Pulang

Kalian pernah nggak sih nangis sesenggukan ketika sholat ??

Tadi malam aku ngetwit seperti yang tertera di gambar.
Akhir - akhir ini banyaaaaaaakkkkkk kali pikiran, kejadian2 yang semuanya ku simpan sendiri. Puncaknya kemaren sore ketika aku di usir dari sekolah tetangga dengan alasan nggak bawa uang. Aku masih merasa dihina sampai sekarang. Itu puncak aku sakit hati, kesal, sesak, yang membuatku nggak bisa tidur karena nggak ada teman tempatku bercerita.

Begitu Sholat Maghrib tadi, semuaaaaaanyaaaa aku ceritain sama Dia sampai aku nangis sesenggukan, mukena basah dan mataku sembap. 'Why he did to me, ya Allah ????' kenapa dia kayak menabuh genderang perang ??? Kenapa dia harus mengusirku ???? Kenapa aku sampai punya alasan yang kuat untuk benci sama sekolah itu ??? Kenapa harus masalah yang ini aku sampai nangis2 dihadapanMu ?? Kenapaaaa ???? Masalah hidup terlalu banyak tetapi kenapa harus momen ini yang membuat hamba sampai 'pulang' kepadaMu ?

Aku masih ingaaaaattttt kali pertama kali aku nangis2 gini di hadapan Dia saat aku ditempatkan PPL di Kabanjahe. Disitu aku merasa menyesal, kenapa aku nggak ngambil daerah yang sama dengan kawan2 satu geng ku ?, kenapa aku harus kesana ?, gimana nanti kalo aku jadi minoritas ?, gimana nanti kalo nggak betah ?, dan gimana2 yang lainnya. Untuk mendapatkan momen menangis sambil berdoa itu nggak bisa setiap saat. Aku pernah kesal kali sama keadaan, ngadu juga sama Dia, mau nangis tapi nggak bisa keluar air matanya, kayak kosong, mungkin masalahnya remeh temeh. Pernah juga merasa kosong saat berdoa, berdoa ya berdoa, kayak butuh nggak butuh. Ketika kamu bisa berdoa sambil menangis, berarti disitu lah kamu benar - benar butuh pertolongan. Kamu akan bertanya, 'Apa yang salah ?' , 'Apa rencanaMu atas rasa sakit ini ?' lalu setelahnya kamu merasa bersyukur ternyata kamu masih punya pegangan, masih punya sandaran yang kuat, yang kokoh, yang bisa menenangkan jiwamu setelah kamu cerita semua kepadaNya.

Aku baru sadar, ternyata selama ini aku abaaaaii sekali. Aku pernah menjadikan seseorang segalanya. Aku ada masalah, cerita ke dia. Aku lagi nggak suka sama orang, cerita ke dia, lagi sakit hati, cerita ke dia, lagi apapun cerita ke dia. Dan entah kenapa rasanya setelah cerita itu yah plong, lega, ternyata cuma pengen didengerin (sama orang yang tepat) aja uneg2-ku, abis itu selesai. Tapi sekarang orang itu udah nggak ada, udah pergi, yang membuatku sempat kacau, berantakan, kehilangan pegangan, kehilangan kendali, semuanya ku simpan sendiri sampai jadi bom waktu yang setelahnya ku sesali. 

Menjadikan seseorang segalanya membuatmu menjadi pribadi yang nggak bisa apa - apa. Hal ini juga menjadi permintamaafanku kepada Dia dalam doa kalau aku telah mengabaikan perannya sebagai tempat hambanya berkeluh kesah. Aku sediiiiiiiiihhhhhhhh kali saat berdoa dibagian ini........Kenapa bisa lu ditinggalin sama orang yang lu tahu lu nggak bisa hidup tanpa dia ? Gimana rasanya lu terpaksa menjalani hari - hari sebagai orang yang kosong ?? Orang yang masih bernafas hanya karena masih diberi kesempatan bernafas padahal lu udah nggak pengen ??

Aku merasa kerdil di hadapan Tuhan kenapa baru sekarang momen itu datang. Momen dimana aku bisa menceritakan semuanya, momen dimana aku baru menyadari bahwa Dia nggak akan pernah ninggalin aku sejauh apapun aku nggak mengingat Dia. 

Lu ditinggalin sama orang trus lu diusir karena nggak bawa uang itu momen yang membuat lu nggak bisa nggak menangis kalo mengingatnya.

Terima kasih sudah mengusirku kemarin. Aku menulis hal ini bukan karena ingin memperpanjang cerita, aku hanya ingin berterima kasih karena usiranmu membuatku 'kembali' kepada Tuhanku. Semua yang terjadi di muka bumi ini atas kehendak-Nya. Mungkin lewat perantara usiranmu, Dia 'menyuruh' ku pulang.

0 comments:

Post a Comment

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.