Aksi Nyata Penerapan Modul 1.1

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Haloooo semua bapak/ibu Calon Guru Penggerak, khususnya angkatan 5. Senang sekali akhirnya saya menuliskan aksi nyata saya disini, blog yang dulunya hanya tempat curhat ternyata bisa juga menuliskan sesuatu yang bermanfaat sebagai penunjang karir saya. Silakan dibaca bapak/ibu semoga bisa memberi referensi dan inspirasi 😊

Sebagai CGP baru pastilah diawal kita disuruh lagi belajar menjadi guru dengan mengulas kembali pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara. Selama ini saya pribadi hanya tahu kutipan umum yang terkenal saja, yakni "Ing Ngarso Sung Tuludha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani". Dari SD sampai menjadi guru semboyan ini tak terganti.

Tetapi pada saat menjalani pendidikan sebagai Calon Guru Penggerak, ternyata pemikiran beliau tentang pendidikan sangat luas. Filosofi pendidikan beliau sangat banyak dan sangat 'mengena' jika dibaca di zaman sekarang. Bagaimana bisa Bapak mendefinisikan pendidikan pada tahun yang lampau tetapi isinya masih bisa relate pada masa kini?

Modul 1.1 menyadarkan kita kembali 'Mengapa Kita Harus Bersungguh-sungguh Menjadi Guru?'

Karena semakin didalami filosofi Ki Hajar Dewantara semakin kita merasa berat dengan peran yang sedang kita jalani. Belajarnya seumur hidup, tantangannya sepanjang zaman. Maka dari itu diharapkan para Calon Guru Penggerak bisa menggerakkan komunitas sekolahnya, rekan kerja, peserta didik, agar semua bisa mengilhami dan merasakan tujuan pendidikan dari bapak pendidikan yakni Ki hajar Dewantara.

Beberapa quotes yang sangat menginspirasi saya pada modul 1.1 adalah:

"Teruslah bertanya, Teruslah Menggali, dan Teruslah Belajar"

"Zaman berubah, situasi berubah, menghadapi siswa juga harus berubah"

"Pendidikan budi pekerti hal penting sebagai bekal murid karena nilai manusia terletak pada budi pekertinya"

"Untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab, maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya"

Empat quotes diatas yang sangat ngena dihati saya karena sangat relate untuk zaman sekarang. Guru harus terus belajar menjadi guru agar terus bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta didiknya.

Baiklah disini saya akan sharing sekaligus merefleksi diri saya selama mengikuti modul 1.1:

1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas?

Percaya atau tidak, saya semakin semangat masuk ke kelas untuk melihat wajah-wajah peserta didik saya. Pada modul 1.1 kita belajar kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik. Ketika masuk kelas saya merasa harus bisa memahami kodrat mereka sebagai anak-anak dan saya berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Memberikan semangat perubahan di dalam kelas dengan cara melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid. Saya masuk di kelas 7 jenjang SMP mata pelajaran IPS. Dulu saya berfikir menjadi guru itu harus ditakuti, trus karena saya kurang bisa manajemen kelas yang terkenal ribut, saya selalu ambil aman model pembelajaran, tujuan saya hanya yg penting mereka diam. Ternyata saya salah, setelah mempelajari modul 1.1 saya berfikir menjadi guru harus menyenangkan, kelas harus aktif dengan pendapat-pendapat siswa, guru harus aktif menciptakan model pembelajaran yang membuat kelas hidup dan siswa semangat untuk belajar, memberikan wadah untuk menampung pendapat mereka, mengajak mereka berdiskusi dan berkolaborasi. Sekarang saya lebih semangat bertemu mereka dan menyiapkan model pembelajaran yang menyenangkan bersama mereka.

2. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan?

Saya selalu berfikir model pembalajaran apalagi yang cocok untuk diterapkan pada materi X di kelas A besok? Karena mindset yang terbentuk selama mempelajari modul 1.1 ini adalah guru harus bisa memahami dan memenuhi kebutuhan murid sehingga guru setiap malam pasti memikirkan ide untuk kegiatan di kelas esok harinya agar kelasnya tetap menyenangkan dan tujuan pembelajaran tersampaikan.

3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik?

Pengalaman membagi kelompok siswa. Selama pandemi saya baru sekali membuat model pembelajaran diskusi di kelas dengan duduk per kelompok, bukan karena tidak mau tetapi karena durasi waktu yang tidak cukup sehingga selama ini pembelajaran berpusat di saya. Ketika kemarin saya praktikkan diskusi dengan duduk berkelompok, saya mendapat pengalaman baru tentang anak saya yang terlihat lebih bersemangat belajar karena menurutnya seru belajar sambil mendengarkan pendapat temannya, saling memikirkan inti materi diskusi, dan berperan menjadi siapa ketika kelompoknya yang presentasi. Saya mencatat baik hal tersebut.

wajah-wajah penasaran dan perasaan bahagia ketika sedang berdiskusi

Guru sebagai fasilitator untuk murid

Melatih karakter publik speaking peserta didik

Refleksi diri bersama siswa


Demikianlah aksi nyata saya untuk modul 1.1. Setelah merefleksi diri banyak yang harus saya perbaiki dari cara saya mengajar selama ini. Semoga saya terus bisa berbenah diri dengan terus belajar meningkatkan kompetensi diri saya sebagai pendidik.

Foto terakhir membuat saya ingat akan kalimat bapak Ki Hajar Dewantara:

"Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan".

yang mana artinya; untuk mencapai kebudayaan yang kita mimpikan, peradaban bangsa yang kita cita-citakan, pendidikan adalah pondasinya.

Semoga semua calon guru penggerak dapat menggerakkan komunitas sekolah agar dapat mengamalkan tujuan pendidikan nasional bapak Ki Hajar Dewantara:

"Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat".

Tetap semangat bapak/ibu Calon Guru Penggerak.

Selamat Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan.

Sampai jumpa di aksi nyata modul 1.2 👋😉

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hi, 2022!

Assalamualaikum
Wah akhirnya berkunjung lagi kesini setelah setahun lebih tidak meninggalkan jejak. Asli 2021 tidak pernah buka rumah ini.

Sore tadi iseng teringat punya blog yang sudah lama diabaikan. Pengen bacain reading list yang difollow dari dulu, ternyata ada beberapa akun personal yang masih aktif ngeblog sampai hari ini.

Aku memutuskan balik kesini karena sebenarnya aku gatau mau kemana lagi. Jadi sembari nostalgia dengan tulisan-tulisan lama, kenapa ga sekalian menulis rangkuman cerita terkini? hehe

Yaudah ini aku mulai.

Tahun kemarin, 2021, menjadi tahun yang penuh dengan pencapaian.
Jadi dibulan Januari tepatnya 01 Januari aku dinyatakan lulus UKMPPG. Pendidikannya aku laksanakan dibulan September-Desember 2020. Satu kelas ada 35 orang, yang lulus UP hanya 5 orang. Rasanya sungguh luar biasa.

Lalu, dimulai bulan Maret - Desember 2021 aku demam drama korea. Ya ampun gara-gara iseng nonton Descendants of The Sun di VIU aku jadi tergila-gila sama Song Joong Ki. Kebetulan dibulan itu lagi on going Vincenzo jadi kayak ngalir aja gitu aku kebawa arus korea, langsung nontonin semua drama korea yang sering direkomendasikan orang-orang. Total judul drakor yang sudah aku tonton tahun lalu itu ada 32 judul, gila, hahahha

Lanjut, bulan September aku ikut ujian PPPK tahap 1, alhamdulillah dibulan Oktobernya pengumuman dan aku dinyatakan lulus dan mengisi formasi. Alhamdulillah alhamdulillah.

Lalu dibulan Oktober selain pengumuman seleksi PPPK aku juga berulang tahun yang ke-29. Alhamdulillah masih diberi umur yang panjang sehingga masih bisa dirayakan oleh orang-orang tersayang.

Lanjut bulan Novembernya aku ikut pendaftaran Guru Penggerak. Kebetulan daerah Labusel menjadi daerah sasaran Calon Guru Penggerak angkatan 5. Yaudah aku daftar, aku melengkapi semua rangkaian persyaratannya. Yang mana seleksi tahap 1 nya yaitu disuruh menjawab Essay terkait dengan pengalaman kerja kita selama menjadi guru. Wow, ada 25 pertanyaan yang harus kita jawab dengan minimal 200 karakter cuy, haha.

Bulan Desember 2021 menjelang penutupan akhir tahun, hasil seleksi Calon Guru Penggerak tahap 1 sudah keluar. Alhamdulillah sekali lagi Tuhan memberikan aku kesempatan untuk lulus lagi dan lanjut ke tahap berikutnya. Ohiya, dibulan ini juga sudah mulai sibuk pengisian Daftar Riwayat Hidup untuk yang lulus seleksi tahap 1 PPPK. Jadi inget banget akhir tahun tanggal 28 Desember ke kabupaten sebelah untuk pertama kalinya tes kesehatan dan ngurus SKCK.

Lanjut pergantian tahun 2022.
Malam tahun baru yang sangat biasa aja karena aku memutuskan di kamar aja ga keluar kemana-mana.

Dibulan Januari ini, sebenarnya sibuk banget.
Karena urusan pemberkasan PPPK, seleksi simulasi mengajar, dan wawancara Guru Penggerak.
Ditambah lagi bulan ini juga dimulainya semester genap. Jadi ada tantangan tersendiri melewatinya, belum lagi urusan pribadi yang melibatkan hati. Capeeeeekkk kali tapi harus tetap terlihat happy.

Besok hari terakhir bulan Januari. Alhamdulillah bulan yang sangat berat ini akhirnya berlalu juga. Lusa masuk bulan Februari, dimana katanya bulan ini kami mendapatkan SK PPPK. Semoga ya Allah, semoga penempatan segera. Saya tahu ga mudah untuk pindah sekolah dan pindah rumah, tapi mau tidak mau kehidupan baru sudah menunggu. Semoga aku selalu diberi rasa sabar, ikhlas, dan kuat ya Allah. Aamiin.

Bye, Januari!!

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.