a life traveler


sampul depan dari Life Traveler,


Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka - mereka yang memberikan rumah itu untuk kita, apa pun bentuknya.
Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya.
Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun..
... because travelers never think that they are foreigners.
Windy Ariestanty


Mungkin, Windy Ariestanty kurang familiar di telinga kalian, tapiiii, bukan fans Raditya Dika namanya kalau tidak mengenal mbak vegetarian yang satu ini. hah, mbak vegetarian ??

Lupa, ntah kapan tepatnya, editor bukunya si kambing jantan ini mengeluarkan buku terbarunya, Life Traveler. Saya, sejak dari awal terbit sudah penasaran, bagaimana sih tulisan mbak ini sebenarnya.

Bisa di bilang, saya followers setia dia kemana - mana. Di fb kita berteman, di twitter dia sebagai following saya, di blog juga, bahkan di tumblr juga iya. ckckck.
Saya menyukai cara mbak Windy menyampaikan suatu cerita. Menurut saya, ide cerita dia sebenarnya sederhana, sering dia menulis tentang pengalaman yang dia alami, dan saya rasa, mungkin kita juga sering mengalaminya, hanya saja, kita tidak tahu untuk membagikannya lewat sebuah tulisan yang menarik itu gimana.

Mungkin terkesan wajar, dia kan editor, wajar dong kalau tulisannya itu mengandung unsur bahasa yang sarat, sesuai EYD, atau terkesan pintar, karena menggunakan istilah bahasa indonesia yang banyak tak kita mengerti. Ah, menurut saya, tidak ada editor yang bodoh.

Awal bulan Oktober lalu saya pergi ke Gramedia Palladium, iseng - iseng nyari buku. Saya menemukan buku itu, dengan tak sabar, saya robek sampulnya dan saya baca. Sama, tulisan dia sama seperti tulisan dia di blog atau note fb, jujur dan sangat hati - hati. Dalam hati saya waktu itu, aku ingin di beri hadiah buku ini oleh seseorang, ntah siapa, tapi aku ingin buku ini jadi kado buat aku.

Dan, ketika hari ulang tahun saya tiba, tepatnya tanggal 12 Oktober, mantan* kekasih saya nanya, "mau kado apa?", saya, dengan semangat 45 langsung membalas pesannya, "aku mau buku", "buku apa?" aku jelasin sama dia buku apa yang ku mau. Dan hari pun terus berjalan, udah sebulan lebih gak ada tanda - tanda dia akan memberikan buku yang ku minta, sampai pada suatu hari dia sms, blablabla, dan aku nanya ke dia, "bukunya mana?", dia menjawab, "iya, belum aku beli, gak sempet kesana", ku balas "kalau mau ngasih itu niat dari hati kenapa", dia bilang, "awal bulan ya, tunggu aja".

Dan, Selasa kemarin, dia sms, "ketemu dimana ? ini bukunya udah sama ku", aku bales, "jam 4 aku keluar, tunggu ya, plis" sent. Tidak sabar ingin mendapatkan buku baru, begitu dosen bahasa indonesia keluar kelas, aku pun dengan semangat menjumpai dia, dengan jantung yang dagdigdug pastinya, haha.

Aku salah tingkah, gak tahu kenapa, bawaannya pengen senyum2, aku sempet bilang ke temen2 ku (genk X), "waktu dia ngasih bukunya ntar, potoin kami dua ya, biar tak posting di blog, hihihi", tapiiiiiii, ketika dia udah didepanku, aku gak berani ngomongnya, hahahaha, cemen ko ndaa

Yang pasti si, buku ini bener2 hadiah dari seseorang, mantan kekasih pula yang ngasih, hahahah, paling nggak nama mu ada di halaman awal buku ini, mungkin terkesan biasa aja sih, ya seenggaknya, kado dari mu ini masuk kedalam daftar barang yang wajib ku jaga la, dan waktu aku uda tua nanti pasti aku tersenyum membaca namamu yang ku tulis di awal buku ini, "Wibi", hahahaha, lucu ya kalo ngebayangin uda tua nanti, but now, enjoy your life kawan, thank you so muuuuuuccchhhhhhh yaa Wibiiiiiiiii,,


mungkin kalo kita poto derdua akan jauh lebih bagus ya postingannya, hha

* yang jelas, dia bukan Mr. J

0 comments:

Post a Comment

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.