Mimpi Sejuta Dolar Hal. 244

Rentan Down

Sulitkah pekerjaan ini?

Harus kujawab dengan tegas, ya, ini pekerjaan sulit. Tapi bukan pekerjaan yang mustahil untuk memberikan masa depan cerah. Bahkan sangat mungkin. Aku harus menceritakan ini untuk memperlihatkan pada mereka yang masih berjalan di tahap awal perjuangan, bahwa fase sulit itu selalu ada dan menghadang. Tapi dimasa - masa itulah kita diuji untuk mengerahkan segala kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri. Menguatkan mental, menguatkan energi fisik. Dan yang terutama, terus membangun tekad dan keyakinan. Sebab, tak bisa dipungkiri, di masa - masa awal yang sulit inilah banyak semangat menjadi tumbang.  

Merry Riana - Miliuner muda yang sukses di Prudential saat dia berusia 26 tahun

Saya Takut

Hari ini pertama kalinya saya ikut training AWS. Tema hari ini adalah 'Cara Sukses Menjual Asuransi'. Banyak ilmu yang didapat. Walaupun pelatihannya nggak sesuai ekspektasi saya tapi saya cukup puas karena setelah kelas bubar kami diberikan ilmu lagi melalui lembaran fotokopian.

Tapi hari ini saya takut. Saya takut, karena ada orang asing yang mengikuti saya sehabis pelatihan itu. Bukan, dia bukan orang2 perusahaan dimana saya bekerja. Tapi orang yang bener2 nggak saya kenal :'(

Saya sangat takut ketika keluar dari gedung itu. Sepanjang jalan saya kepikiran. Saya orangnya pemberani, tetapi saya juga khawatir kalau orang2 ini beneran ada maksud tertentu untuk saya. 

Sewaktu kami sama2 memberikan karcis parkir tadi, dia sempat saya tanya mengapa dia mengikuti saya sejak tadi, dia cengengesan. Ya Tuhan, semoga hanya hari ini saja saya diberi rasa takut seperti ini. Amin

janji posting semalam

Halooooo, maaf sudah lama tidak berbagi kisah. Siang ini saya menepati janji saya dipostingan kemarin kalau saya akan menceritakan kegiatan saya sekarang.

Yaps, saya sudah terjun ke dunia kerja. Kalau dua bulan yang lalu postingan saya tentang persiapan saya menghadapi ujian akhir, di bulan ini saya sudah menjadi tenaga kerja. He he he

Iya, saya lulus pada tanggal 31 Agustus kemarin dan diwisuda tepat tanggal 24 Oktober kemarin juga. Rasa bangga, puas, haru, serta khawatir menyelimuti pikiran saya pada saat itu. Bangga karena saya anak pertama yang menjadi sarjana dikeluarga saya, dan khawatir karena setelah itu saya harus mencari penghasilan sendiri. Beruntungnya, saya sudah mempunyai rencana mau jadi apa saya setelah wisuda. Apa yang harus saya lakukan dan bagaimana persiapannnya. Alhamdulillah keluarga sangat mendukung 100 % pilihan hidup saya.

Memilih kerja, sama artinya dengan menentukan masa depan. Berbahagialah mereka yang sudah sukses sewaktu masih menjadi mahasiswa. Dan berbahagia juga lah mereka yang mencintai pekerjaannya sekarang.

Saya sekarang bekerja di perusahaan asuransi asal Inggris. Yang mana perusahaan tersebut bergerak di bidang asuransi jiwa  dan merupakan perusahaan asuransi jiwa terbaik di negara kita ini. Karir saya diperusahaan itu masih agent yang baru bergerak. Kenapa saya katakan baru bergerak ? Karena sebenarnya saya sudah berlisensi sejak tujuh bulan yang lalu tetapi baru minggu kemarin melakukan prospek. He he he

Banyak sekali pengalaman yang saya dapat selama prospek.

Jadi gini, sewaktu saya masih dirumah, bapak saya berulang kali menyuruh saya untuk latihan ngomong dan ngomong. Tetapi memang saya anaknya yang sok pintar atau kemelelet, saya selalu jawab ‘nanti bisa2 disitu nya itu pak’, belajar SQS (Sales Quotation System) aja satu hari sebelum saya pulang ke Medan, dan dampaknya apa saudara saudaraaaaaaa ketika saya terjun ke lapangan, saya gak tahu harus ngomong apa, hiks, hiks, hiks.

Hari senin lalu saya mulai bekerja sehabis dzuhur. Target market saya itu adalah daerah penelitian saya sewaktu skripsi kemarin, kan hapal mati tuh lokasinya (maklum, skripsinya tentang RTH :p ) jadi saya tahu dimana rumah2 orang kaya, kelurahan mana yang harus saya kunjungi. Nah, begitu sudah sampai dilokasi barulah saya menyadari bahwasannya saya tidak seberani yang saya pikirkan. Saya berpikir, ‘pekerjaan yang kupilih, ternyata gak semudah yang ku bayangkan ya’.

Wajar lah ya gak semudah yang dibayangkan, lah wong kemarin2 itu aku mikirin komisinyaaaaaaa aja, tanpa menghiraukan aku menguasai produk yang ku jual  apa enggak. Hu hu

Hari pertama saya gagal prospek. Saya curhat ke leader saya, ke bapak saya juga (ayah saya juga agent) bahwasannya saya tidak berani membelokkan sepeda motor saya ke rumah2 si calon nasabah, mereka langsung memberikan kata2 motivasi melalui sms, ku share smsnya ya buat penyemangat agent baru diluar sana juga, hehe

Sms Leader ‘Biasa itu ndah, tahap awal kita suka khawatir ditolak dan lain sebagainya. So, indah harus menguatkan pikiran positiv, bahwa indah datang kerumah seseorang untuk memberi kebaikan pada mereka, baca bismillah dan ketuk pintu rumahnya. Jangan pikir kegagalan, yang penting lakukan pekerjaan, insyaallah ada jalan rezeki’.

Sms bapak ‘Ya memang gitu, ngobatinnya paksakan belok, tiga kali aja udah biasa nanti, coba aja, niatkan kita memberi bukan meminta, pasti sukses, amin’.

Air mata saya tanpa disadari mengalir terus dan terus. Pipi saya basah membayangkan betapa beratnya pekerjaan saya ini. Saya tahu, yang meng-sms saya adalah orang yang dulunya pernah mengalami apa yang sedang saya rasakan pada waktu itu. Kalau mereka pernah ditolak, dan bisa berhasil closing, berarti saya juga bisa melewati masa2 awal ini.

Berlanjut dihari kedua. Fyi aja nih ya, seorang agen asuransi itu memiliki kebiasaan berfikir ketika sebelum tidur dan sesudah bangun tidur. Berfikir apa itu ?? Yaitu berfikir besok/hari ini mau kemanaaaaa ????? seriusa saya, yang profesinya agen pasti mengaminkan kalimat saya.

Jadi hari kedua saya putuskan untuk pergi ke percut. Berangkat dari rumah jam 10 pagi langsung menuju percut. Sesampainya dilapangan apa yang terjadiiiiii ??????? sama seperti masalah di hari pertama, yaitu belum berani belok -_________________-

Saya prospeknya menggunakan sepeda motor dan memakai metode kanvasing (terjun langsung ke orang yang tidak kita kenal). Hasilnya adalah, lebih tinggi tingkat kita jalan2nya dibanding presentasinya. Jadi sesudah sampai saya di desa percut saya luruuuuuuusssss saja dan sudah agak jauh baru saya berputar arah. Saya berfikir, mau gak mau harus berhenti didepan rumah orang. Iyah, berhenti.

Calon nasabah yang pertama sekali saya datangi yaitu Ibu Tanjung berusia 51 tahun mempunyai anak 3, dan janda. Sejujurnya ini adalah nasabah yang sangat2 potensial. Beliau berdagang bantal guling, kasur dan perlengkapan tidur lainnya, anak pertama kuliah di perguruan tinggi swasta, yg kedua kelas tiga sma, dan yang ketiga masih smp. Kemarin itu saya datang, perkenalan dan langsung mengutarakan maksud dan tujuan saya (sebenernya ini gak boleh, harus pendekatan dulu -__-), beliau tertarik tetapi minta persetujuan dulu sama anak2nya.

Calon nasabah yang kedua ibu2 berumur 50an juga dan berdagang, ketika saya bilang saya dari mana beliau langsung bilang ‘maaf ya dek, bukannya apa, anak saya sudah menjadi nasabah diperusahaan adek, istrinya malah jadi agen juga’. Lalu saya pamit.

Total saya memprospek calon nasabah pada hari kedua sebanyak 14 orang dari target 20 orang sehari. Rata2 dari mereka sudah menjadi nasabah di perusahaan tempat saya bekerja. Dan selebihnya penolakan halus seperti ‘pengen sih, tapi belum punya duit, kreditan masih banyak’ -_____-

Ketika saya laporan sama bapak saya, beliau bilang ‘Besok wajib 23 orang yang diprospek agar berjalan sesuai target, yakin jalan menuju sukses sudah terbuka, jangan lupa 5 waktu dan dhuha, niatkan kita membantu bukan memanfaatkan orang. Salam sukses’ dalam hati saya sewaktu membaca pesan ini ‘jago beneeeeeeeerrrrrr bapakku berteori, prakteknya susyaaaah pakkkkkkkkk :( ‘

Di hari ketiga saya mengambil daerah yang bertolak belakang. Kalau dihari kedua saya ke percut, di hari ketiga ini saya ke batang kuis.

Awalnya mau ke Tembung, cuma gak tahu mau ke perumahan mana, jadilah saya lurus saja dan berbelok ke kanan sesuai kata hati. Lalu saya terusssss saja, masih sama, nggak berani belok. Tetapi batin saya menolak terus, belok dong nda, belok dong, sampai akhirnya saya memasuki halaman rumah yang sama sekali nggak saya kenal. Saya datang dengan ramah tamah, layaknya seorang sales, kemudian dipersilahkan masuk dengan si tuan rumah. Untungnya tuan rumah yang nggak saya kenal ini bersuku jawa, sama dengan saya, jadi merasa bertamu dirumah saudara jauh. Saat itu mereka lagi sibuk mempersiapkan pernikahan yang akan diselenggarakan minggu ini, yang menerima saya kemarin adalah bang Agusman. Tanya sana sini ternyata dia bekerja di MMTC sebagai satpam. Dalam hati saya ‘wah, bagus nih ada kenalan satpam mmtc, dari kemaren saya juga mau memprospek mereka, cuma gak berani’. Setelah saya meminum teh yang diberikan oleh adeknya, kemudian dia menanggapi hasil presentasi saya bahwasannya dia saat ini belum kepikiran buat berasuransi. Yah, penolakan halus juga lah, cuma saya juga belum kepikiran saya akan melakukan case, saya berfikir, dengan pengalaman saya bekerja selama dua hari saja, saya sudah berani belok ke depan rumah/toko orang yang tidak dikenal itu sudah merupakan prestasi tersendiri bagi saya. Hari ketiga ini saya melakukan prospek sebanyak 5 orang. Menurun dari hari pertama. Iya, alasannya, karena saya capek dan saya berfikirnya kerja saya gak efektif. Sepertinya saya harus street prospecting, dan harus banyak belajar lagi tentang produk dan cara menjual asuransi. Jadi mulai hari ke empat sampai hari ini saya belum menambah daftar jumlah calon prospek saya. Hari Jumat kemaren rencana saya mau memprospek teman satu gank saya, kebetulan pada saat itu kami semuanya ngumpul. Sudah saya print kan juga masing2 proposal atas nama mereka. Cuma, hari itu suasananya nggak sesuai ekspektasi saya. Jadi saya batalkan.

Kemudian hari sabtunya saya ikut training ATM (Advance Training Moduls) di kantor cabang pru MD5. Trainernya menjelaskan tentang produk2 yang akan kami jual. Lalu pagi tadi jam 10.00 wib saya berangkat lagi ke MD5 untuk mengikuti M3 (Monday Morning Meetings). Speakernya Pak Johan, karir beliau sudah SUM (Senior Unit Manager) saya banyak dapat ilmu dari beliau. Dan rencana kegiatan saya seminggu ini dari mulai besok yaitu ikut training PRU AWS di Selecta.

Yauda deh, sampai sekian dulu sharing saya tentang pekerjaan baru saya ini. Sangat panjang ya, hehehe, mulai besok saya akan displin nge-blog lah, khususnya tentang progress pekerjaan saya, biar nambah semangat.

salam sukses.

@ikalaraii



Mengapa memilih bekerja sebagai agen asuransi ?

Hidup itu penuh dengan kejutan. Hari ini kita bertemu dengan siapa itu sudah rencana Tuhan. Hari ini kita sedih, senang, sudah diatur oleh-Nya. Sebagai manusia kita harus selalu berfikir positiv dan bersyukur.

Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan kehidupan yang begitu berarti. Dimulai dimana saya ditempatkan, dengan siapa saya akan bertemu, dan kapan saya akan merasakan sedih dan senang.

Banyak pengalaman2 yang saya rasakan yang kesemuanya itu adalah rencana Dia yang sangat mutlak. Tidak ada yang namanya kebetulan.

Dulu saya bersekolah di SMK jurusan Penjualan. Tetapi PKL nya di Kantor Pajak. Dulu saya sekolah di SMK jurusan penjualan tetapi kuliah di jurusan Pendidikan Geografi. Nah sekarang, saya sudah lulus dari Geografi saya malah memilih menjadi seorang agen asuransi. Siklus hidup saya selalu menyimpang yah? he he he

Saya sudah lulus, tetapi saya malah memilih menjadi seorang agen. Kenapa ?

Bukannya saya tidak menghargai ijazah sarjana dari Unimed. Tetapi untuk keadaan sekarang ini saya memang belum kepikiran untuk bekerja sebagai ‘pegawai’. Saya terinspirasi dari dua adik saya yang tahun depan berturut2 akan masuk ke perguruan tinggi. Saya tidak mau mereka hidup pas2-an seperti saya saat menjadi mahasiswa, saya tahu sakitnya bagaimana ketika tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Orangtua saya masih mampu memenuhi kebutuhan kami, tapi tidak untuk keinginan kami. Mereka masih memikirkan masalah financial yang seharusnya tidak mengorbankan kebahagiaan anak2nya. Dan ironisnya, si anak dipaksa harus mengerti. Saya tidak mau adik saya merasakan hal itu. Maka dari itu saya berfikir untuk bekerja yang perhitungan penghasilannya tergantung usaha kita. Bukan di gaji. Dan alhamdulillah, saya bertemu Prudential sebelum saya lulus kuliah. Jadi saya tidak perlu repot2 mengantar lamaran kesana kemari, interview di perusahaaan ini atau itu. Begitu lulus, saya sudah tahu saya akan kemana.

Banyak teman2 yang menganggap saya mengambil tindakan diluar kewajaran. Banyak yang berkata sinis ‘kau kok lari ke asuransi pulak?’, banyak malah yg bilang ngapain capek2 kuliah kalo akhirnya cuma jd sales’. Yah, menurutku wajar sih mereka bilang begitu. Tidak ada yang salah dengan kata2 mereka. Itu hak mereka berkomentar. Tetapi kita sebagai manusia mempunyai cita2 sendiri, mimpi2 sendiri, kita juga punya hak buat melukis masa depan kita sendiri. Kata2 negativ yang keluar dari mulut mereka di dengerin aja deh, jangan dijadiin beban, toh kita bernafas juga gak dari hidung mereka.

Sebenarnya dimanapun kita bekerja itu sama saja. Semua tergantung niat, serius, disiplin, dan tanggung jawab kita kepada pekerjaan tersebut. Mau bekerja dimana pun pasti memerlukan keempat point itu. Saya disini bukan membanggakan profesi saya dan menjelekkan pekerjaan lain. Tulisan ini dibuat cuma untuk berbagi bagaimana seorang anak perempuan berusia 21 tahun yang sedang menjalankan rencana yang sudah disusun, memilih sendiri jalan hidupnya, dan menentukan sendiri masa depannya. Tidak terprovokasi oleh lingkungan sekitar.

Saya juga masih agent baru, belum ada case. Tapi dengan ter-publishnya tulisan ini saya harus termotivasi supaya segera mendapatkan case. Kenapa ? Supaya saya bisa membuktikan kepada teman2 bahwa saya tidak salah pilih.

Penyemangat hidup saya pernah bilang ‘Nggak ada yang gampang pada saat mengawali, tapi itu yang harus kita taklukkan. Pada waktunya, segala kegagalan atau keberhasilan hidup kita, kita sendiri yang akan menanggungnya, bukan orang lain, atau dia teman yang sangat akrab.’

Salam sukses,

@ikalaraii


.

"Setiap manusia memiliki mimpi. Ada yang mengejar dan mewujudkannya. Ada yang mundur dan membuangnya. Ada yang diam dan menyimpannya sepanjang sisa hidupnya". - Okky Sepatumerah

Udah malem, saya pengin cerita kegiatan saya sekarang. Tapi mata udah gak bisa diajak kompromi. Saya nge-share kutipan diatas karena saya sedang membuktikan apakah saya termasuk tipe pertama yang di bilang mbak Okky atau enggak.

Untuk sementara waktu, saya kasih gambar ini aja ya,


selamat malam :)

.

rasanya mau nangis, 
hari ini adalah salah satu dari hari tergila dalam hidupku,
resiko dari seorang yang suka menunda2 pekerjaan,
saya kapok,
maafin saya ya Allah,
terima kasih doanya mak, dalam kesulitan pasti ada kemudahan itu karena doa mamak untuk indah disini,
skripsi udah disebar ke 4 dosen, sisa dua lagi, tadi kata dosen yang bersangkutan besok saja kasih dikampus.
sekarang tinggal berdoa lebih lama lagi.
ya Allah, ridhailah sidang saya hari sabtu ini.
amin, amin, yra.



Bismillahirrahmanirrahim

huuuhhh, perasaan takut kembali menghantui. 
semoga ini perasaan wajar yang sering kita alami saat kita hendak menghadapi sesuatu.
mohon doa kelancarannya ya teman2, hari ini saya menyebar skripsi (undangan sidang) saya ke masing - masing dosen penguji. saya kebagian ujian hari sabtu tanggal 31 agustus 2013 pukul 08.30 - 10.30 wib. 
minggu ini adalah minggu penentuan apakah saya sudah layak menjadi seorang sarjana pendidikan ?

source

:'(

Maafin indah ya mak setiap mau pulang pasti nyusahin mamak,
Maafin indah udah semester akhir tapi masih minta dibiayain,
Maafin indah belum produktif mak,
Maafin indah uda sering buat mamak merasa bersalah.

Ya Allah, panjangkanlah umur ibuku,
Berilah hamba kesempatan untuk membahagiakannya,

KENAPA ?

source

kenapa suka kali menunda waktu ?

kenapa suka kali mengerjakan sesuatu setelah batas waktu sudah mau habis ?

kenapa hobi sekali bermalas - malasan ?

                                        indah, yang baru siap mengerjakan revisian T__T
                                        02.49 am
                                        waktu indonesia bagian teluk panji

stress mak e :(

tinggal dua minggu tiga hari lagi nih.
ini benar2 gawat. saya masih dikampung, belum mengerjakan peta untuk skripsi, belum merevisi apa yang dibilang dosen pembimbing kemarin. belum ada ngapa2in T__T 
tadi sore saya mencoba 'mencari' teman seperjuangan, rata2 senasib. eh, gak deng, beberapa ada yang dapet penguji bu nurmala *terima kasih Tuhan Engkau memberikan buk As untukku*
saya rasa, sidang minggu depan akan menjadi sidang keroyokan, kalau dibilang kami (yang bebas bu Nurmala) beruntung karena gak dapat ibu itu belum tentu juga. haloooooo, siapa yang bisa jamin kami sewaktu meja hijau nanti. peran dosen pembimbing kan ada batasnya juga. ya walaupun penguji saya kata teman2 sangat enak, tapi saya kan belum melewati hari itu, jadi belum bisa dibilang beruntung. :""(
saya terlalu takut hari ini :"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

Rahasia Hati

Siapa yang tidak tahu film 5cm ? 
Film yang dibintangi 5 artis yang ganteng dan cantik2 ini telah mendapat penghargaan sebagai film terpuji pada tahun 2012 versi Festival Film Bandung.
Film yang menggetarkan jiwa, membuat ketawa, kagum serta bangga tinggal di Indonesia karena alamnya yang membuat bibir berucap 'Gila, keren bangeeeeetttt !!!'

Yaps, siang ini aku mau nge-share lirik lagu dari salah satu soundtrack 5cm yaitu Rahasia Hati by Nidji. Soundtrack yang muncul pas di adegan yang membuat semua penonton dibioskop terharu, sedih, gak nyangka dan perasaan2 lainnya. Disini aku juga mengambil beberapa scene yang didapat dari ulah mem-printscreen layar saat filmya lagi main, hehehe, biar kalian yang udah pernah nonton akan merasa KANGEN pengen nonton lagi. 
Oke deh, udah cukup kalimat pembukanya, sillakan kangen Riani dan Zafran :p

Ku coba merangkai kata cinta
Walaupun ku bukanlah pujangga
Yang bisa tuliskan kata-kata yang indah
Nyatanya tak ada nyali untuk ungkapkan

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure
So strong and crazy for you


Andai matamu melihat aku

Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Berdoa dan beranikan diri
Sebelum semua ini terlambat terjadi



I wanna love you like the hurricane



I wanna love you like the mountain rain


So right, so pure
So strong and crazy for you
Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku


Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku



Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Alam sadarku
Alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasiaku
Rahasiaku ..









bingung mau dikasih judul apa....

Hmmm, sebenarnya saya melanjutkan tulisan ini dengan perasaan GeeR yang luar biasa sih dikarenakan tulisan seseorang yang muncul di dasbor blogger. Yah cemanala, inilah penyakit ke GR-an saya dari dulu yang belum ketahuan obatnya, hehehe :p
(kalau itu bukan untuk saya sih ya gapapa juga, saya merasa senang aja, udah lama soalnya gak ke GR-an kek gini :)

Oya, seharusnya tulisan ini diposting tadi malam, dikarenakan mati lampu, jadi baru sekarang deh ter-publish. :)
Selamat membaca :)

Kegiatan saya sebelum nulis ini adalah makan kari sapi untuk yang ketiga kalinya. kari sapi ? aneh ya kedengarannya, biasa kan kari kambing. dan kenapa ketiga kalinya ? iyah, saya habis disuruh nyetrika plus nyuci piring yang banyaknya minta ampun sampe kaki saya naik betis, jadi untuk memulihkan tenaga, saya harus makan lagi, hahaha.

Diluar rumah lagi hujan, banyak remaja yang (mungkin) gondok setengah mati sama Tuhan karena rencana2 mereka malam ini gagal karena rahmat-Nya, tapi bagi saya, malam ini malam yang sejuk, sesejuk Berastagi, halaaaah.

Oke, malam ini saya mau nulis tentang perasaan saya menyambut hari yang fitri bagi umat muslim. Sebagai perempuan, saya sangat senang karena besok saya bisa melaksanakan sholat Ied, jadwal datang bulan saya sudah tiba waktu ramadhan ketiga. Sudah 20 tahun saya ada didunia, alhamdulillah saya belum pernah absen untuk sholat Idul Fitri, sedih la ya kalau gak bisa sholat, walau hanya dua rakaat tapi kan setahun sekali cuy.

Ada yang beda sama suasana malam takbir kali ini. Bukan, bukan karena hujan diluar, bukan karena ada kari sapi dan teman2 didapur, tapi saya perhatikan saya sudah 'berkembang', sudah bukan anak2 lagi, kalau kata orang kampung, saya uwes pantes mbojo (udah pantes nikah) :"").

Tapi bukan hanya saya, teman2 saya juga begitu, saya perhatikan dari mulai teman SMP sampe temen kuliah, semuanya sudah menuju kearah dewasanya masing2. Ada yang dulu lugu plus polos kali waktu SMP, kemarin pas buka bersama, dia udah modis sekarang, udah begaya gaya rambutnya, cara ngomongnya pun udah bijak. Ada temen kuliah yang satu angkatan, tapi dia udah resmi aja menyandang gelar, ada juga temen main kasti waktu kecil, sekarang udah gendong anak aja.

Waktu cepat sekali berlalu. Ngumpul bareng temen SMP berasa masih SMP lagi, padahal udah pada mau jadi sarjana semua. Ngumpul sama temen kuliah berasa masih junior lagi, padahal udah angkatan tua,  sebentar lagi bakal ngerasain apa yang dibilang anak2 yang di iklan itu 'jadi orang dewasa menyenangkan, tapi susah dijalanin'.

Banyak mimpi yang mau dicapai, banyak PR masa depan yang HARUS dikerjakan, banyak pengalaman hidup yang akan dirasakan, banyak orang2 baru yang akan ditemui diperjalanan. Sekarang udah 20 tahun, dimana umur segini harus punya rasa malu untuk meminta 'sesuatu' sama orangtua, harus bisa nyari sendiri. Ramadhan tahun depan harus bisa ngasih THR ke mereka, jangan minta aja taunya.

Dirumah ini juga seluruh anggota keluarga mengalami 'kedewasaannya' masing2. Kedua orangtua yang 'menasehati' anaknya tidak lagi dengan pukulan dan makian, melainkan melalui doa (tapi repetan mamak tetep sih -__- ), saya yang sebentar lagi akan dilepas ke dunia kerja, abang yang lagi merintis usahanya, adek2 yang tahun depan berstatus mahasiswa, semuanya tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan umur masing - masing, menjalani hidup sesuai dengan pilihannya masing - masing juga.

Bulan ini saya akan menjalani masa2 terberat saya selama duduk dibangku kuliah. yah, bulan ini saya akan sidang meja hijau, sebentar lagi saya akan mempertanggung jawabkan skripsi saya, tapiiiiii.............revisiannya belum ada saya kerjakan sih -__-

Sekali lagi saya bilang, waktu cepat sekali berlalu, perasaan lebaran tahun kemarin saya masih sibuk dengan urusan PPL, eeehh sekarang udah skripsi aja T_T

Well, inti dari tulisan ini sih, saya berfikir kalau saya sudah 'berkembang' sesuai umur dan akademik, sudah sepantasnya mulai dari sekarang memikirkan masa depan yang lebih baik. Setiap moment lebaran tiba, perasaan gelisah itu muncul, apakah lebaran tahun ini lebih baik kualitas dirinya atau malah lebih rendah? terlebih lagi kualitas hidup. Semoga Idul fitri tahun ini akan menjadi patokan memperbaiki diri untuk idul fitri tahun depan dan tahun2 yang akan datang. Dan semoga tali silaturahmi antar sesama tetap terjaga dengan baik. selamat lebaran ya teman2, maafin saya yang pernah secara sengaja menulis sesuatu tentang kalian disini dengan tulisan yang kurang menyenangkan. minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin :)

malam 20 ramadhan

Ramadhan kemarin 'dikenalkan' oleh Yusuf Mansyur, Ippho Santosa, dan Muhammad Assad.
Ramadhan kemarin 'belajar' I'tikaf dan sedekah.
Ramadhan kemarin disibukkan daftar PPL.

Ramadhan sekarang sedang berusaha untuk menjalani point ramadhan ke-2 tahun kemarin.
Ramadhan sekarang disibukkan dengan skripsi.

Waktu cepat sekali berlalu.
Bagaimana dengan ramadhan tahun depan ?
Semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Amin, amin, yra.

Selamat Ulang Tahun, Gagas Media

Hari ini Gagas Media Ulang Tahun yang ke-10.
Banyak kuis yang di adakan dengan hadiah buku fiksi dan non fiksi.
Salah satu cara untuk mengikuti kuisnya adalah dengan cara meng-upload foto buku terbitan Gagas minimal 10 buku dan buat angka 10 dari buku2 tersebut.
kayak gini

@amaniaghina
Aku langsung liat daftar buku ku di dinding kamar, senangnya buku terbitan Gagas ada 12 buah.
kemudian aku langsung ubek2 koleksi buku ku, sedih, ternyata yang di kosan cuma ada tujuh, sisanya masih di pinjem. Itupun entah masih berwujud entah enggak :""((
Disini baru nyadar koleksi buku Gagas ku cuma sedikit. Ku kumpulin semua buku ku, ternyata koleksi dari Gagas hampir sama dengan koleksi dari Bentang, dan Gramedia Pustaka Utama. 
Ini buktinya





Huuuh, 
Seperti penggila buku pada umumnya, koleksi segitu sih masih belum apa2 ya.
Tapi tenang2, sebelum nikah cita2 ku harus punya perpustakaan mini nanti di ruang tamu rumah pribadiku. Hahaha. Amiiinnn yra :)
Dikarenakan kuisnya tidak hanya di adain di twitter, aku pun beralih ke facebook.
Di facebook kita hanya di suruh ngarang cerita yang kalimat pembuka di tentuin Gagas. Tugas kita melanjutkan kata2 tersebut dengan syarat harus pake tagar #GagasAddict , sepuluh, dan sebutkan buku2 terbitan Gagas sampai 10 kali. Ikutan dong ya, hehehe

semoga menang :)
Oh iya, mataku lagi sakit nih gara2 baca ulang twit ku dari pertama aku nge-twit (2010). Woww, itu jaman masih alay2-nya di twitter. Lucu sendiri, ketawa sendiri baca ulang semua twit sampe sakit mata. Hahaha. Ini diakibatkan aku nge-poin timeline nya Uda Fuadi (Penulis Negeri 5 Menara) nih, kalian mau nyoba ? Ini caranya

selamat mencoba

selamat berkekeh ria yaaaaa
dan sekali lagi, Selamat Ulang Tahun ke-10 Gagas ;)

avatar @GagasMedia

Buku yang masih dipinjam
1. Remember When - Winna Efendi (Masih sama Silvy kayaknya)
2. Test Pack - Ninit Yunita (Ibal)
3. Spring in London - Ilana Tan (Ririn)
4. Cinta Brontosaurus - Raditya Dika (kata Winda udah di balikin, tapi aku lupa letak dimana :'( )
5. Manusia Setengah Salmon - Raditya Dika (Bang Fajar)
semoga kalian baik2 saja, dan semoga kita segera dipertemukan kembali  :"")

cerita sore ini

Iri rasanya datang ke sekretariat jurusan dan melihat daftar nama mahasiswa yang akan sidang periode Juli 2013.
Enak sekali mereka gak membayar uang kuliah lagi. Enak sekali mereka akan segera jilid lux skripsi.  Pokoknya enak la.
Lalu saya melihat ke diri saya sendiri, saya sempat menyalahkan diri saya kenapa kemarin tidak mengejar sidang sebelum bulan puasa. Saya kesal.

Huft....
Menyesal sekarang percuma. Waktu sudah berlalu. Jadwal sidang saya bulan Agustus. Saya masih harus membayar uang kuliah lagi, masih harus tinggal di Medan satu bulan lagi, dan harus rela melewati ramadhan di kosan tanpa keluarga asli. Sedih.

Apapun yang terjadi sekarang adalah akibat keputusan saya kemarin2. Saya sempro bulan Juni juga akibat usaha saya yang memang harus seminar bulan segitu. Gak perlu menyesal dan cemburu dengan mereka lah. Ambil hikmahnya saja, dengan beginikan jadi tahu gimana dampak dari menunda2 pekerjaan.

Semangat !!!

Oh iya, hari ini ada kabar baik, saya lulus ujian komprehensip, hehe, alhamdulillah


LULUS :')

kemudian tadi siang saya dan pacar sholat dzuhur bareng di masjid al muhannif (cemara asri), suka sekali saya dengan relief pilarnya, sepertinya besok2 saya harus sholat disana lagi, hehehe

pilarnya sekilas semacam ukiran naga, tapi aslinya adalah tulisan arab
siluet
Dan yang dibawah ini adalah foto of the day, hahaha, terima kasih Ibal :)

lumayan manis la :P

Halo Juli

source

Hai, selamat hari senin dan selamat memasuki bulan2 penting dalam penyelesaian skripsi.
Doain lancar jaya semuanya.
Amin.

.

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kebetulan yang amat kebetulan adalah tetap rencana Tuhan yang tidak pernah meleset walau sepersejuta mili.

Maka, orang2 yang kita temui, kejadian2 yang dilewati, pagi, siang, malam, selalu menyimpan misteri. Ada tujuannya, ada maksudnya. 

Hei, jika kita tidak berhasil menerjemahkan tiap detailnya, karena terlalu megahnya rencana Tuhan tersebut, itu jelas bukan kabar buruk. Setidaknya pastikan saja kita sukses menysukuri tiap detik rencana tersebut. Selalu berterimakasih. Itu lebih dari cukup.


                                                                  Darwis Tere Liye

Istiqamahkan aku ya Allah

Ada perasaan yang susah diungkapkan setelah melewati liburan kemarin. Aku kebanyakan merenung tak berkesudahan. Terlintas setiap saat perasaan bersalah, bersalah sama kedua orangtua. 

Judul diatas mengingatkanku bahwa masih ada Allah tempat untuk mengadu. Yang menjadi pertanyaan, kapan aku terakhir menghadap kepada-Nya ? Kapan terakhir aku memohon do'a ? Kapan terakhir aku mendahulukan Dia ketimbang dunia ? Rasanya sudah lama aku tidak melakukan itu. 

Sebelum aku maju seminar proposal, aku selalu mendahulukan-Nya. Segala macam salat sunah kulakukan demi memohon pertolongan-Nya. Tetapi apa balasanku ? Kemana aku setelah Dia menolongku ? 

Kuberitahu padamu kawan, seminar proposalku termasuk sukses, dan bisa dikatakan sukses berat. Aku memang terlambat dari teman2ku, tapi senangnya, surat izin penelitianku lebih awal keluar dibanding mereka.   Sudahkah aku bersyukur ?

Yah, sudah. Tapi bersyukur melalui ucapan saja. Tidak melaksanakan perintah wajibnya. Sungguh ironis. Ibarat hubungan dengan manusia 'ditolong tapi gak tahu terima kasih'.

Setelah selesai seminar proposal tanggal 07 Juni kemarin aku langsung meninggalkan perintah wajibnya dengan sangat enteng. Seolah - olah aku tidak membutuhkan-Nya lagi. Hamba macam apa aku ini ?

Maghrib tadi aku melaksanakan salat taubah entah untuk yang keberapa kalinya. Disaat menghadapnya hatiku bergetar, kapan terakhir aku sujud ? Kapan terakhir aku membaca niat salat ? Kapan terakhir aku berdzikir ? Subhanallah, sungguh rasanya malu kepada-Nya.

Mengetahui aku masih bisa membaca kitab-Nya tak henti2nya aku mengucap syukur, alhamdulillah, aku masih bisa membaca huruf arab yang wajib dibaca setelah salat maghrib. Segala puji bagi Allah aku masih bisa meminta maaf kepada-Mu atas semua dosa2ku, atas semua kekhilafanku, atas semua keegoisanku, atas semua kesombonganku. Demi nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, istiqamahkan la amal baik hamba ya Allah. Amin yra.

doa shalat sunat taubah

"Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tiada Tuhan yang layak disembah selain-Nya, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri, dan aku bertaubat kepada-Nya sebagai bertaubatnya seorang hamba yang zalim yang tidak dapat berbuat untuk dirinya sendiri sesuatu perbuatan yang mendatangkan bahaya atau manfaat, kematian atau kehidupan, ataupun kebangkitan kembali".

Ya Allah Ya Tuhanku, Engkau adalah Tuhan-ku. Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Ya Allah ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang aku lakukan.

                                                                                      

.

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einsten, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong-ini pendapat Einsten-maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.

Banyak orang yang panjang pengalamannya tapi tak kunjung belajar, namun tak jarang pengalaman yang pendek mencerahkan sepanjang hidup.


                                                                                    Edensor - Andrea Hirata

..




banyak cerita, banyak pengalaman.
terima kasih semesta sudah mengizinkan lukisanmu menjadi tempat favoritku.

.

Jangan pernah menjaminkan rasa kepada waktu. Ia punya masa kadaluwarsanya.

.....Pada akhirnya, semua harus memilih. Mana bisa kita terus berada di area abu - abu dan meminta waktu yang memutuskan. Tidak. Waktu tak pernah memutuskan apa pun untuk kita. Kita yang harus bersikap.



                                                                                        Life Traveler - Windy Ariestanty




....

kenapa pagi ini saya semangat sekali buat ngeblog ?
sampai dalam waktu kurang lebih dua jam saya sudah tiga kali posting.
banyak sekali idel liar di kepala yang memang harus di abadikan di sini, hehehe

jadi gini, entah kenapa tiba2 teringat twit raditya dika, yang ini :

nge-twit saat rame2nya penonton CinBro

nge-twit saat proyek baru mungkin

dan kedua twit diatas adalah twit yang kena kali untuk proposal saya.
kenapa jadi ke proposal ??
hmmmm, kalau udah sempro nanti ku jelasin ya, ha ha ha

..

Andrea Hirata di buku dwilogi padang bulan pernah bilang "pertemuan dengan seseorang mengandung rahasia Tuhan. Maka, pertemuan sesungguhnya adalah nasib. Orang tak hanya bertemu begitu saja, pasti ada sesuatu di balik itu".
trus di buku Edensor dia juga pernah bilang "Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun yang terjadi karena kebetulan".

Kutipan itu entah kenapa kepengin sekali saya taruh di blog ini.
Umur saya sudah 20 tahun, dimana selama menjalani kehidupan ini (ecieee, bahasanyaaa :p) saya sudah banyak bertemu dengan orang2 baru dalam hidup saya. Baik itu sekarang yang jadi teman akrab di kampus, teman satu kamar kos, pacar, bahkan dosen pembimbing.
Setiap saya bertemu orang baru, saya pasti mikirnya, ini nasib. yah, sesimpel itu.

Akhir - akhir ini saya sering bolak balik ke kantor dinas tata ruang dan tata bangunan kota medan guna untuk meminta peta penggunaan lahan eksisting. anehnya, saya sulit sekali bertemu abang itu. walaupun rumah kos saya jauh dari kantor ini dan artinya saya harus buang2 bensin kesana dengan hasil nihil, tapi saya menikmatinya. saya berfikir, Tuhan baik sekali saya dibolehin lalu lalang ke ruang kerja masa depan. Seolah - olah bolak balik nya saya itu adalah konspirasi alam yang mengharuskan saya untuk bertatap muka dengan pegawai disitu, mungkin biar mereka 'tanda' kali ya dengan saya, atau pemikiran optimis saya bilang 'biar besok kalau aku kerja disini, mereka bilang "oh, ini kan mahasiswa yang bolak balik untuk riset kemaren itu kan?" ' hahaha, bermodal prinsip kutipan diatas untuk hal2 seperti itu saya ambil positivnya aja, saya kesana kan atas izin Tuhan, saya bolak balik juga atas izin-Nya, jadi kenapa saya harus mengeluh ? nikmati aja, siapa tau emang nasib saya se-profesi dengan mereka (aminnnn), seperti kutipan dari Padang Bulan "Orang tak hanya bertemu begitu saja, pasti ada sesuatu di balik itu" :"")

absurd

tadi malam saya mimpi. yah, mimpi ini begitu penting sampai saya harus menuliskannya disini.
di mimpi itu saya sedang berada diruangan, berdiri disamping kursi dan sedang menunggu komentar dari dosen pembimbing tentang revisian proposal saya. dan di depan meja ibu itu telah duduk dua teman saya yang akan merevisi hasil seminar mereka. dan dialog yang saya ingat di mimpi adalah :

temen saya : "udah ndah, langsung minta acc aja terus"
saya : "hah, tergantung ibu masih ada yang salah atau engga"
temen saya : "acc aja bu si indah langsung, biar cepat" <-- doping saya di atur dia
doping saya : "saya acc sekarang pun si indah belum bisa maju minggu ini, saya kan mau pergi"

yah, cuma itu dialog yang saya ingat. gila, sampe kebawa mimpi cuy perkara di ACCepted atau enggak.
tapi kok ya, saya merasa ga papa, merasa ga perlu terburu2 meminta doping segera meng-acc proposal saya. saya malah menikmati setiap coretan dan penjelasannya. he he he

huft

apanya yang going the extra mile ? males2-an gini

apanya yang mau riset ? daritadi takut sama panas

apanya yang mau maju ? selalu menunda - nunda pekerjaan

apanya yang akan beruntung ? gak ada usaha mati2-an

huufthhh

hari ini

Tadi siang saya menyerahkan revisian untuk yang ketiga kalinya kepada dosen pembimbing skripsi saya. kalau hari senin kemarin dia agak galak alhamdulillah hari ini dia sangat baik. Gak langsung diperiksa sih, saya belum tahu besok revisiannya apalagi, tapi saya yakin latar belakang pasti masih kurang, saya ngebacanya aja masih kurang srek. Agenda hari ini dengan dia itu membuat instrumen penelitian, dimana salah satu teknik analisa data saya adalah wawancara, jadi saya minta bantu bagaimana menyusun pertanyaan yang baik dan benar serta efektif untuk permasalahan ruang terbuka hijau. Tidak langsung selesai pertanyaannya, saya disuruh ngerjain sendiri dulu, beliau hanya mengajari saya bagaimana menyusun sebuah pertanyaan untuk wawancara. Beliau memberikan konsep dengan menjabarkan variabel penelitian.

Setelah diskusi saya langsung pulang ke kos dan langsung mengerjakan instrumen, kemudian ada yang teriak2 dari luar rumah, saya sudah merasa pasti abang2 tiki, dan feeling saya benar, hehehe akhirnya buku Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi yang sudah saya pre order akhir April kemaren sampai juga.

thank you Gramedia.com
saya sangat senaaaaaaaaaanggggg sekali sewaktu menerima bukunya yang ternyata ada hadiah berupa buku catatan yang covernya R1M juga, saya berfikir, selamat datang teman curhat baru :")

tanda tangannya kecil sekali :"(
Trus, biar merasa keren saya keluarin semua koleksi buku karangan Ahmad Fuadi saya, wuihhhh, berasa jadi orang beruntung punya buku 'mantra' ajaib ini.

alhamdulillah

Saya baca langsung R1M tapi belum sampai tamat, masih sampai halaman 106 dan saya menemukan semangat baru dari halaman2 tersebut, yah seenggaknya buat pengerjaan proposal penelitian saya ini laaah.

Ada beberapa paragraf dalam masing2 bab yang membuat saya memberikan jeda untuk kegiatan saya dengan maksud berfikir sejenak.

Bab I: "Senyumku terbit begitu menatap dinding kamarku. Di sana terpampang coretan - coretan impian gilaku di atas sebuah peta dunia. Satu coretan besar dengan spidol merah berbunyi: "Aku ingin ke Amerika". Tanganku lalu merogoh ransel. Secarik tiket Royal Jordanian itu aku tarik keluar. Di dalam kolom passenger tercetak mantap namaku untuk jalur Montreal-Amman-Jakarta. Alhamdulillah, man jadda wajada kembali mujarab. Apa yang aku impikan akhirnya selalu tercapai. 
Setelah membaca kalimat itu saya langsung lihat dinding kamar saya, ada foto empat musim di situ (Spring, Summer, Autumn, dan Winter) serta ada tanda panah yang mengarah ke post-it yang bertuliskan nama negara yang sangat ingin saya tinggali BELANDA, dalam hati saya Man Jadda Wajada.


Bab II:  "Enaknya kamu Lif, bisa jalan-jalan ke Kanada gratis. Beruntung banget,: celetuk Memet. Tentulah aku beruntung. Seandainya dia tahu dan merasakan bagaimana aku mengorbankan kenikmatan-kenikmatan sesaat untuk bisa sampai "beruntung". Berapa ratus malam sepi yang aku habiskan sampai dini hari untuk mengasah kemampuanku, belajar, membaca, menulis, dan berlatih tanpa henti. Melebihkan usaha di atas rata-rata orang lain agar aku bisa meningkatkan harkat diriku". Saya tutup bukunya sebentar lalu merenung, selama ini saya malah mengorbankan proposal saya untuk kenikmatan2 sesaat, mirissssssss ya Allah :"(

BAB III: "Jadi pegawai negeri itu jelas dan pasti, di masa tua pun akan aman karena mendapatkan pensiun," terang amak. Aku hanya menggeleng. Ingatanku kembali ke pesan Kiai Rais, "Jangan gampang terbuai keamanan dan kemapanan. Hidup itu kadang perlu beradu, bergejolak, bergesekan. Dari gesekan dan kesulitanlah, sebuah pribadi akan terbentuk matang. Banyak profesi di luar sana, usahakanlah untuk memilih yang paling mendewasakan dan yang paling bermanfaat buat sesama. Lalu kalau kalian nanti sudah bekerja jangan puas jadi pegawai selamanya, tapi punyailah pegawai". 
Kalau di bagian ini saya setuju, tujuan saya selesai kuliah bukan mau mengejar PNS sih. 

BAB V: Aku ingat pesan Kiai Rais, "Berusahalah untuk mencapai sesuatu yang luar biasa dalam hidup kalian setiap tiga sampai lima tahun. Konsistenlah selama itu, maka insya Allah akan ada terobosan prestasi yang tercapai." Jika aku lihat Randai, maka dia sudah melakukan konsistensi paling tidak enam tahun sampai sekarang. Kuliah teknik penerbangan selama lima tahun dan dia langsung bekerja di industri penerbangan. Dia fokus, dia tekun, dia konsisten di bidangnya. Tidak heran kalau dia punya terobosan dalam hidupnya. Aku menghitung-hitung apa bidang keilmuan yang aku tekuni dengan intensitas tinggi selama liam tahun terakhir? Aku harus jujur: tidak ada. Semua serba tanggung. Memang tidak ada sama sekali bidang keilmuan yang aku dalami dengan konsisten. Tapi, aku mencoba menghibur diri, paling tidak di bidang non pelajaran, ada satu bidang yang tidak pernah putus kugeluti selama delapan tahun terakhir hidupku. Aku konsisten mengasah kemampuan menulis.
Bagaimana dengan saya ???????? saya juga harus jujur, belum ada satu pun bidang yang saya tekuni dengan intensitas yang tinggi, bagaimana mau membuat terobosan ? -____-

BAB VI: "Kiai Rais pernah bilang, jangan takut pada manusia. Dunia itu rata, di atas langit, di bawah tanah. Semua kita sama. Kenapa takut?"
Siapapun dosen ahli atau dosen seminar saya nanti, insyaallah saya gak takut menghadapinya. Kalau memang dapat yang killer, semoga hati dan perasaan saya tahan banting.

BAB VIII: "Apapun tulisannya, jangan lupa riset dulu. Riset itu hukumnya fardhu 'ain. Wajib. Kalau kalian sudah menguasai latar belakang yang akan diwawancara, maka kalian akan mudah memahami kepribadiannya. Pertanyaan harus berotot, strategis, dan mencerahkan. Riset-riset-riset," kata Mas Aji mengingatkan kami di rapat mingguan". 
Andrea Hirata juga pernah bilang, untuk pembuatan novel dia terbiasa melakukan riset dulu, sementara menulis itu hanya butuh waktu dua atau tiga minggu saja. Yang artinya, dalam menulis apapun yang terpenting adalah riset dulu, kita harus benar2 tahu apa yang hendak kita tulis, begitu juga dalam penyelesaian proposal, hmmmmm, sebelum maju seminar, ada baiknya saya harus riset dulu daerah penelitian saya. Do'ain ya. hehehe

.

source

setiap bangun pagi saya deg2 kan lihat kalender, waktu terasa cepat sekali berlalu.

apa kabar proposal penelitian saya ? 
teman2 satu per satu sudah seminar, saya kapan ?
sekarang sudah tanggal 21 Mei, dari awal bulan saya niatkan saya akan maju seminar akhir bulan ini. apakah bisa ? 
sebenernya gak ada yang gak bisa, tapi......

hari ini revisi ketiga saya, masih banyak kesalahan disana sini, padahal niat dari awal, proposal saya tanpa revisi :)

saya semakin kesini semakin deg2 kan, rasa2nya saya kok gak memahami tulisan saya sendiri.
apa saya kurang ikhlas ngerjainnya ? kayaknya enggak.
apa ada hal lain yg dipikirin ? hmmm, sedikit sih

Edensor

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.

Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa - rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika - liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan - kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga - duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat - tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang - orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun - gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!


                                                                                                     -Andrea Hirata-

curhat malam ini

aku kurang jeli atau aku yang kurang usaha dalam misi pencarian buku referensiiii ?????

kemaren sewaktu mau acc judul aku berpedoman sama bukunya pak Fandelli "Perhutanan Kota". buku itu ku dapat dari temanku yang sama2 ngambil judul tentang Ruang Terbuka Hijau. entah, gak tau kenapa, di kota medan ini banyak tersebar gramedia, dan gramed pusat itu ada di jl. gajahmada, tapi kemaren kesitu nyari buku tentang ruang terbuka hijau enggak adaaaaaa. sampai aku bela2 in daftar jadi member di perpus usu demi dapet minimal fotokopian aja tentang apa yang ku cari, dan hasilnya juga NIHIL (padahal usu ada jurusan kehutan loh), tapi ya gak tau juga sih ya kalo buku yang ku cari itu adanya di perpus fakultas, aku kemaren nyarinya di perpus kampus. sadar kok kemaren aku nyari nya di rak kehutanan.

trus, temanku yang sama2 ngambil judul RTH juga kekurangan referensi dari buku. aku nanya "pasca usu kan ada jurusan pwk, boleh masuk gak ?" dia bilang "percuma nda, gak ada juga, yang banyak disitu thesis, disertasi".

sampai akhirnya aku baca buku pedoman 'penulisan skripsi jurusan pendidikan geografi', pada hal. 37 ditulis "acuan bacaan ada yang bersifat sumber acuan umum, yaitu kepustakaan yang berwujud buku teks, ensiklopedia, dan semacamnya. dan sumber acuan khusus, yaitu laporan - laporan hasil penelitian, jurnal2 penelitian, skripsi, thesis, disertasi, dan semacamnya. semakin banyak mendasarkan kepada sumber acuan khusus akan semakin baik". dari situ aku juga ngerasa 'gapapa' kalo kitab dalam skripsiku nanti disertasi orang.

Dan, malam ini, aku gak tahu Allah punya rencana apa sama ku. dari hari minggu kemarin, dari hari semangat2 nya aku ngerjain proposal, aku udah berdoa sama Allah untuk bisa tembus seminar di minggu ketiga bulan ini.
udah ku selesaikan proposal yang rencananya besok akan revisi perdana. tapiiiiiii, gara2 aku stuck di definisi operasional (bab iii), aku iseng gugling dengan memasukkan kata kunci 'kebutuhan ruang terbuka hijau adalah?' dan muncul lah sesuatu yang SANGAT TIDAK SOPAN, oh my God, jungkir balik aku kesana kemari hanya untuk dapatkan buku yang berbau tentang Ruang Terbuka Hijau. dan malam ini, malam dimana besok aku mau revisi, disitulah dia muncul. kimbek.


kamu kok gitu sama aku, sayang ? :'(

dan sampe sekarang aku masih membodoh - bodohkan diriku sendiri. dari kemaren kenapa gak kepikiran nyari buku onlineeeeeeeee T__T
dan berawal dari buku hijau itu, aku semakin semangat menelusuri harta karun yang lain, dan bertemu lah aku dengan tobuk graha ilmu. olala, ternyata buku yang kucari2 ada di toko buku dia semuaaaaa :'''''((((

dengan ini saya batal revisi besok


dan sedihnya buku RTH itu mungkin mengalami revisi atau apa, yang pasti dia lagi kosong. tapi senangnya ada buku pengganti dengan nama penulis yang sama dan baru terbit April 2013, ya Allah, semoga buku itu udah ada di gramedia kota medan. amin.




kalo dipikir2, inilah tantangannya nyari judul skripsi yang baru sedikit di teliti oleh alumni. kekurangan referensi.
mungkin kalo posisiku ada di pulau jawa aku gak sebingung ini. rata2 jurnal RTH yang ku temukan di internet itu berasal dari IPB. sampe kemaren aku kepikiran minta cariin buku di bogor sama adek yang kuliah disana.
setiap kota pasti ada jual buku bekas, nah, di medan itu ada yang namanya 'titi gantung' disitulah para mahasiswa berseliweran nyari buku keperluannya masing2. tapi sialnya dari empat buku yang ku cari, satu pun mereka gak punya. dari ujung ke ujung nanya 'ada bukunya hadi sabari yunus, bang? judulnya struktur ruang kota' dari kios satu sampe kios terakhir jawabannya GAK ADA.

sampe2 aku curhat sama salah satu penjual, 'kok bisa gak ada bang? jadi anak arsitek usu, anak kehutanan usu itu beli bukunya dimana? masak buku gramed semua, apa iya dosennya order buku ke jawa?' abang itu bilang 'bisa jadi dek, kadang orang itu cuma pake fotokopian, jadi gak bisa di jual'.

jadi proposal yang udah ku siapin itu sumbernya ada dari buku dosen, makalah seminar nasional, skripsi kakak stambuk, disertasi, dan jurnal dari internet. dan menurutku agak kurang srek kalo gak punya buku asli tentang RTH. jadi, berhubung aku udah nemuin 'oasis' untuk skripsiku, aku memutuskan untuk pending revisi. aku nunggu buku itu nyampe di kos, biar teorinya lebih mantap :)

fyi, jurusan pendidikan geografi di sumut itu cuma ada di unimed, jadi ya wajar aja susyah syekali nyari referensi.
selamat malam.

*minta maaf yang sebesar2nya buat nama2 instansi yang gak di sensor

untukmu, para pemimpi !!

Di bawah Menara Bastille, aku melamun, lalu menarik garis perjalanan dari titik mula aku beranjak, di sekolah dasar Laskar Pelangi yang sembarang waktu bisa roboh di pinggir hutan di Pulau Belitong sana. Jauh tak terkira, terpencil. Dari situlah asal muasalku, dari satu kaum terbelakang yang tak percaya pada sekolah, yang kelaparan di lumbung harta gemah ripah timah. Menggerus pohon karet, menjerang kopra, menyarai madu, menangguk ikan, memunguti kerang, mengais untuk makan. Dan di sini kini aku tertegun, terkesima akan misteri kebesaran Ilahi. Sebab tak kutemukan satu pun penjelasan bagaimana detik ini aku bisa berada di pusat peradaban Eropa: Paris, dan meraih ijazah dari universitasnya.



Jika dulu aku tak pernah berani bermimpi sekolah ke Prancis, jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi - tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadapi gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai maghrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya, turun temurun menjadi kuli kasta terendah. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib pada ayahku dan pada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Detik ini di jantung Paris, di hadapan tonggak penjara Bastille, perlambang kebebasan, aku telah merdeka, tak goyah, tak pernah sedetik pun menyerah. Di sini, atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak para pemberani.



                                                                        Puisi Tahun Lalu - Maryamah Karpov
                                                                        Andrea Hirata

T___T

akhirnya ngerasain juga yang namanya penyakit anak kos (baca : maag).

bukan sombong, aku termasuk orang yang kebal secara fisik (fisik loh yaaaa, bukan hati).
belum pernah ngerasain yang namanya sakit maag, sakit kepala, typus, DBD, usus buntu atau apala yg sering di derita anak kos. paling aku sakit kalo lagi menstruasi.

hampir tujuh tahun aku menyandang status anak kos, tapi emang belum pernah masuk rumah sakit gara2 penyakit di atas. kadang ada rasa kepengeeeen gitu berbaring di tempat tidur, trus temen2 pada jengukin (jangan aminkan ya Allaaaaah, indah belum ada asuransiiiii).

jadi ceritanya aku sekarang sakit gara2 alasan yang anak kos banget, yaitu : TELAT MAKAN.
aku inget, aku kemaren makan sekitar jam tengah lima sore, abis ashar gitu baru beli nasi padang.
sebenernya di karenakan di kosan gak ada orang. adek2 kos pada pulang kampung. jadi yang di rumah tinggal aku dan dedek. kami dua gak begitu akrab, kalo ada winda dan adek putri kami ya kompak, tapi kalo orang itu dua gak ada kami masih agak segan gitu satu sama laen. jadilah aku, males-beli-nasi-keluar.

di karenakan kemaren sore hujan, jadi mulai terasa la senepnya perut ini. begitu hujan berhenti langsung capcus beli nasi, dan sampe malam aku gak makan, wow.
sempet di repetin pacar, tapi aku bilang, i'm okay honey, don't worry about me ! hehehe

trus, tadi pagi gak langsung makan nasi. aku malah minum kopi, wohohoho.
aku minum kopi sambil makan roti gandum. awalnya sih gak ngefek, tapi berapa jam kemudian lek, ya ampuuunnnnnnn, sakiiiiiit.

ku kira perutku sakit gara2 aku duduk lama2 depan leptop tanpa ada sedikitpun nyenderin bahu. jadi tadi mikirnya 'oh, gara2 ini nih, jadi sakit pinggang'. trus aku pindah ke meja makan, twitteran sambil senderan, tapi tetep aja gak ngefek.

kemudian sekitaran abis dzuhur aku minta tolong sama pacar buat beliin nasi padang, trus di anterin, trus aku makan, yah biasa aja. tapi selang berapa menit makan kok pegelnya gak ilang2. pegelnya itu di bahu, di pinggang, trus di perut. pokoknya pengen minta di krepekin la, dalem hati tadi 'ini kalo di kusuk kayaknya enak nih'.

tapi coba cara laen, biasa kayak gini karena masuk angin atau apala. jadi tadi sempet di oles minyak k-link yang panasnya naudzubillah, trus abis maghrib perutku keliling ku oles freshcare (fyi, i can't live without freshcare), enakan sih, adeeemmm, tapi ya tetep. kemudian pacar datang mau diskusi tentang proposal dia, jadi sekalian juga titip nasi, tapi dia baru cabut dari kos kisaran jam sembilan gitu, yo sami mawon yo kan ?

gitu dia pulang, aku langsung makan, dan disitulah aku yakin kalo aku ini emang bener2 kena asam lambung. sakit kali lek pas makan, sumpah. gak nyeri, tapi ya emang kek gitu kalo aku telat makannya udah parah kali. biasa kalo udah buang angin perut pasti enakan, tapi ini enggak, sampe sekarang aja masih sakit (btw, aku udah buang angin belum yah?)

jadi tadi aku tanya2 gugel penyebab asam lambung, dan sah la, ya emang itu yg lagi aku rasain.
gara2 kopi nih kayak gini. gak mau lagi lah telat2 makan, kapok, gak enak sakit, cukup sakit bulanan aja la yg kurasain, gak mau lagi sakit2 yang lain, ampun, indah lemah ya Allaaaahhhh.

trus tadi pas mamak ku nelpon
mami : lagi dimana in ?
aku : kos mak, lagi sakit aku mak
mami : sakit apa ?
aku : sakit perutku gara2 gak makan tadi malam ?
mami : kok gak makan kau tadi malam
aku : tapi mamak bilang hati2 pake duit, ya gak makan la aku
mami : heh, jangan kau salah artikan kata2 ku itu ya, hati2 bukan brarti kau gak makan
aku : T____T *begitulah cerita selanjutnya

yaudaya, aku mau tidur dulu, kata gugel untuk mengurangi rasa nyeri di lambung, tidurnya harus nyamping, boleh ke kanan, boleh ke kiri. oke. bye.

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.