wisuda tepat waktu atau wisuda di waktu yang tepat ?

akhir2 ini otak sering banget mikir ke kata2 itu. terutama kalau lagi mikir perjalanan yang bakal penuh perjuangan untuk menyelesaikan bab demi bab proposal dengan judul baruku yang sekarang. yah, judul baru udah di acc sama doping tinggal sama kajur aja nih yang belum. alhamdulillah :)

judul tulisan ini ku dapat waktu nge-poin twitter nya si @shitlicious, ada pembaca dia nulis kutipan bukunya (skripshit) trus di mention ke akun twitter dia dan alhamdulillah kemarin sempet terbaca olehku, dan membuatku sukses mikir 'kalo itu pertanyaan di tuju ke aku, aku bakal jawab apa ya???'

butuh waktu beberapa menit untuk mikir jawabannya dan alhamdulillah aku milih jawaban yang kedua. kenapa ? karena, wisuda tepat waktu di dalam otakku hanya menggambarkan 'pengangguran', tetapi kalo pilihan kedua, wisuda di waktu yang tepat menurut pendapatku :
1. waktu yang tepat mendapatkan pekerjaan
2. waktu yang tepat ada tawaran beasiswa
3. waktu yang tepat ada pengusaha sukses yang melamar, wekekeke

jadi gini, sebelumnya ku kasih tahu judul pertama ku kemarin tentang 'status perkembangan desa', alasan kenapa aku revisi judul ?
1. gak ada masalah
jadi begitu aku ngerjain bab satu, masih pakai teori abang Robinson Tarigan beserta data dari BPS, judul ku ini tidak mempunyai masalah. kalau gak punya masalah, ngapain ku teliti.
2. gak berpotensi buat penelitian lanjutan (tesis)
aku ada niat buat lanjut sekolah, jadi ku pikir, lebih baik aku di gembleng habis2-an di S1,daripada aku kelabakan di S2. ya, karna aku nyadar diri aja, ilmu yang ku dapat selama 3,5 tahun di bangku perkuliahan belum ada, masih kebanyakan main2, jarang serius. bisa di bilang, sekarang aku belajar lagi dan emang bener2 pengen memahami permasalahan di judul baruku.

sebelumnya aku mau ngasih tau kenapa aku nulis ini, alasannya berangkat dari pertanyaan teman2 'kau kok lama kali maju seminar ?' atau 'hari giniii baru revisi judul ?' atau 'ngapain la kau sok2-an ngambil RTH' atau lagi 'apa tekejar kau itu wisuda bulan 10 ?'
 
yups, akan ku jawab disini.
1. kenapa aku lama maju seminar ?
begini, seminar proposal itu gak gampang. sempro bukan semata2 cuma ingin ikut2-an kawan, trus cepat2 minta acc doping, ngurus berkas, dan maju. seperti kata doping kawan ppl ku jurusan PKN, bapak itu bilang 'ketika kau sudah memakai seragam putih hitam, itu artinya, kau sudah siap dan sudah menguasai proposalmu. dan ketika kau sudah duduk di kursi panas, artinya kau sudah bisa mempertanggung jawabkan proposalmu dan mampu menjawab pertanyaan yang ku tujukan kepadamu'. kenak kali bukan ?
fenomena kebanyakan dari kita, mereka yang cepat2 mau sempro semata2 beranggapan hanya 'biar cepat', tanpa peduli dia sudah memahami atau mengerti betul apa yang sudah di tulisnya.
bukan, aku bukan sok idealis, aku hanya nyadar diri aja, aku punya rencana lanjut sekolah dan aku pikir, kalau kita udah lanjut S2 berarti kita harus lebih extra lagi dalam mengelola tesis, kita harus lebih kerja keras lagi bukan ? nah, kalau punya niat lanjut sekolah dan sadar ilmu yang di miliki masih seujung kuku, ngapain sok2-an maju seminar, bener kata pak darwin 'pelajari dulu'.

2. hari gini baru revisi judul ?
seperti yang ku bilang tadi, ilmuku masih seujung kuku. jadi artinya, dari dulu berarti aku belum punya tujuan aku mau neliti apa sehingga aku baru sibuk baca2 buku tentang PPW setelah aku mengetahui judulku gak berpotensi di bawa ke S2. berangkat dari memahami buku abang R. Tarigan, Perencanaan Pembangunan Wilayah hal. 59, dari situlah ku temukan ide buat mengambil judul tentang Kawasan Lindung. Kemudian, dikarenakan aku kemarin sempat ngajar kelas XI di sekolah MAN 1 Medan selama dua minggu dan materi yang diajarkan tentang kualitas lingkungan hidup, dan pas kali di kampus lagi heboh penelitian RTH (Ruang Terbuka Hijau), jadi menurutku semesta memang turut membantu aku untuk menemukan judul yang baru berupa clue2, hehehe, jadilah ku ajukan judul baruku tentang RTH ke doping dan diikuti dengan sholat sunat istikharah dan shalat sunat hajat, tiga kali jumpa doping langsung acc, alhamdulillah :)

3.Kenapa ngambil RTH ?
ngajar materi lingkungan hidup membuatku tertarik untuk turut menjaga kualitas lingkungan hidup kita. berangkat dari permasalahan beban kota kita semakin berat dimana kota semakin panas, macet, pkl gak terarah, polusi menjadi2, dari situlah aku berniat untuk meneliti tentang ruang terbuka hijau yang sedang di butuhkan oleh kota kita sekarang, khususnya kota medan. dimana kalau kita tetap memperhatikan RTH, kita masih bisa menghirup udara segar, masih merasa nyaman, karena RTH mampu menciptakan iklim mikro. masalahnya sekarang, kawasan hijau perkotaan di kalahkan dengan kepentingan lainnya seperti pemukiman, industri, jadi, kota kita maju secara ekonomi tetapi mundur secara ekologi. jadi itulah alasan ku kenapa aku mau neliti tentang RTH.

4. Wisuda bulan 10 ?
agak susah jawab pertanyaan ini sebenarnya. jadi kami stambuk 2009 kalau pengen wisuda tepat waktu itu ya bulan 10 ini. walaupun ada kemaren anak 09 dua orang tembus 3,5 tahun, dewaaaaaaaaaa memang, ya cemana lagi yakan, mungkin pas kita masih maen2 yang dua orang ini udah kerja keras, wajar aja la.
*balik ke pertanyaan* dari lubuk hati yang paling dalam aku pengen dapet bulan 10, tetapi lubuk hati yang gak dalem2 kali juga bilang 'ya gapapa kalo gak dapet bulan 10, kan memang butuh waktu cukup lama untuk memahami RTH' hehehe*ngeles


jadi kembali ke judul di atas, kemarin pertanyaan itu ku lontarkan lewat whatsapp kepada seniorku stb 05 yang baru wisuda tahun kemaren, jawaban dia cuma 'abang pilih sukses, mau cepat, mau lama, yg penting sukses'.

sedikit bocoran, sebenernya aku salut sama abang ini, dia tamat S1 tujuh tahun, tetapi ilmunya sudah terpakai selama masih berstatus mahasiswa dengan menjadi tenaga pendidik di sebuah bimbingan belajar yang mempunyai nama cukup populer, kemudian dia juga di percaya mengajar disekolah garapan pengusaha sukses Chairul Tanjung Foundation a.k.a CT Foundation dimana murid yg terpilih masuk di sekolah itu adalah murid2 yang emang dipersiapkan lulusannya wajib tembus PTN khususnya PTN yang ada di Pulau Jawa dan dia mengajar untuk olimpiade geografi, kereeeeeennn, padahal waktu itu dia belum punya ijazah. artinya, seperti kata Raditya Dika 'kuliah adalah masalah survivabilitas bukan prestasi', kuantitas (ipk) belum bisa menjamin kita bekerja dimana, tetapi kalau kita udah berkualitas, pasti pekerjaan yang mencari kita.

tapiiiii, itu kembali ke pilihan hidup masing2 sih, mungkin kalo dari aku sekarang lebih memilih mempersiapkan ilmu untuk melanjut, mungkin dari teman2 ada yang memang pengen cepat2 PNS, atau mungkin dari teman2 udah ada yang sedang mempersiapkan undangan pernikahan ? hahaha,
life is choice broooo :')

3 comments:

Hana Ester said...

Tenangggg, masih ada semester depan koq :p

Semangaatttt

indah ikalarai said...

makasih kakak :)
tapi tetep doain dapet bulan 10 ini ya, aku lg belajar keras dan bekerja keras kok, heheheh

saifful Wangsaganda said...

bagus jugag torehan tangannya

Post a Comment

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.