04 Januari 2026

 Halooooo

Sudah tahun ketiga saya rutin update disini setiap awal tahun.

Tahun 2024 saya update tentang saya membeli sepeda motor baru.

Tahun 2025 saya update tentang saya membeli perhiasan berupa emas.

Tahun 2026 saya telat update karena saat pulang kampung kemarin saya tidak membawa laptop, jadi baru ini bisa update karena saya sudah di kos sekarang.

Tahun ini saya tidak membeli apa - apa.

Dikarenakan pengeluaran saya tahun kemarin yang gila - gilaan dan pencairan THR TPG yang tahun kemarin sedikit terlambat membuat saya memutuskan tidak beli sesuatu karena uang yang ada untuk pegangan saja.

2026 sudah masuk hari ke-4, dimana besok sudah masuk sekolah.

Kegiatan selama liburan kemarin aku isi dengan berkumpul bersama keluarga, bersama murid, bersama teman SMP, dan tidur. Tidak ada yang baru dalam perayaan selama 2 minggu, siklusnya masih sama seperti tahun - tahun sebelumnya.

Saya sengaja pulang lebuh cepat satu hari ke kos karena saya ingin simulasi kegiatan baru tahun ini.

Kemarin saya sudah bersih - bersih kos, sudah nyetrika jilbab untuk satu minggu ke depan, sudah merapikan pakaian saya di lemari, sudah mengganti sprei tidur saya, dan menulis jurnal.

Tadi malam saya mencoba lagi yoga sebelum tidur seperti yang saya lakukan 5 tahun lalu, saya bicara kepada diri saya sendiri apa yang saya syukuri apa yang masih saya benci, saya mencoba berdamai dengan hal - hal yang saya benci tahun ini, saya main HP sebentar lalu ketiduran. 

Sepertinya Allah tahu apa yang menjadi rencana saya, saya dibangunkan begitu cepat, saya kira sudah pukul 06.00 pagi ternyata setelah mengecek HP masih pukul 04.00. Saya mencoba untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya rencanakan dalam hati.

Hari ini hari minggu, saya bangun pukul 04.00 pagi langsung mandi, dan sholat tahajud. Usai sholat tahajud saya 'curhat' ke GeminiAI (iya abis curhat ke yang punya dunia dan isinya lanjut curhat ke AI) tentang apa yang melatarbelakangi saya kenapa saya bisa melakukan hal yang mustahil dalam satu tahun ke belakang.

Saya merasa mendapat validasi dan keyakinan kuat kalau rutinitas yang saya lakukan untuk mencapai impian saya 5 tahun lalu akan saya lakukan lagi tahun ini. Jujur, saya sudah di level pasrah, semuanya saya serahkan ke Allah yang Maha Kaya.

Saya sudah memikirkan matang - matang perihal peran saya di sekolah tahun ini.

Mengingat akhir tahun kemarin saya sampai harus ke Psikolog karena kelelahan batin, tahun ini akan mencoba mengajak sekolah untuk membangun sistem yang sehat. Saya sadar yang saya lakukan kemarin adalah ambisi pribadi saya bukan ambisi sekolah makanya diakhir tahun saya kehabisan 'bensin', terlalu banyak peran yang saya pikul tahun lalu dengan tidak dibarengi apresiasi yang memadai.

Tahun ini saya bertekad untuk melepas 2 peran yang sebenarnya itu penting banget buat saya tapi demi kewarasan mental harus saya lepaskan. Tahun ini saya ingin mencoba ngonten di sosmed dengan tujuan belajar mengabadikan momen dengan cara kekinian. 

Tahun ini BTS Comeback, semoga Allah mencukupkan dan meridhoi langkah saya untuk bertemu dengan mereka. Mimpi yang saya tulis sejak ramadhan 2022 akan diuji di tahun ini.

Ya Allah semoga bisa.

Aamiin aamiin ya rabbal alamin.

33 Hari Sebelum 33 Tahun

 Haloooo

Aku lagi merekap data adik - adik pramukaku untuk kebutuhan KTA mereka.

Aku udah berniat akan menulis disini malam ini, tapi sebelum aku sampai di blank page ini aku tertegun membaca 3 tulisanku di tahun ini.

Kok bisa ya?

Hahaha

Sedih sih tapi kok bisa njir aku nulis gitu😩

Tapi aku cukup bangga aku berhasil menyimpan memoriku disitu.

Aku bahkan ga ekspek ditulisan bulan Mei aku bisa mengabadikan rasa sakit itu πŸ˜”πŸ’”

Update tentang dia saat ini WA nya sudah aku block, bukan, bukan karena masalah kami setahun yg lalu tapi chatingan terakhir kemarin bahas idol trus ada yg kami ga sepakat trus aku izin ngeblokir dia. Gila sih masalah sesepele itu ternyata yang buat aku sanggup ngeblokir beliau, duluuuu sesakit itu hatiku malah aku merasa ga punya alasan buat ngeblokir. Hadeeuuhhh.

Yaudah skip.


Sesuai judul, tahun ini aku menginjak usia 33 tahun.

Secara de facto aku masih 33 tahun tapi secara de jure aku 35 tahun.

Ga terima tapi fakta.

Tadi malam aku nonton turnamen futsal, terakhir aku nonton itu 7 tahun yang lalu dimana aku masih berumur 26. Menonton futsal di usia menjelang 33 entah kenapa rasanya amat sangat menyedihkan.

Aku nge-jokes di grup kalau tadi malam aku niatnya menggatal, tapi begitu sampai tempatnya aku terhenyak, menggatal apanya, ini yg main seumuran muridku semuaa😩 yang seumuranku buset udah bapak - bapak semua πŸ˜ͺ

Pulang - pulang mempertanyakan usia.

Gila sih setua itukah aku?

Ditampar fakta lagi saat aku bertanya ke orang Nanda Ardila berapa usia mereka sekarang?

Jawabannya membuatku mikir ternyata Ardila aja usianya udah 22 njir perasaan kemarin masih 16 tahun 😭

Aku baru inget murid pertamaku itu kelahiran 2000 berarti mereka tahun ini udah 25 tahun astagaaaaaaaaa, muridnya 1/4 abad, gurunya??????

Tapi salahkah aku kalau aku tidak merasa tua?

Saat pulang ke kos aku iseng rewatch drama Descendants Of The Sun, oh tentu rewatch itu karena drakor barunya SJK yang membuat semua orang dejavu. Sepanjang rewatch episode 3 itu aku entah berapa kali ngomong bjirrrr, njiirrr, sambil senyum - senyum miris sendiri 😊πŸ˜₯, kayak ya ampun aku nonton mereka itu tahun 2021 alias 4 tahun yg lalu, sementara drakornya rilis tahun 2016 alias hampir 10 tahun yang lalu 😭

Lucu banget liat mereka masih kinyis - kinyis tapi nyesekkkkkkkk mengingat SJK sekarang anaknya udah otw 2 dan SHK makin cantiiiiiikkkkkkkkkk. Di drama tersebut SHK masih 30an awal bahkan SJK belum 30!!!!

Waahhhhhh berasa masuk lorong waktu tadi!

Ah jadi entah kemana - mana.

Disclaimer, ini aku ngetiknya ngalir aja ya.

Ngikutin kata otak.

Aku mau bilang rencana di 33 hari ke depan tapi takut kena 'ain, mau bilang jalani aja juga aku punya rencana, wkwkwkkw, 

Ngeri lo 'ain itu, kita ngetik berapi - api semangat di dada, gitu kita post apinya langsung padam kita jadinya malah malas  malasan. Makanya agak takut mau ngetik yg sesuai judul.

Jadi aku putuskan untuk menulisnya hanya di buku.

Tentu aku excited sekali menyambut umur baru, perkara status hubungan itu tergantung mindset saja.

Kalau ngikutin standar Tiktok sudah jelas hidup saya ini sangat memprihatinkan, tapi kalau aku melihat apa yang sudah aku lakukan aku cukup bersyukur, aku sudah melakukan yang terbaik.

Tadi sebelum pulang ke kos aku ngasih duit ke mamakku seperti biasa setiap abis gajian.

Sebelum ngasih duit itu sebenarnya aku khawatir terhadap sisa uangku yang sungguh menipis.

Entahlah pengeluaran Agustus kemarin yang sangat berantakan membuat bulan ini cukup ketar ketir.

Tapi mengingat aku membayar semua belanjaan mamak di pekan, di indomaret, makan malam, aku merasa uangku aku gunakan ke arah yang tepat.

Kalau hitung - hitungan matematikanya sisa uangku sekarang itu pasti ga nutup sampai gajian bulan depan, tapi aku yakin matematika Allah pasti bulan ini aku dicukupkan. Aamiin.

Aku pernah merasa iri terhadap anak - anak orang kaya, orangtuanya memenuhi semua kebutuhannya, sedih kali jadi aku yang kalau mau apa apa harus berusaha sendiri, tapi pikiran itu sering aku buang jauh - jauh, uang yang aku hasilkan, jerih payah yang aku usahakan, kehidupan yang aku perjuangkan dari kerja kerasku sendiri ini ga layak dibandingkan dengan uang hasil minta ke orangtua. Bersyukur la kalian yang orangtuanya support sampai ke urusan rumah tangga kalian, dan kita yang ga bisa disupport ini juga wajib bersyukur karena selagi kita ga kredit IP demi gengsi, ga ngutang sana sini demi gaya, ga porotin anak orang demi hedon aja itu udah alhamdulillah banget.

Bersyukur bersyukur bersyukur.

Gila tulisan apa coba ini, tapi yaudah ya ini lah isi kepalaku malam ini.

08 MEI 2025

 Entah sudah berapa malam yang aku habiskan di coffeshop depan Alfamidi ini sejak April lalu.

Dimulai dari vibes rumahku yang tidak cocok untuk tempatku berfikiri lagi sampai aku merasa inilah tempat ternyamanku untuk bekerja dan merenung.

Hari ini adalah setahunnya kami tidak mendengarkan suara satu sama lain.

08 Mei 2024 saat les terakhir aku mencoba menghubungi beliau tapi tidak diangkat, pada saat itu aku ingin ditanya 'bagaimana hasilnya?' saat aku baru saja selesai mengadakan pertemuan dimana tamunya adalah orang nomor dua di kabupatenku. Siang itu aku ingin ditanya dan diapresiasi, tapi ternyata tidak sesuai ekspektasiku.

Pulang sekolah sebelum aku pulang ke rumah untuk berlibur tanggal merah Hari Raya Waisak, aku mencoba lagi menghubungi karena aku penasaran kenapa tidak ada telepon balik itu, ternyata setelah diangkat suara diseberang terdengar sengau dan memberitahu kalau dirinya sedang kurang fit.

Siang itu, entah kenapa semua perasaann tidak nyaman yang sudah ku pendam sejak Januari 2024 akhirnya meledak juga, aku ga marah - marah ditelepon tapi aku merasa semakin tidak dianggap karena dari cara menjawab teleponku suasananya sudah semakin benar - benar asing. Usai telepon dimatikan, semua percakapan di WA aku hapus dan aku merasa sudah selesai.

Hari itu aku merasa semua akan berjalan seperti biasa, aku marah, besoknya dia pasti akan menghubungi lagi seperti tidak terjadi apa - apa, ternyata sampai berbulan - bulan telepon itu tidak pernah datang lagi.

Mei 2024 hidupku penuh air mata, sering sebelum tidur aku menangis tersedu - sedu sambil mendengarkan lagu Masih Hatiku - Tiara Andini, rasanya hati seperti disayat - sayat.

08 Mei 2025, setahun berlalu, aku masih mengingat semua detail pada bulan itu. Dia, mungkin sudah tidak terpikir lagi sedangkan aku menjalani hari dengan menyibukkan diri, berpura - pura kuat, berpura -pura biasa saja padahal sedang menutupi banyak sekali luka.

Malam ini aku ingin menuliskan perasaanku disini, perasaan yang mungkin suatu saat akan dia baca.

040425

 Kembali kesini karena ga tahu mau cerita dimana.

Berdoa semoga tidak ada yg membaca tulisan ini.

Ingin mengeluarkan uneg - uneg yang udah eneggg banget dipendem beberapa hari ini.


Posisi sekarang lagi duduk nyender sambil ngetik dan dengerin playlist sad song BTS untuk lebih mengayati rasa gundah di hati.

Satu jam yang lalu aku bawa mamakku berobat karena sudah 2 hari beliau drop kelelahan pasca lebaran.

Kami sempatkan makan mi rebus langganan kami dulu sambil cerita - cerita dengan pemiliknya, usai makan aku sampaikan kalau besok aku bakal pulang ke kos sekedar mengantar barang-barang.

Ada rasa perih menyayat hati mengingat aku excited sendiri kalau lebaran tahun ini bakal sering pergi - pergi makanya aku bawa cukup banyak baju, nyatanya sudah dua minggu di rumah aku baru sekali pergi itupun karena bukber. Lebaran hanya berlaku satu hari tahun ini karena kedua keluarga baik dari bapak dan mamak semuanya selesai dalam satu hari. Lebaran kedua, ketiga sampai hari ini di rumah aja, eh salah, di kamar aja. 

Tentu aku bisa kalau ingin pergi, tapi ga pengen jadi yg ngajak, pengen diajak.

Mirisnya sampai hari ini tidak ada yg ngajak, wkwkwkwkkw

Manusiawi jika ada iri dalam hati ketika melihat sosial media yg lagi happy with their family.

*menghela nafas*

Kapan ya bisa family trip seperti mereka?

Aku menyusun pakaianku dengan perasaan sedih.

Aku sudah menulis perasaan di buku harianku tapi sepertinya aku butuh hiburan lain sehingga aku menulis ini disini sembari membaca tulisan - tulisan orang lain.

Sampai dengan kalimat ini ku ketik playlist memutar lagu Epiphany yg mana lagu itu merupakan pintu gerbang aku masuk ke dunia ungu, tempat aku merasa dimengerti, diterima, dihargai, diusahakan. Aku bisa bebas menghayal siapa menjadi siapa untuk hidupku dari 7 penyelamat itu.

Nangis ngetiknya :(

ini sekarang playlist sampai ke lagu The Truth Untold 😭


Ada ga sih diantara kalian yg usia menjelang 33 tahun curhat di sosmed dengan bahasa seperti ini?

Untuk calon jodohku yg mungkin sedang stalking semua akun sosmedku, maaf kalau kamu menemukan tulisan ini. Maaf kalau aku ga sesuai ekpektasi kamu, maaf mungkin aku ga sepinter yg dibilang orang-orang. 

Aku nulis ini di usia 32 tahun, terlalu tua untuk sebuah tulisan remeh ini.

Aku ingin menulis menggunakan bahasa retorika seperi orang-orang, tapi aku ga bisa.

2025

Seperti biasa saya kembali kesini karena terlalu banyak yang saya pikirkan hingga ingin menulis cerita tahunan ini.

Kalau tahun lalu H+4 2024 saya membeli sepeda motor, tahun ini H+2 2025 saya membeli gelang dan cincin emas yang harganya mencapai hampir 16 juta. Rasanya kayak unreal sekali saya datang ke toko emas, milih, dan bayar. Wow.

Umur saya 32 tahun, saya guru ASN PPPK + Sertifikasi, bisa beli barang dengan harga segitu adalah hal yang wajar mengingat saya belum memiliki tanggungan jadi uangnya bisa dikatakan utuh, tapi saya selalu merasa hal yang saya lakukan itu sesuatu yang mewah yang menurut saya hanya bisa dilakukan oleh orang - orang kaya saja :(

Begitulah hidup terbiasa miskin atau mental saya tentang emas (masih) miskin.

Tahun ini usia saya menginjak angka 33, kalau berdasarkan KTP usia saya menginjak 35.

Sudah semakin sulit untuk memulai hubungan.

Tahun lalu saya punya prinsip "kalau tidak dengannya maka tidak dengan siapapun juga" tapi prinsip itu sudah saya buang karena seandainya orang yang saya maksud itu bisa berakhir hidup dengan saya juga saya sudah tidak ingin karena di 2024 justru dialah penyebab kesakitan hati saya. Saya masih ingat selalu dibuat merasa kesepian, mengemis perhatian, dan berakhir saya diabaikan/tinggalkan.

Kalau diingat rasanya sakit sekali.

Ulang tahun saya dia tetap ngucapin, diakhir Desember kemarin juga beberapa kali dia mengajak berkomunikasi lagi, bahkan kemarin, tahun baru, dia ngechat saya tanpa rasa bersalah, tanpa pernah ada maaf sebelumnya.

Rasanya saya ingin ngamuk.

Tahun ini akan menjalani hidup dengan tidak memikirkan hubungan.

Saya sempat menaruh rasa dengan orang baru, tapi berakhir tidak dilanjutkan karena saya  benci jatuh cinta, rasanya menjadi orang paling tolol sedunia.

Saya ingin fokus menunggu kepulangan idola saya.

Fokus menabung, fokus hemat, fokus merawat diri, dan menjaga kesehatan.

Sepertinya hidup di tahun ini akan banyak roller coasternya, mengingat akan banyaknya persiapan biaya untuk menantikan album terbaru dan tiket world tour idola.

Semoga saya bisa menjadi salah satu penggemar yang dapat menyaksikan konser mereka dibarisan paling depan, banner saya dinotice, dan bisa merekam mereka pakai smartphone yang diperuntukkan untuk konser. Aamiin.

Pada akhirnya, dalam hidup yang menyakitkan ini lebih baik mencintai idol daripada pria dunia nyata.

Idol sudah jelas tidak bisa kita miliki, kalau pria dunia nyata sepertinya bisa dimiliki nyatanya hanya bisa menyakiti.


Valid inValid Perasaanku

Hari minggu tanggal 15 September 2024 seharusnya dilalui dengan hati yang tenang karena jarang terjadi kalau besoknya, senin, adalah hari libur.

(((Seharusnya.)))

Kenyataannya aku melewati dengan bangun jam 9 pagi, di rumah mamak, cuaca sepanjang hari mendung, sinyal kenceng, kuota banyak, ada netflix, on going "Love Next Door" episode 5, minum white coffe dingin, dan tidur siang dengan kipas angin berputar.

Bukankah itu termasuk definisi hari minggu yang sempurna?

Ohiya, aku juga barusan menyuruh keponakanku untuk membeli jus alpukat di depan rumah.

Sempurna?

Tidak.

Daritadi malam aku bahagiaaaaa sekali menjalani malam minggu tapi rasa bahagianya dihantui rasa khawatir. Aku ga bisa menikmati dengan tenang hidup yang se-bahagia ini.

Aku kepikiran, aku belum menemukan konsep untuk materi lomba Jambore.

Aku kepikiran, mau pakai aplikasi apa agar bisa masuk 30 besar provinsi pada pelatihan pembaTIK level 3.

Aku kepikiran, belum buat PPT untuk berbagi tips dan trik lolos 10 besar provinsi GTK Inovatif minggu depan.

Itu.

Hari mingguku dihantui dengan perasaan itu.

Aku berhenti nonton Bae Seok-ryu dan Choi Seung-hyo di episode 5 saat Seunghyo mengingatkan Seokryu untuk fokus pada mimpinya.

Aku berhenti karena aku tertampar.

Aku merasa selalu memiliki impian atau angan-angan yang begitu besar, tapi usahaku sangat kecil.

Aku bermimpi a b c d seperti orang-orang tapi aku malah drakoran, scroll tiktok dan X.

Di kepalaku harusnya aku lembur depan laptop dan begadang buat ngerjain itu semua. Aku melarang diriku untuk bersenang-senang. 

Momen paradoks pikiran diri sendiri ini membuatku merusak hari libur besok.

Sekarang, jam 18.23 wib, baru selesai adzan maghrib aku mengetik perasaanku ini di blog.

Aku sudah mandi, lagi haid jadi belum bisa sholat, sehingga aku bisa berada disini sekarang menuliskan apa yang berkecamuk di kepalaku.

Aku merasa sudah menjelang 32 tahun tapi belum bisa menyetir prioritas hidup.

Sering denial.

Aku tahu apa yang harus aku lakukan tapi aku melakukan hal kebalikannya. Itu membuatku stress sendiri. Ingin melawan namun terlalu banyak tapinya.

Ya Allah, bantu aku untuk menyelesaikan target sebelum 2024 habis.

Banyak banget yang harus dikerjakan, diikuti, dan dipelajari :(


Terima Kasih, Ghea :)

Ada yang sudah mendengarkan album baru Ghea Indrawari belum?

Suka lagu yang mana?

Jadi tulisan ini berangkat dari diri ini yang sejak pagi mencerna ulang lagu-lagunya Ghea. Pertama kali dengar album Berdamai ini saat menjadi pengantar tidur setelah shubuh beberapa hari yang lalu, jadi ga ada yang terlalu nempel liriknya :(

Nah, akhir - akhir ini beberapa template capcut lagu Teramini fyp terus di beranda Tiktokku, gong-nya itu pas Kiky Saputri pake lagu itu dipostingan terbarunya, jadi aku makin penasaran ingin re-play lagi album Berdamai dan serius dengerin liriknya.

Asli.....aku stuck di lagu Teramini, Berdamai, dan Terima Kasih Sudah Bertahan.

Aku langsung buatkan playlist untuk tiga lagu di atas dengan judul Terima kasih GheaπŸ’“

Mendengarkannya semacam ingin mengumpulkan memori - memori perjuangan sejak 2019 - 2022.

Yang bukan untukmu bukanlah untukmu

Sepenggal lirik dalam lagu Teramini yang mampu membangkitkan memori perjuangan mengikuti ujian CPNS 2019. Dimana pada waktu itu yang kulakukan bukan hanya untuk mengubah nasib masa depanku tetapi untuk mengubah nasib keluargaku. Ujian yang doanya itu aku khususkan untuk orangtuaku 'aku ingin menjadi pengobat hati orangtuaku', satu kalimat yang paling khusyuk yg aku ucapkan pada usai sholat shubuh sebelum berangkat ujian. 

Mamakku, sudah banyak menerima luka dari anak laki - lakinya, luka yang tentu ga ada obatnya selain melihat aku berhasil. Suatu waktu ketika aku mau mandi untuk berangkat sekolah, mamak tiba-tiba bilang 'cepat jadi PNS ya In, biar nanti kalau aku mati aku bisa tenang' kata - kata yang tentu penuh harap yang ku dapatkan dari seorang ibu di pagi hari.

Impian menjadi lulusan CPNS 2019 ternyata sirna. Aku ingat pengumumannya di bulan Maret 2020, usai pengumuman lock down oleh pemerintah dan ketika aku membacanya yang ada dipikiranku 'bagaimana ini ke depannya?' sambil menangis.

Hari itu aku hanya punya diri sendiri yang bisa membantu aku untuk bangkit. Keluarga tidak ada yang menyalahkanku, walau sangat berharap tapi kalau belum rezeki mau bilang apa. Tapi dalam hatiku aku gagal menjadi pengobat hati mamakku 😞 

Aku mengurung diri di kamar, dengan adanya kebijakan belajar dari rumah sangat menguntungkan diriku, aku bisa fokus memperbaiki diri. Aku mulai ikut riyadah Yasin dan Al Waqiah besutan Wirda Mansur selama 40 hari, aku download templatenya dan update progressnya di akun twitterku (sekarang X). Aku beneran fokus ingin mengubah nasib jalur langit karena pada saat itu aku takut kalau masa depanku benar-benar suram. Aku kasihan melihat orangtuaku, aku sedih melihat mamakku sampai mundur dari semua kegiatan sosial di desa karena ga kuat menahan malu akibat omongan masyarakat terkait perilaku anak laki-lakinya. Sejujurnya aku juga ga kuat, aku malu, tapi aku masih punya pilihan untuk tetap berdiri tegak melawan semua. 

Lirik yang berbunyi:

Bahkan selepas badai, terbitlah pelangi

Akan tiba masanya

Segala yang kau ingini akan teramini

Riyadahnya selesai, semua doa-doa itu terjawab dan rezeki itu mengalir hingga hari ini.

- Agustus 2020 aku terpanggil PPG angkatan 4 Universitas Negeri Yogyakarta

pelaksanaannya daring selama 4 bulan

- November 2020 aku dipercaya menjadi narasumber tingkat kabupaten

- Januari 2021 aku dinyatakan lulus PPG. 1 kelas ada 30 mahasiswa, dan pada saat itu yg lulus hanya 5 termasuk aku.

- Oktober 2021 aku dinyatakan lulus PPPK

- Desember 2021 aku lulus tahap 1 seleksi Calon Guru Penggerak Angkatan 5

- April 2022 aku lulus tahap 2 seleksi Calon Guru Penggerak Angkatan 5

dan mengikuti pendidikan dari Mei - Desember 2022

- Juni 2022 aku pindah di sekolah baru dimana sekolah tersebut merupakan sekolah penggerak

- Desember 2022 kami telah menyelesaikan pendidikan guru penggerak angkatan 5 dan aku dipercaya menjadi Koordinator Guru Penggerak Angkatan 5 di kabupatenku.

- Januari 2023 video testimoniku terpilih oleh Kemendikbudristek untuk ditampilkan pada saat penutupan PGP Angkatan 5 

Februari 2023 aku dipercaya menjadi tim Komite Pembelajaran Program Sekolah Penggerak

- Agustus 2023 diundang BBGP Sumut untuk silaturahmi seluruh Koordinator Guru Penggerak se-Sumut

- September 2023 lulus tahap 1 seleksi Pengajar Praktik Program Guru Penggerak Angkatan 10

- Oktober 2023 lulus tahap 2 seleksi Pengajar Praktik Program Guru Penggerak Angkatan 10

- Oktober 2023 lulus seleksi 10 besar Apresiasi GTK Guru SMP se-Sumut

- November 2023 Juara 2 GTK Inovatif Jenjang SMP se-Sumut

- November 2023 diundang Kemendikbudristek Perayaan Hari Guru Nasional di Istora Senayan, Jakarta

- Desember 2023 lulus tahap 3 seleksi Pengajar Praktik Program Guru Penggerak Angkatan 10

- Januari 2024 dipercaya menjadi PIC Kabupaten untuk Sosialiasi Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah di PMM

- Februari 2024 diundang BBGP Sumut untuk mengikuti Rakor Pendidikan se-Sumatera Utara

- Maret 2024 mulai berkegiatan menjadi Pengajar Praktik pada Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10


Pada lirik lagu yang ditulis Ghea dibaris pertama lagu Teramini:

Jatuh bangun dan berdarah-darah

Sangat pas menggambarkan seluruh perjuangan selama empat tahun ini.

Perjuangan yang dimulai dengan motivasi ingin menjadi pengobat hati orangtuaku, khususnya ibuku.

Saat ini orangtuaku khususnya mamakku sudah lama kembali bersosialisasi lagi, sudah percaya diri lagi, sudah lebih kebal mentalnya, sudah berbalik omongan-omongan yg dulu mereka bilang apa sekarang jadi apa, anak perempuannya berhasil mengobati hatinya.

Puasa keempat, ketika kami memasak bareng di dapur, aku menyinggung puasa 2020 dan aku bertanya 'mamak mau kembali ke masa itu?' dan jawabannya 'enggak. aku berterima kasih dengan kehidupanku saat ini, aku memperbaikinya lewat jalur langit dan menjaganya juga dengan jalur langit, sekarang yang ku takutkan kalau aku ga sholat tahajud aja'.

Mendengarnya membuat mataku berkaca - kaca.

Apa yang kudapatkan selama kurang lebih 3 tahun ini adalah jawaban dari doa - doa mamakku yang tembus ke langit.

Sekarang, aku benar - benar mensyukuri hidup dapat mendengarkan lagu Teramini Ghea dengan mengenang kisah perjuangan beberapa tahun ke belakang. 

Terima kasih Ghea sudah berhasil membuatku menulis pencapaian hasil perjuanganku dalam mengobati hati orangtuaku.

Semua dokumentasi pencapaian itu aku simpan baik di Instagramku: @ikalaraii

Wah....ga terasa panjang sekali untuk menjabarkan perasaan terhadap satu lagu.

Dari mulai buat playlist baru untuk 3 lagu jadi berakhir current track di lagu Teramini.

Sekali lagi, terima kasih Ghea buat lirik lagunya yang luar biasa.

Dapat salam dari ibu saya 😊

First Day of Fasting

Sebagai anak perempuan berusia 32 tahun yang belum berkeluarga, tentu saja momen puasa ini sebagai momen refleksi diri terhadap keputusan hidup yang diambil dari tahun - tahun sebelumnya. Kalau boleh flashback sedikit, di puasa tahun 2020 itu adalah puasa yg buat trauma. Dimana hidup pada tahun itu sedang susah - susahnya. Bukan karena Corona, tapi karena masalah keluarga. Bayangin dulu aku masih guru honor, SK perpanjangan belum keluar yg mana otomatis belum pernah gajian dari awal tahun, orangtua masih punya hutang bank yg pada saat itu beneran ga tahu mau dibayar pake apa, keluargaku pernah mengalami puasa pertama dengan tidak punya persiapan apa - apa.

Rasanya sedih sekali.

Empat tahun berlalu, kemarin, hari terakhir bisa makan siang sebelum masuk puasa, kami menyambutnya dengan suka cita. Aku dan mamak sibuk di dapur membuat bumbu pecal, dan memasak semur ayam kampung, bapak dan adik sibuk ngecat ulang rumah. Disela-sela itu aku beli gorengan dan membuatkan pisang goreng bumbu pecal dan teh manis dingin untuk mereka, lalu sorenya aku membeli mi ayam bakso tiga bungkus dan kami makan bersama di ruang TV. Bahagia sekali. Puasa tahun ini juga hutang bank sudah lunas, jadi orangtuaku bisa fokus ibadah tidak perlu cemas memikirkan rumah yang menjadi agunannya. Urusan sembako juga aman karena aku udah ikutan nabung bersama teman-teman selama 10 bulan kemarin, mamakku full senyum pokoknya.

Bayangin se-bersyukur apa hidupku saat ini?

Jika aku mengingat puasa 2020 air mataku langsung jatuh.

Aku benar - benar ga mau mengulang masa susah itu lagi.

Aku mengetik tulisan ini setelah selesai tilawah lembar kelima juz 1, aku tidak menargetkan harus khatam, tetapi aku berusaha konsisten untuk 1 hari 1 juz.

Aku juga mulai besok sudah ada jadwal zoom untuk penyamaan persepsi Pengajar Praktik pada Program Guru Penggerak Angkatan 10, kualitas hidupku benar - benar berubah.

Aku sangat bersyukur bisa mengetik tulisan ini dengan hati yang tenang, walau sebelum menulis ini hatiku nyesss waktu baca postingan dengan judul 2024. Perihal jodoh, mungkin aku memang tidak beruntung. Sering aku bertanya kenapa bisa seperti ini? Tetapi ketika aku mengurai perjalanannya, sepertinya memang harus seperti ini.

Aku hanya bisa mengumpulkan kepingan puzzle dari perjalanan yang sudah lama telah dimulai. Aku sekarang hidup dalam fatamorgana, aku bersembunyi dibalik idol korea untuk menutupi nasibku yang tidak akan pernah bisa bersamanya. 

2024

 Haloooooo

Aku ngetik ini di meja belajar kamarku, di rumah mamak, jam 14.20 wib sambil dengerin Ku Ingin Pisah-nya Nabila.

Ada banyak perasaan yang sedang bergemuruh di hati ini.

H+4 2024 suasana masih libur semester tetapi pikiran sudah melesat jauh ke rencana-rencana yang akan dieksekusi setelah masuk sekolah tanggal 8 Januari besok.

Tadi pagi, untuk pertama kalinya dalam hidup aku narik duit dari BRI-Link sebanyak 25 juta, dimana 21 jutanya adalah uang pribadi aku. Rasanya itu kayak..........wow aku ada dititik punya duit sebanyak ini :)

Uang itu dipergunakan untuk membeli sebuah sepeda motor yang sudah dari tahun lalu aku rencanakan. Tahun ini alhamdulillah sebentar lagi akan bisa direalisasikan. Ada rasa syukur yang tak terbendung, kalau diingat tahun kemarin aku sama sekali tidak pernah kekurangan uang. Alhamdulillah. Tahun lalu itu kayak semua anugrah Tuhan berkumpul menjadi satu sehingga ada rasa takut kalau tahun ini aku akan mengalami perjuangan dari bawah lagi mengingat tahun lalu aku benar-benar ada diatas. Roda katanya berputar kan ya? Aku harap rodaku berada diatas terus, hehehe

Walau libur kerjaanku scroll tiktok terus, itu malah jadi beban buatku karena yang muncul adalah PMM terkait ekinerja :( yang muncul refleksi hari pertama sekolah, refleksi workshop ekinerja, dll. Gatau kenapa rasanya jadi ya tidak menikmati liburan, hehe. Aku tahu peranku sekarang vital terhadap kemajuan pendidikan di daerahku, tidak hanya kemajuan peserta didiknya melainkan kemajuan kompetensi guru-gurunya, karena aku diamanahkan untuk menjadi koordinator dari guru-guru hebat di kabupatenku, huhu, pengen jadi guru biasa aja tapi kalo ga jadi koordinator GP ya kemarin ga bisa juga naik pesawat GIA gratis, huhu. Hidup benar-benar pilihan.

Untuk urusan cinta dan perasaan:

Tahun lalu aku berproses menemukan cintaku sendiri, diakhir tahun semesta mengizinkanku untuk benar-benar memvalidasi perasaan itu hingga kini aku memantapkan diri "kalau tidak dengan dia, maka tidak dengan siapapun juga".

Panjang sekali perjalanan sampai pada tahap berani membuat keputusan seperti itu, tetapi aku yakin setiap manusia memiliki takdir hidupnya masing-masing. Aku tidak memaksa, tidak serakah, aku hanya benar-benar tidak ingin dengan siapapun, kecuali dia.

Cinta.

Semua hal di dunia ini bisa terasa berat dan terasa ringan hanya karena cinta.

Tahun ini aku ingin melakukan setiap hal dengan cinta yang tulus dari hati.

Dari mulai memperbaiki kualitas mengajar di kelas, mengisi amunisi pikiran melalui konsisten membaca buku setiap 1 jam 1 hari, merawat diriku sendiri dengan menjaga pola makan, olahraga, skincare dan haircare selayaknya bagaimana aku ingin dilihat oleh diri sendiri, mengasah kembali kemampuan bahasa inggrisku lewat kata-kata sederhana untuk persiapan masa depan, menabung untuk kehidupan yang lebih baik di 2025. Semua hal tersebut akan mudah dilakukan kalau ada cinta didalamnya.

Sekarang, aku sedang menunggu sepeda motor varioku sampai ke rumah.

Kebutuhan pertama yang dibeli di tahun 2024.

Semoga dengan sepeda motor baru ini dapat menghasilkan rezeki berkali-kali lipat tahun ini.

Aamiin.


Koneksi Antar Materi Modul 3.2 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Nama: Indah Setia Astuti, S.Pd

Unit Kerja: UPTD. SMP Negeri 2 Kotapinang

CGP ANGKATAN 5

Kabupaten Labuhanbatu Selatan

 Tujuan Pembelajaran Khusus:

1. CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat dengan beraneka cara dan media.

2. CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.

Rangkuman kesimpulan pembelajaran:

Setelah mempelajari modul 3.2 terkait Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin, para bapak/ibu calon guru penggerak mempelajari tentang 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip dalam mengambil keputusan, dan 9 langkah pengambilan keputusan.

Dimana 4 paradigma itu adalah:

1. Individu lawan masyarakat, 2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan, 3. Kebenaran lawan kesetiaan, 4. Jangka pendek lawan jangka panjang.  

Lalu 3 prinsip mengambil keputusan adalah:

1. Berpikir berbasis hasil akhir, 2. Berpikir berbasis peraturan, 3. Berpikir berbasis rasa peduli.

Dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan di antaranya: (1) Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini, (2) Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, (3) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, (4) Pengujian benar atau salah, terdiri atas : Uji Legal, Uji Regulasi/Standar Profesional, Uji Intuisi, Uji Halaman  Depan Koran, dan Uji Panutan/Idola, (5) Pengujian Paradigma Benar lawan Benar, (6) Melakukan Prinsip Resolusi, (7) Investigasi Opsi Trilema, (8) Buat Keputusan, (9) Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.

Semua materi tersebut sangat berguna bagi para calon guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran dan sebagai calon pemimpin sekolah. Guru dalam melaksanakan tugas dan perannya tentu memiliki tantangan dalam setiap pengambilan keputusan. Dalam pertimbangan pengambilan keputusan tersebut guru pasti menghadapi dilema etika dan bujukan moral. Untuk itu, semua materi ini sangat melatih para calon guru penggerak dalam menghadapi tugasnya sebagai pemimpin sekolah kedepannya.

Pengambilan keputusan dalam sebuah permasalahan yang dihadapi murid ataupun teman sejawat di komunitas kelas atau sekolah memerlukan sebuah penyelesaian dengan cara kolaborasi melalui metode coaching model TIRTA yang merupakan akronim dari tujuan, identifikasi, rencana aksi, dan tanggungjawab. Pengambilan keputusan pasti melalui metode coaching untuk mendapatkan hasil yang baik dan yang diharapkan.

Koneksi antar materi dalam modul 3.1 ini dalam setiap pengambilan keputusan kita selalau mengacu pada langkah-langkah yang sudah kita pelajari pada modul-modul sebelumnya. Seorang pemimpin dalam menghadapi dilema etika dan bujukan moral pasti harus mengacu pada filosofi Ki Hajar Dewantara. Seorang pemimpin dalam mengambil keputusan harus melalui coaching alur tirta. Sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan yang tepat akan membuat murid-murid senang dan nyaman pada gurunya. Hal itu, merupakan sebuah bentuk motivasi dan dorongan bagi murid untuk mencapai kehidupan dan masa depan yang gemilang.

Demikianlah kesimpulan koneksi antar materi modul 3.1 dari saya, semoga kita semua para calon guru penggerak dapat menjadi pemimpin pembelajaran sesuai dengan yang diamanahkan dalam program pendidikan guru penggerak. Terima kasih.

AKSI NYATA MODUL 1.2 #CalonGuruPenggerak

 Assalamualaikummmm....

Apakabar Bapak/Ibu guru semua, saya berharap kita semua dalam keadaan sehat wal afiat sehingga bisa terus bergerak demi kemajuan pendidikan anak murid kita ✊

Alhamdulillah saya kembali lagi disini untuk menceritakan aksi nyata saya di modul 1.2. Setelah menjalani pembelajaran daring tugas mandiri, diskusi kelompok, presentasi, dan lokakarya 1 kemarin, tentu banyak yang akan mau diceritakan. Semakin didalami semakin kita merasa ternyata selama menjadi guru kita tidak berbuat apa-apaπŸ˜₯

Baiklah, kali ini saya akan menceritakannya menggunakan model refleksi 4P. Disimak yaaaa....😊

1. Peristiwa

Momen yang paling penting dan mencerahkan bagi saya selama proses pembelajaran modul 1.1 hingga 1.2 ini adalah saya banyak dapat insight dari para CGP hebat lainnya. Ketika diskusi kelompok dan presentasi, semua mengeluarkan sisi terbaik para CGP. Dari membuat slidenya, dari cara menyajikannya, semua benar-benar menginspirasi. Pengalaman-pengalaman hebat yang mereka bagi juga sangat menambah wawasan saya selama menjadi guru. Kalau saya merasa di sekolah sudah aktif dalam menuntut ilmu, ternyata ketika bertemu CGP lain saya merasa masih jauh ketinggalan. Itulah pentingnya seorang guru terus belajar mengupgrade ilmu.

Momen penting yang lain ketika mengikuti pembelajaran dua modul ini juga terasa di hati kita. Bagaimana cara kita memandang sekolah, memandang pimpinan, memandang rekan sejawat, memandang murid semuanya berubah. Kalau dulu kita cuek, kita hanya memikirkan diri sendiri, sekarang kita mulai merasa harus menggerakkan mereka semua untuk mengubah kebiasaan ke arah yang lebih baik. Bukan menggurui melainkan mengajak berkolaborasi untuk menciptakan suasana sekolah dan suasana pembelajaran yang lebih baik.

Kaitan antara modul 1.1 dan modul 1.2 adalah untuk menggerakkan atau menciptakan perubahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka dari itu sebagai calon guru penggerak kita harus berbenah diri untuk berusaha memiliki nilai, memainkan peran, memenuhi kompetensi kita sebagai calon guru penggerak. Menjalankan pendidikan sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara sangat diperlukan nilai, peran, dan kompetensi sebagai guru penggerak. Maka dari itu kami para CGP selama proses pembelajaran sering merefleksi diri kira-kira nilai, peran, dan kompetensi mana yang sudah kami punya dan yang akan kami kembangkan.

2. Perasaan

Saat momen perubahan dalam cara memandang murid terjadi disaya, saya merasa seperti terlahir kembali menjadi seorang guru karena saya sekarang merasa harus mempersiapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid dan kondisi kelas setiap harinya. Kalau saya pakai cara mengajar saya yang lama saya sangat merasa bersalah kepada mereka.

3. Pembelajaran

Sebelum momen itu terjadi saya berfikir bahwa menjadi guru cukup dengan mengamankan murid dari keributan kelas saja, sekarang saya berfikir menjadi guru itu belajarnya setiap hari. Kelas tenang pasti bagus, tapi lebih bagus kelas sedikit rame karena mereka antusias belajar bukan hening karena takut dan terpaksa belajar.

4. Penerapan Kedepan (Rencana)

Pengembangan diri yang saya lakukan adalah saya mandiri membuat media pembelajaran sendiri, dan mendokumentasikan setiap media itu diaplikasikan lalu selalu berusaha merefleksi diri bersama siswa kira-kira mereka senang tidak belajar pada hari itu, karena kebahagiaan siswa belajar adalah 'goals'-nya para guru-guru hebat.

Di bawah ini saya share dokumentasi selama mengerjakan modul 1.2πŸ‘‡πŸ‘‡


Memberi kesempatan murid menjelaskan apa yang mereka pahami

Menuliskan inti dari apa yang mereka pahami

Kegiatan saat lokakarya



berfoto bersama CGP di pos pembelajaran


saat diskusi kelompok

saat presentasi kelompok

Demikianlah aksi nyata saya di modul 1.2. Pada modul kegiatan ini saya mendapat quote hebat dari rekan kerja saya:

"Tulislah apa yang kau buat, dan buatlah apa yang kau tulis"

- Pak Jamaluddin Abduh Nasution, CGP Angkatan 5 Labusel

Kata-kata itu disampaikan Pak Jamal saat saya bertanya pada kelompok mereka apa hal inovatif yang dilakukan. Jawaban Pak Jamal intinya membahas perangkat pembelajaran yang sesuai dengan apa yang ditulis, apa yang dikertas harus itu juga yang dilakukan. Sangat menarik bagi saya kata-kata tersebut karena kita tahu realitanya masih banyak mengajar yang diluar script. Lalu quote itu saya maknai dengan 'selalu rencanakan apa yang akan kau lakukan, dan lakukanlah apa yang kau rencanakan'. Terdengar klise tapi bagi guru itu sangat penting. Karena kalau kita mengajar tidak memiliki rencana, sudah pasti kegiatan pembelajarannya kurang bermakna.

Semangat para bapak/ibu calon guru penggerakπŸ’“

Semoga kita benar-benar bisa memiliki nilai, memainkan peran, dan menguasai kompetensi untuk menggerakkan rekan-rekan sejawat. Aamiin



Aksi Nyata Penerapan Modul 1.1

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Haloooo semua bapak/ibu Calon Guru Penggerak, khususnya angkatan 5. Senang sekali akhirnya saya menuliskan aksi nyata saya disini, blog yang dulunya hanya tempat curhat ternyata bisa juga menuliskan sesuatu yang bermanfaat sebagai penunjang karir saya. Silakan dibaca bapak/ibu semoga bisa memberi referensi dan inspirasi 😊

Sebagai CGP baru pastilah diawal kita disuruh lagi belajar menjadi guru dengan mengulas kembali pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara. Selama ini saya pribadi hanya tahu kutipan umum yang terkenal saja, yakni "Ing Ngarso Sung Tuludha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani". Dari SD sampai menjadi guru semboyan ini tak terganti.

Tetapi pada saat menjalani pendidikan sebagai Calon Guru Penggerak, ternyata pemikiran beliau tentang pendidikan sangat luas. Filosofi pendidikan beliau sangat banyak dan sangat 'mengena' jika dibaca di zaman sekarang. Bagaimana bisa Bapak mendefinisikan pendidikan pada tahun yang lampau tetapi isinya masih bisa relate pada masa kini?

Modul 1.1 menyadarkan kita kembali 'Mengapa Kita Harus Bersungguh-sungguh Menjadi Guru?'

Karena semakin didalami filosofi Ki Hajar Dewantara semakin kita merasa berat dengan peran yang sedang kita jalani. Belajarnya seumur hidup, tantangannya sepanjang zaman. Maka dari itu diharapkan para Calon Guru Penggerak bisa menggerakkan komunitas sekolahnya, rekan kerja, peserta didik, agar semua bisa mengilhami dan merasakan tujuan pendidikan dari bapak pendidikan yakni Ki hajar Dewantara.

Beberapa quotes yang sangat menginspirasi saya pada modul 1.1 adalah:

"Teruslah bertanya, Teruslah Menggali, dan Teruslah Belajar"

"Zaman berubah, situasi berubah, menghadapi siswa juga harus berubah"

"Pendidikan budi pekerti hal penting sebagai bekal murid karena nilai manusia terletak pada budi pekertinya"

"Untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab, maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya"

Empat quotes diatas yang sangat ngena dihati saya karena sangat relate untuk zaman sekarang. Guru harus terus belajar menjadi guru agar terus bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta didiknya.

Baiklah disini saya akan sharing sekaligus merefleksi diri saya selama mengikuti modul 1.1:

1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas?

Percaya atau tidak, saya semakin semangat masuk ke kelas untuk melihat wajah-wajah peserta didik saya. Pada modul 1.1 kita belajar kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik. Ketika masuk kelas saya merasa harus bisa memahami kodrat mereka sebagai anak-anak dan saya berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Memberikan semangat perubahan di dalam kelas dengan cara melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid. Saya masuk di kelas 7 jenjang SMP mata pelajaran IPS. Dulu saya berfikir menjadi guru itu harus ditakuti, trus karena saya kurang bisa manajemen kelas yang terkenal ribut, saya selalu ambil aman model pembelajaran, tujuan saya hanya yg penting mereka diam. Ternyata saya salah, setelah mempelajari modul 1.1 saya berfikir menjadi guru harus menyenangkan, kelas harus aktif dengan pendapat-pendapat siswa, guru harus aktif menciptakan model pembelajaran yang membuat kelas hidup dan siswa semangat untuk belajar, memberikan wadah untuk menampung pendapat mereka, mengajak mereka berdiskusi dan berkolaborasi. Sekarang saya lebih semangat bertemu mereka dan menyiapkan model pembelajaran yang menyenangkan bersama mereka.

2. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan?

Saya selalu berfikir model pembalajaran apalagi yang cocok untuk diterapkan pada materi X di kelas A besok? Karena mindset yang terbentuk selama mempelajari modul 1.1 ini adalah guru harus bisa memahami dan memenuhi kebutuhan murid sehingga guru setiap malam pasti memikirkan ide untuk kegiatan di kelas esok harinya agar kelasnya tetap menyenangkan dan tujuan pembelajaran tersampaikan.

3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik?

Pengalaman membagi kelompok siswa. Selama pandemi saya baru sekali membuat model pembelajaran diskusi di kelas dengan duduk per kelompok, bukan karena tidak mau tetapi karena durasi waktu yang tidak cukup sehingga selama ini pembelajaran berpusat di saya. Ketika kemarin saya praktikkan diskusi dengan duduk berkelompok, saya mendapat pengalaman baru tentang anak saya yang terlihat lebih bersemangat belajar karena menurutnya seru belajar sambil mendengarkan pendapat temannya, saling memikirkan inti materi diskusi, dan berperan menjadi siapa ketika kelompoknya yang presentasi. Saya mencatat baik hal tersebut.

wajah-wajah penasaran dan perasaan bahagia ketika sedang berdiskusi

Guru sebagai fasilitator untuk murid

Melatih karakter publik speaking peserta didik

Refleksi diri bersama siswa


Demikianlah aksi nyata saya untuk modul 1.1. Setelah merefleksi diri banyak yang harus saya perbaiki dari cara saya mengajar selama ini. Semoga saya terus bisa berbenah diri dengan terus belajar meningkatkan kompetensi diri saya sebagai pendidik.

Foto terakhir membuat saya ingat akan kalimat bapak Ki Hajar Dewantara:

"Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan".

yang mana artinya; untuk mencapai kebudayaan yang kita mimpikan, peradaban bangsa yang kita cita-citakan, pendidikan adalah pondasinya.

Semoga semua calon guru penggerak dapat menggerakkan komunitas sekolah agar dapat mengamalkan tujuan pendidikan nasional bapak Ki Hajar Dewantara:

"Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat".

Tetap semangat bapak/ibu Calon Guru Penggerak.

Selamat Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan.

Sampai jumpa di aksi nyata modul 1.2 πŸ‘‹πŸ˜‰

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hi, 2022!

Assalamualaikum
Wah akhirnya berkunjung lagi kesini setelah setahun lebih tidak meninggalkan jejak. Asli 2021 tidak pernah buka rumah ini.

Sore tadi iseng teringat punya blog yang sudah lama diabaikan. Pengen bacain reading list yang difollow dari dulu, ternyata ada beberapa akun personal yang masih aktif ngeblog sampai hari ini.

Aku memutuskan balik kesini karena sebenarnya aku gatau mau kemana lagi. Jadi sembari nostalgia dengan tulisan-tulisan lama, kenapa ga sekalian menulis rangkuman cerita terkini? hehe

Yaudah ini aku mulai.

Tahun kemarin, 2021, menjadi tahun yang penuh dengan pencapaian.
Jadi dibulan Januari tepatnya 01 Januari aku dinyatakan lulus UKMPPG. Pendidikannya aku laksanakan dibulan September-Desember 2020. Satu kelas ada 35 orang, yang lulus UP hanya 5 orang. Rasanya sungguh luar biasa.

Lalu, dimulai bulan Maret - Desember 2021 aku demam drama korea. Ya ampun gara-gara iseng nonton Descendants of The Sun di VIU aku jadi tergila-gila sama Song Joong Ki. Kebetulan dibulan itu lagi on going Vincenzo jadi kayak ngalir aja gitu aku kebawa arus korea, langsung nontonin semua drama korea yang sering direkomendasikan orang-orang. Total judul drakor yang sudah aku tonton tahun lalu itu ada 32 judul, gila, hahahha

Lanjut, bulan September aku ikut ujian PPPK tahap 1, alhamdulillah dibulan Oktobernya pengumuman dan aku dinyatakan lulus dan mengisi formasi. Alhamdulillah alhamdulillah.

Lalu dibulan Oktober selain pengumuman seleksi PPPK aku juga berulang tahun yang ke-29. Alhamdulillah masih diberi umur yang panjang sehingga masih bisa dirayakan oleh orang-orang tersayang.

Lanjut bulan Novembernya aku ikut pendaftaran Guru Penggerak. Kebetulan daerah Labusel menjadi daerah sasaran Calon Guru Penggerak angkatan 5. Yaudah aku daftar, aku melengkapi semua rangkaian persyaratannya. Yang mana seleksi tahap 1 nya yaitu disuruh menjawab Essay terkait dengan pengalaman kerja kita selama menjadi guru. Wow, ada 25 pertanyaan yang harus kita jawab dengan minimal 200 karakter cuy, haha.

Bulan Desember 2021 menjelang penutupan akhir tahun, hasil seleksi Calon Guru Penggerak tahap 1 sudah keluar. Alhamdulillah sekali lagi Tuhan memberikan aku kesempatan untuk lulus lagi dan lanjut ke tahap berikutnya. Ohiya, dibulan ini juga sudah mulai sibuk pengisian Daftar Riwayat Hidup untuk yang lulus seleksi tahap 1 PPPK. Jadi inget banget akhir tahun tanggal 28 Desember ke kabupaten sebelah untuk pertama kalinya tes kesehatan dan ngurus SKCK.

Lanjut pergantian tahun 2022.
Malam tahun baru yang sangat biasa aja karena aku memutuskan di kamar aja ga keluar kemana-mana.

Dibulan Januari ini, sebenarnya sibuk banget.
Karena urusan pemberkasan PPPK, seleksi simulasi mengajar, dan wawancara Guru Penggerak.
Ditambah lagi bulan ini juga dimulainya semester genap. Jadi ada tantangan tersendiri melewatinya, belum lagi urusan pribadi yang melibatkan hati. Capeeeeekkk kali tapi harus tetap terlihat happy.

Besok hari terakhir bulan Januari. Alhamdulillah bulan yang sangat berat ini akhirnya berlalu juga. Lusa masuk bulan Februari, dimana katanya bulan ini kami mendapatkan SK PPPK. Semoga ya Allah, semoga penempatan segera. Saya tahu ga mudah untuk pindah sekolah dan pindah rumah, tapi mau tidak mau kehidupan baru sudah menunggu. Semoga aku selalu diberi rasa sabar, ikhlas, dan kuat ya Allah. Aamiin.

Bye, Januari!!

Ungkapan hati Nuca dan Mahalini

Bali, 13 Sept 2020

Terima kasih banyak sudah mendengar segala cerita aku, meskipun itu kadang terdengar tidak masuk akal, tidak jelas, tapi terima kasih. Dan semoga bisa terus bercerita, saling bertukar pikiran, saling sharing, dan tetap terjaga, selamanya - Raja Giannuca, 2020.

Terima kasih juga sudah menjadi orang yang tidak terduga dalam hidup saya - Mahalini Raharja, 2020.

Happy 2M views Mahalini x Nuca #AkuYangSalah

Halo Mahalini Raharja dan Raja GiannucaπŸ’“

Sepertinya aku akan update terus jumlah views MV #AkuYangSalah diblog ini setiap bertambah satu juta. Doain konsisten ya :)

Baiklah.....postingan 1M kemarin ditulis tanggal 13 Agustus, rasanya bangga sekali hari itu bisa mengantarkan kalian ke satu juta pertama dalam waktu lima hari tayang. Hebat.

Lalu, untuk bertambah satu juta lagi ternyata butuh waktu yang cukup lama. Gapapa ya, namanya juga berproses. Teman yang lain juga seperti itu.

Yang pasti rasanya masih tetep roller coaster mendukung kalian. Kadang juga masih suka overthingking ga jelas. Kadang uwuw, kadang huhu. Lucu ya, bisa sampai begini dibuat idola. Ohiya, biar kalian tahu yang dukung kalian itu rata-rata perempuan semua lo. Perempuan berumur lebih tepatnya, hahahaha. Kadang suka ngakak melihat kelakuan sendiri dan teman-teman yang lain, kayak ga ada kerjaan gitu lo kok sempet-sempetnya mikirin kalian, membahas kalian πŸ˜ͺ

Tapi alhamdulillahnya vibe fanbase kalian itu positif banget. Receh semua baik di youtube maupun Twitter. Di twitter itu bahkan banyak spesialisnya. Ada yang spesialis screenshoot uwu kalian, ada yang spesialis membahas hubungan kalian menggunakan teori-teori matematika, ada yang mengungkapkan perasaan menggunakan keindahan kata-kata, ada yang suka rungsing sendiri twitnya karena galauin kalian, lucu-lucu pokoknyaπŸ˜‚. Momen WA pindah ke Twitter adalah momen paling ditunggu. Kalau ada kategori uwuw versi kalian, bales-balesan twit adalah part ter-uwuw, soalnya Nuca jadi lakik banget disitu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ cepet banget jawabnya, beda kalo jawab liveπŸ˜‚ pokoknya kalau dia udah bales twitnya Lini, aku pribadi deg-degkan bacanya, aura aura lagi bales chat orang yang dicinta itu terasa ke penggemarnya, hiyahiyaaaaaaa😜 


Ohiya, kemarin tanggal 7 aku ngucapin selamat satu bulan MV #AkuYangSalah via Instagram dengan kata-kata yang panjang banget. Itu aku dedikasikan untuk label sih sebenarnya, merasa harus berterima kasih ke mereka karena sudah percaya memberikan karya indah ini ke Mahalini dan Nuca. Sumpah ngga nyangka ruame buanget responnya. Aku jadi deg-degkan kemarin bacain notif. Ga nyangka NucaLiniTeam merasakan apa yang aku rasain juga 😭 semua dari kita memang benar-benar tulus mendukung mereka, tulus sayang sama mereka, ikut ngerasain suka dukanya mereka, pokoknya semua dari kita memiliki cerita perjuangan masing-masing. Hebat kita. Tapi lebih hebat idola kita sih, bisa sabar banget menghadapi komen-komen jahat πŸ˜₯

Total kami terjebak ke lingkaran hubungan kalian itu ada tiga bulan. Selama tiga bulan itu bener-bener hati ga karuan, kadang dibuat sedih, dibuat senang, dibuat jatuh cinta, dibuat penasaran, pokoknya satu story ig dari kalian atau tentang kalian itu sangat mempengaruhi mood kami (khususnya aku) 24 jam ke depan. Gila kan, sebucin itu, ampuuuunnnnn 😩😩

Teruntuk kalian dua, pokoknya kalian happy terus ya. Seru banget tadi nungguin 2M lo. Ya ampun jantungan, adrenalin kita dipacu guyssssssss, rame banget kolom komennyaaaaπŸ‘πŸ‘ nangis aku banyak banget yang sayang sama kalian. Please banget fokus ke yang sayang aja ya Lin, Nuc πŸ™ hari ini fans kalian happy banget melihat kalian kerja bareng ke Bali, trus views juga genap dua juta, rasanya senengggggg banget.....berharap banget kalian selama di Bali itu happy terus ya, kerja rasa liburan. Banyak-banyak mengabadikan momen. Terus juga kalian harus benar-benar semakin hari semakin bagus public speakingnya. Harus profesional, harus serius, harus sering evaluasi penampilan masing-masing, sering-sering ngobrol berdua terkait pekerjaan, jangan ada yang disembunyikan. Aku pribadi sangat menunggu kalian tampil di acara besar, umur duet kalian harus panjang. Kalian adalah harapan baru bagi musik Indonesia. Dua-duanya good looking, suaranya kawin, chemistry-nya dapet, jadi ga ada alasan buat kalian ga langgeng. Apapun masalah yang terjadi pada hubungan kalian, sebisa mungkin disimpan rapat-rapat. Maka dari itu penting untuk keduanya saling menjaga mood. Semoga Bali semakin mendewasakan kalian. Amin.

Ohiya satu lagi:
Kalian dua hatinya harus ikhlas di project duet ini, jangan ada yang setengah-setengah. Berikan hati kalian untuk pekerjaan. Mau besok solo, mau lanjut duet, itu urusan nanti, yang pasti sekarang kalian sedang kerja untuk single ini, bekerjalah sepenuh hati, nanti hasilnya akan mengikuti. 

Yaudah deh, sampai disini dulu postingan 2M kali ini, semoga semuanya tetap semangat streaming. Kita sudah janji kita antar mereka ke M M berikutnya. Amin. NucaLiniTeam x Mylinz x SobatNuca pasti bisaπŸ‘

Selamat dua juta kesayangan πŸ’“πŸŒΉ

Quotes Mahalini Raharja untuk Raja Giannuca

Kemanapun kamu melangkah,

Apapun yang kamu tuju,

Siapapun di sebelahmu,

dan apapun ceritamu,

Biarkan aku mendengarkan.

- Mahalini Raharja, 2020



Happy 1M views Mahalini x Nuca #AkuYangSalah

Halo Mahalini Raharja dan Raja GiannucaπŸ’“


Selamat atas pencapaian 1M views single perdana kalian #AkuYangSalah.

Sangat sangat terharu ikut merasakan deg-deg-kannya menuju angka satu juta views. Sebuah pencapaian luar biasa yang kalian dapatkan mengingat cerita panjang dibalik prestasi hari ini.

Setiap penggemar memiliki caranya masing-masing dalam mendukung karir kalian. Adanya fanbase memudahkan penggemar yang lain mengikuti update terbaru kegiatan kalian. Sesama fans kami saling menyemangati satu sama lain, walau belum pernah jumpa tapi karena satu frekuensi #NucaLini kami berasa saudara.

Terbilang panjang perjalanan single #AkuYangSalah. Melibatkan emosi penggemar. Kami ikut menyaksikan perkembangannya dari hari ke hari sebelum sampai ke satu juta views hari ini. Seperti kata kak Pika Iskandar, cerita lagunya tidak akan pernah terlupa. Terima kasih kak Pika sudah menciptakan lagu seindah ini.

Ada satu orang penting yang ingin aku ucapkan terima kasih, yaitu om @hariezgenta atau om Genta yang suka menebar kode instagram story memakai filter nkcthi. Sampai kemarin MV nya keluar om Genta dengan captionnya yang sangat amat menghargai seluruh anak anak idol X berhasil membuat saya nangis. Terselip perjuangan dari setiap komentar ataupun story yang beliau update tentang #NucaLini. 



Dari live IG dengan Star Media Nusantara kita semua tahu kalau lagu #AkuYangSalah ini adalah lagu untuk Mahalini. Lalu pihak label berpendapat bagaimana kalau lagu ini diduetin dengan Nuca. Dan cerita dibalik semua alasan duet itu kita ga tahu yang penting pointnya Om Genta yang meyakinkan Mahalini 'Lini bisa ga duet sama Nuca?' 'Diduet ini Lini harus sabar, Nuca kan orangnya harus diajarin'. Dari dialog itu kita tahu bahwa manajemen sangat sangat perhatian kepada Nuca yang kita tahu sangat kaku perihal cinta-cintaan. Dan dari semua ini kita tahu bahwasannya Mahalini beneran 'an angel without wings' Nuca sendiri yang bilang kalau Mahalini itu kesabarannya sudah tingkat tinggi. Ga semua perempuan bisa menerima sifat pendiam Nuca. Mahalini terbaikπŸ’“ 

Mereka berdua sama-sama berkorban untuk karya pertama mereka usai idol. Mahalini diproject ini sering mendapat hate comments, Nuca diproject ini banyak kehilangan fans. Semua mereka lakukan untuk satu karya yang sedang kita nikmati sekarang. Banyak belajar dari pengalaman mereka bahwa kita tidak pernah bisa menyenangkan semua orang. Mereka bekerja dengan hati yang sabar dan tulus, hasilnya luar biasa 😭😭😭 aku masih nangis kalau dengerin lagu atau lihat MV nyaπŸ˜“. Perjuangan mereka terbayar sudah, senang melihat Mahalini Nuca yang sekarang. Mahalini twitternya sudah receh dan Nuca benar-benar sudah menjadi ahli dalam memperlakukan wanita. Kaget asli sama feed instagrammu Nuc yang videonya dimute dan tembus 265k views, wkwk. Serta foto berdua dengan caption Gopal, hahahaha. Lucu banget sih kalian. Sudah besar kamu Nuca, bahagia melihat kamu bahagia. Banyak kemarin yang pergi Nuc, tapi lebih banyak yang datang. Kalian berdua harus fokus ke karir kalian, abaikan hate comments. 

Dari tiga story om Genta di atas kita tahu itu adalah kata-kata yang menggambarkan proses mereka berdua untuk sampai di tahap ini. Kita yang mengikuti mereka pasti paham maksud dari kata-kata yang ada di filter tersebut :) Terima kasih om Genta sudah benar-benar perhatian dan mendukung mereka berdua. Ini adalah sepenggal caption dari om Genta untuk mereka dua saat MV mereka release kemarin "Nuca Lini tetep fokus, dan nikmatin semua prosesnya, perjalanan hebat kalian di depan, masih sangat panjang. Jangan pernah hilang semangat pokoknya, not to worry, i'm with you both, as always!" nangis ga sih lu bacanya 😭😭😭😭

Bersyukur banget bisa ambil peran dalam menaikkan jumlah views. Aku seorang guru yang sangat bucin terhadap mereka. Sabtu lalu aku mengerahkan anak anak muridku untuk boom story WA lagu mereka dan boom link MV mereka. Alhamdulillah punya cerita sendiri dalam memperkenalkan NucaLini ke masyarakat luas.

cerita boom story ada di thread twitter aku

Anywayyyyyy.......pagi ini MV mereka sudah tembus diangka satu juta views. Ada air mata yang tiba-tiba mengalir saat melihat angka 1M di video mereka, air mata itu semakin lama semakin deras saat membaca komen dari masing-masing mereka para pejuang streaming. Teman-teman semuanya luar biasaaaa πŸ‘
Selamat 1M #NucaLini
πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“

🌹🌹🌹🌹🌹

Doa terbaik untuk kalian dua. Semoga seiring berjalannya waktu masyarakat lebih banyak mengenal kalian. Sabaaaarrrr....dan terus berkarya dari hati. Kami menunggu karya berikutnya. Tapi kami lebih menunggu kalian live di layar kaca. Benar - benar menunggu. Ingin lihat ekspresi kalian dua saat menyanyikan lagu ini secara live. Aku sayang kalian, kami sayang kalian, banyak yang sayang kalian.
Semangat Mahalini
Semangat Nuca
πŸ’“πŸ’“πŸŒΉπŸŒΉ

Jangan lupa ya nonton MV mereka di youtube HitsRecord
Jangan lupa juga follow IG mereka @mahaliniraharja dan @Drunuca02
Terima kasih semua yang sudah baca, jangan lupa terus streaming di youtube dan spotify yaπŸ˜šπŸ’“πŸŒΉ

Happy Birthdayyyyy

Banyak hal baru yang berubah selama Corona.
Kegiatan sekolah, beribadah, kerja, semuanya harus mampu beradaptasi selama pandemi.
Begitu juga aktivitas sosial media. Banyak sendi-sendi kehidupan yang bergantung pada internet.
Selama masa karantina, orang-orang banyak menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia maya. Termasuk saya.

Semenjak belajar dalam jaringan, saya semakin intense mengikuti aktivitas sosial media anak-anak muda berbakat lulusan ajang menyanyi bergengsi dari sebuah stasiun televisi. Karena kebanyakan rebahan, saya terlalu banyak waktu untuk selalu merekam siaran langsung mereka. Menyelami kolom komentar setiap postingan mereka. Mengikuti akun demi akun hanya untuk mencari asupan tentang orang-orang yang saya idolakan.

Beberapa bulan kemudian, berkat ke-tekun-an saya (tekun banget ga tuh?) satu demi satu teman baru bertambah. Baik teman yang mengenal dari akun yutub saya, maupun mengikuti saya hanya karena saya pernah meninggalkan komentar di sebuah postingan. Senang rasanya ada hal positiv yang saya dapatkan ketika dunia sedang membosankan dibuat Corona.

Salah satu teman yang saya dapatkan dan yang membuat saya takjub sampai detik ini, yaitu: Dia.
Orang yang memulai percakapan dengan membalas story saya. (kalo ga salah ya, aku lupa wei gimana ceritanya kamu bisa masuk dm aku, wkwk). Yang selalu bertanya tentang 'kenapa? kenapa? dan kenapa?' kami baru kenal tapi sepertinya hari itu pembahasannya sudah lumayan berat. Bukan, kami bukan membahas tentang dampak ekonomi global akibat corona, kami membahas idola kami hanya dari postingan yang mereka bagi di sosial media, yang teman mereka bagi juga dari dunia maya. Hahahahahah....penting banget sumpah :''''

Ga terasa sepertinya sudah memasuki usia dua bulan pertemanan kami. Dan pembahasannya semakin random. Dari hal receh sampai berat. Dari ngirim pesan suara ngakak sampai nangis-nangis di pesan instagram. Sumpah itu semua gara-gara idola :'((( saya kira saya ga bakal terjebak untuk sesuatu yang 'terlihat' ga banget, mengidolakan idola sampai segininya saya rasa hanya dilakukan oleh orang lain, ternyata saya juga sudah sangat jatuh ke dalam. HA HA HA

Kami konsisten saling berkirim kabar dan bertukar pikiran. Kami semakin intense mengirim pesan suara karena sebentar lagi idola kami akan mengeluarkan karya. Tiada hari tanpa ada cerita. Sebelum menutup mata pasti ada pesan yang tak terbaca. Pertama kali membuka mata pasti ada pemberitahuan pesan dari Dia atau saya. Bucin banget kami berdua dibuat idola. Hahahahah

Dia berzodiak Leo, orangnya sangat cuek, rasional, sedikit overthingking, tapi ngademin. Pesan suara yang dia kirim itu selalu enak didenger. Walau saya tahu dia lagi emosi tapi intonasi suaranya tidak pernah tinggi. Hari ini dia ulang tahun. Hanya beda seminggu dengan idola kami berdua. Dari kemarin dia ga mau bilang tanggal berapa, cuma ngasih kode zodiak saja, haha.


Happy Birthday untuk teman randomku, curhatku, keluh kesahku, ghibahku. Dulu pertama kali dia narik benang merah atas cerita idola kami saya kagum, otak saya ga nyampe kesitu sampai akhirnya saya juga mendapat benang merah atas cerita idola kami dua. Hahahah, geblek emang. Gara-gara idola rasanya kami dua sudah kenal sangat lama. Tapi saya senang, berkat dia juga saya bertemu banyak teman lainnya yang kalau diceritain disini, wow wow wow, ngeri, sampai hari ini saya masih heran kenapa saya bisa masuk ke dunia yang gila ini, wkwkwkwkwkw. Gila tapi semua orang pengen merasa. Eak.

Sekali lagi, selamat ulang tahun kakakkuuuu Brisanti aka Brisssssiiiiikkkk.
Semoga panjang umur, sehat selalu, diberikan kemudahan dalam setiap langkah yang diambil. Dan semoga selalu punya waktu untuk berbagi cerita tentang dua idola yang pernah hampir buat kita 'gila'. Semoga suatu saat kita bisa bertemu ya. Aminnnn.

Footer

Lorem Ipsum

Welcome

Ketika tak bisa lagi bersuara, tak sanggup berperang mulut, lewat tulisan ku sampaikan semuanya.
Powered by Blogger.