah jadi terhipnotis sama liriknya jadi nggak pala dipikirkan kali tasnya, wkwk.

Lanjut hari Jumat, kegiatan hari ini Outdoor activity sama Penjelajahan. Di sela - sela istirahat outdoor daku menjemur semua barang2 yang basah, alhamdulillaah cuacanya panas pagi itu. Outdoor activity ini juga seru kali menurutku, mantap kalo dipraktekkan di gudep, tunggu waktunya aja lah ya adik - adik, hahaha
games ngembus cup
Spiderman
Naik Perahu
Lompat tali
 Trus ada games kereta api dan masukkan paku ke dalam botol. Tapi males milih2 fotonya buat diaplud -_-

Setelah games, kami penjelajahan. Ku kira awalnya bakal menjelajahi hutan kayak anak2 gitu, ternyata lokasi penjelajahannya di Taman Buah Pakam. Disitu diuji pengetahuan tentang materi Tekpram yang dikasih kemaren. Ada Morse dengan kakak pelatih meniup peluit terus kita disuruh menerjemahkan. Ada Tali Temali yang main sistemnya cabut nomor juga trus kami kebagian disuruh praktekkan simpul mati trus jelaskan kegunaannya. Ada pos Semaphore kami disuruh membaca juga intinya. Lalu Sandi Kotak disuruh menerjemahkan soal yang kakak pelatih kasih. Setelahnya baru foto - foto, hehehe..
Otw Taman Buah
With Kak Madoen

With Kak Nuriadi
Setelah pulang dari penjelajahan, langsung capcus mandi dan siap2 api unggun.

Malam pun tiba, semua siap2 ingin menyaksikan api unggun, terlebih juga aku yang penasaran bagaimana api unggun level provinsi, ternyata eh ternyata -______-

Kami api unggun dalam ruangan, jadi hanya replika gitu aja. Nggak seru sama sekali. Tau sih karena kalau dibuat beneran waktunya nggak nyampe, karena malam itu mau ngejer malam keakraban, penampilan masing2 kabupaten, dan tepat pukul 00.00 dimulailah ulang janji, jadi yah....gitu deh...
Saat ulang janji aku ngulang sekali, salah di 'Membantu Masyarakat' yang seharusnya 'Membangun Masyarakat' biasa lah itu. Trus siapnya sekitar jam 4, tidur sebentar trus bangun dengan sangat semangat karena hari ini pulaaaaaaanggggggggg. Sebelum pulang pelatih mengadakan forum penggalang disaksikan para panitia, disitu pertanyaannya tentang tata upacara semua, kenapa nggak satu suara antar pelatih, tapi jawaban dari kaka pelatih seniornya tidak memuaskan, beliau menjawab buka internet, baca permen blablablabla, ya ngapain dibuat forum kalo ujung2nya suruh nanya google, hadeeehhh..
Selesai forum penggalang, barulah bagi2 ijazah dan uang saku, lalu pulang. Btw, aku ke medan dulu karena mesen tiketnya kpb teluk panji berangkat malam, jadi siangnya aku ke kosan adek putri dulu sekalian jalan2 sebentar, hehe.

Oh iya, nilai2-ku di KMD walau dari kampung nggak malu2-in la ya,
Fokus ke Indah Setia Astuti

hehe
Yaudah, segini dulu ceritaku tentang KMD. Waktu sudah menunjukkan 2.20 am. Sebenernya mau lanjut cerita tentang Pelantikan Kacu tapi pantat sudah nggak sanggup duduk terus....besok la kalo niat.
Oya....sewaktu Rabu pagi pas bangun tidur, aku buka fb ada 1 friend request, dari Pramuka Peduli Labusel, ya ku konfirm la secara kwarcab awak, pas aku scrooling home eh ada status gini...
ngajak main
Pagi2 buat emosi, dia add Rabu pagi, trus share statusku yang ku apdet Sabtu malam. Artinya dia stalking fb ku trus di share, nggak tahannya di tag ke Kak Hasyim pulak, kenapa nggak langsung ke aku? Namaku nggak disensor, terang2-an, pas dikomen nggak dibales lagi. Sampe rame kolom komentar dia nggak muncul, entah siapa adminnya itu. Maksud yang ku bilang 'lebih tinggi materi gudep sendiri' itu ya karena gudep materinya udah spesifik untuk persiapan kemah besar, trus dia bilang jangan bertelur di kampung itu aku nggak senang kali sebenernya, tapi ya apa mau dibilang dia pun nggak muncul lagi di fb, mau dilawan pun nggak guna, dia yang bertelur ngapain aja dia di Labusel ini, jaman sosmed gini sebelum ngomongin gudep orang bertelur searching dulu, riset, kalo nggak ditemukan gudepnya di internet baru bisa komentar seperti itu.

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.